31.3.15

Bayi Tersenyum Atau Menangis Secara Mendadak Saat Tidur? Apa Penyebabnya?



Hai bunda,... sering melihat bayi anda tersenyum atau menangis secara mendadak saat tidur? Sebenarnya apa penyebabnya? Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat... 

Sering dijumpai pada bayi yang berusia kurang dari lima bulan mendadak menangis saat sedang tidur malam, seperti sedang mengigau. Menurut dokter spesialis anak, hal ini dipengaruhi aktivitas bayi di siang hari.

"Aktivitas siang hari mempengaruhi tidur malam hari. Disarankan untuk tidak terlalu diajak beraktivitas berlebih dari jam 4 sore ke atas, karena dapat mempengaruhi aktivitas tidurnya," papar dr Rini Sekartini, SpA, dalam temu media peluncuran Pampers Baby-Dry Pants di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Jumat (13/3/2015).

Bayi menangis bisa jadi juga karena merasa tidak nyaman, mungkin karena popoknya terlalu basah. Penyebab lainnya adalah karena haus atau ingin digendong.

Beberapa kali mungkin juga Anda jumpai bayi baru lahir yang menyungging senyum dalam tidurnya. Mitos menyebut si kecil sedang diajak bercanda oleh makhluk halus. Padahal ini refleks saja. Refleks senyum paling sering muncul saat bayi tidur atau di masa transisi antara waktu bangun dan tidur.

"Bayi baru lahir belum dapat bermimpi, hal tersebut adalah senyum spontan," imbuh dr Rini.

Pamela Garcy, PhD, seorang psikolog klinis di Dallas, AS, menyebut senyum bayi di masa-masa awal hidupnya adalah reaksi fisik dan bukan tanda emosional. Selama fase tidur rapid eye movement (REM), tubuh bayi mengalami perubahan fisiologis yang mengaktifkan refleks tertentu. Salah satunya adalah senyum.

Senyum refleks pada bayi di minggu-minggu awal kehidupannya diyakini sebagai naluri kelangsungan hidup. Terkadang mereka juga tersenyum saat sedang buang angin. Refleks ini akan menjaga bayi merasa aman.

Senyum refleks ini biasanya muncul saat bayi berusia tiga hari dan akan terus Anda lihat sampai si kecil berusia sekitar dua bulan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan senyum bayi akan semakin tampak. Bayi berusia enam hingga delapan pekan akan memamerkan senyumnya jika mendapatkan hal yang menyenangkan, misalnya saja pada saat didekap, mendengar suara tertentu atau melihat wajah tertentu.
(Sumber : detikhealth.com)

Dampak Buruk Jika Anak Kecanduan Video Games



Hai bunda,... anak anda suka bermain video games? Jangan dibiarkan ya bunda, karena jika anak sudah kecanduan games dapat berdampak buruk pada perkembangan perilaku dan kesehatannya. Berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...

Mengatur kapan dan bagaimana bermain video games, dapat melindungi anak dari kecanduan yang berbahaya.

Sekitar 82% anak usia 2-17 tahun di AS adalah pemain-pemain loyal video games. Dari prosentase itu, jumlah pemain dari kalangan usia balita atau anak umur 2-5 tahun mencapai 9,7 juta. Fantastis! Meski data yang dilansir perusahaan riset The PD Group tahun 2009 itu adalah hasil temuan di AS, bukan berarti orangtua di Indonesia tidak perlu memasang "antena". Di Indonesia, video games dalam bentuk nintendo, playstation, gameboy, ds,  dan lain-lain, juga sudah menjadi benda yang akrab dalam keseharian anak. Banyak orangtua membelikan anaknya permainan elektronik itu lantaran memang trend di kalangan anak.

Bikin Penasaran dan Asyik. Tidak seperti acara televisi  yang sifatnya pasif, games  di komputer atau video games bersifat interaktif. Ketika anak memainkan satu jenis permainan yang bermuatan kompetisi, maka ia perlu mengulang permainannya berkali-kali agar bisa mengalahkan lawan, melewati level demi level, dan akhirnya menyelesaikan permainan. Proses mengulang dan mencoba yang terus menerus, yang dilatarbelakangi oleh rasa penasaran, keasyikan bermain dan larut dalam permainan, itulah yang menyebabkan anak kecanduan game.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti American Psychological Association, American Medical Association dan the American Academy of Pediatrics menyebutkan, kecanduan games bisa menimbulkan:   
  • Masalah perilaku: anak jadi kurang bersosialisasi karena ia  lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan mesin, bukan manusia. Selain itu, kegagalan menyelesaikan permaian bisa memicu rasa frustasi dalam diri anak.  Jika games yang dimainkan sarat dengan kekerasan, dampaknya adalah memicu agresifitas dan mengikis rasa iba serta kasih sayang anak terhadap manusia, yang efek sederhananya terlihat dari keengganan anak menolong orang lain.
  • Masalah kesehatan:  kurang gerak, menatap layar video games konstan dan lama akan mencetus serangan sakit kepala, nyeri tubuh seperti pada leher, kurang tidur, gangguan penglihatan, dan yang terburuk dari kecanduan games akut adalah menyebabkan kematian.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Permainan Yang Dapat Meningkatkan Konsentrasi Anak Sesuai Tingkatan Usianya



Hai bunda,... berikut ini beberapa permainan yang dapat meningkatkan konsentrasi anak sesuai tingkatan usianya, semoga bermanfaat...

Kemampuan anak berkonsentrasi,  mengingat  dan kemudian memecahkan masalah, sangat tergantung  pada tahapan usia dan bagaimana menstimulasinya agar berkembang maksimal.

Usia 1-2 tahun. Anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Namun kemampuannya berkonsentrasi masih tergantung pada daya tariknya. Misal, ia sudah mengingat benda  kesukaannya yang sering  ia bawa seperti boneka. Juga mengingat wajah orang yang sehari-hari ditemuinya. Kemampuan konsentrasinya  berkisar 1-3 menit. Ini  berkaitan dengan kemampuan fungsi indra, otak dan fungsi  lain yang masih dalam masa perkembangan. Keingintahuan yang besar mendorongnya banyak gerak, eksplorasi, mencoba berbagai hal yang menyebabkannya sulit fokus pada suatu hal, dalam rentang waktu yang lama. Stimulasi dengan:
  • Perrmainan  yang menantang sekaligus menuntut konsentrasi seperti puzzle,  yang memiliki sedikit kepingan.
  • Permainan   memasukkan   benda berbentuk angka atau  huruf  ke dalam wadah,  yang memiliki lubang sesuai dengan bentuknya.
  • Memindahkan bola dari satu keranjang ke keranjang lain, meronce manik-manik besar dan menyusun balok-balok berukuran besar.
  • Malakukan  kontak mata dan ajak ia bicara, jika Anda masih memberinya ASI.
  • Melihat  gambar dan menjelaskan warna dan bentuk apa saja yang terdapat pada gambar dan lakukan berulang-ulang.
  • Mengajak bicara secara fokus dan tuntas agar anak memahami dan memberi respon. Misalnya, “Ini mobil berwarna merah. Ini mobil berwarna biru. Kamu pilih yang mana?”
  • Membunyikan  mainan secara sembunyi hingga menarik perhatiannya. Ini akan membuatnya berusaha menemukan sumber bunyi.
  • Membuat halang-rintang dengan menumpuk bantal yang dijejerkan.  Ini akan menstimulasi anak menyingkirkan bantal agar ia bisa lewat.
Usia 2-3 tahun. Kemampuan konsentrasi dan memorinya makin meningkat. Ditandai
kemampuannya menyebut kembali kata yang terdapat pada satu atau dua lagu yang didengarnya. Kemampuan konsentrasinya  berkisar 3-5 menit. Di usia ini  anak sedang hobi ‘mendua’, meninggalkan aktivitas yang tengah dikerjakan,  saat ada aktivitas lain yang menarik perhatiannya. Stimulai dengan:
  • Menyelesaikan tugas atau permainan dengan cara  menyusun puzzle hingga selesai.
  • Ngobrol berdua dan minta ia mendengarkan. Anak akan terdorong berkonsentrasi jika mengobrol dilakukan secara dua arah. Suasana seperti itu akan memacunya untuk bertanya dan berkomentar.
  • Ajak menirukan gerakan yang Anda lakukan. Itu akan membisakan anak
  • Mainan yang konstruktif seperti puzzle dan balok susun.
  • Beri  kesempatan anak untuk belajar mengenakan sepatu atau sandal sendiri.
Usia 3-4 tahun. Konsentrasi dan memori anak makin baik. Ia sudah bisa mengingat dan mengulang sedikitnya 3 benda terakhir yang berurutan disebutkan. Kemampuan konsentrasinya berkisar 5-10 menit.  Kegiatan fisik sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan sensori - motorik sebagai salah satu cara bagi mereka untuk mengeksplorisasi lingkungan. Stimulasi dengan:
  • Melatihnya berenang, karena dapat menstimulasi indera-indera sensoris, konsentrasi serta stimulasi otak kanan dan kiri.
  • Minta anak  menceritakan kembali film yang sudah ditonton atau buku yang sudah dibacakan.
  • Tantang untuk melakukan lebih dari satu perintah dalam waktu bersamaan. Jangan memarahinya, jika tak berhasil melakukannya. Jika ia berhasil, beri ia hadiah pujian, pelukan dan ciuman.
  • Melatih memasang atau menyopot sendiri kancing baju.
  • Membongkar  mainan seperti robot atau rumah boneka dan minta untuk menyusunnya kembali.  Biarkan ia melakukan sendiri.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberap Permainan Sederhana Yang Dapat Mencerdaskan Bayi Sejak Dini





 Hai bunda,... berikut ini beberapa permainan sederhana yang dapat mencerdaskan bayi sejak dini, semoga bermanfaat...

Jumlah percabangan saraf (sinaps) di otak bayi akan bertambah atau berkurang 25% tergantung apakah otak diberi stimulasi atau tidak. Itu sebabnya penting untuk menstimulasi otak bayi sejak dini. Anda bisa melakukannya melalui permainan-permainan sederhana yang mencerdaskan ini:
  1. Ayunan selimut. Bersama pasangan, bentangkan selimut  di atas tempat tidur, lalu tidurkan bayi di atasnya. Ayun perlahan ke kiri – kanan, atas – bawah. Tetap jaga kontak mata dengan bayi. Permainan ini cocok untuk bayi usia 0 – 3 bulan.
  2. Sepeda kaki. Rebahkan telentang bayi dan Anda duduk di bagian ujung kakinya. Pegang kedua telapak kaki bayi dan ayunkan lembut seperti mengayuh sepeda. Permainan ini cocok untuk bayi usia 3 – 6 bulan.
  3. Sembunyi cari. Perlihatkan beberapa mainan pada bayi, lalu sembunyikan di balik selimut. Ajak bayi mencari mainan tadi sambil bersenandung. Permainan ini cocok untuk bayi usia 6 – 9 bulan.
Sederhana bukan? Anda bisa melakukan ketiga permainan ini secara bergantian agar bayi tidak bosan. Selamat bermain!

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Efek Buruk Jika Anak Kurang Tidur






Hai bunda,... berikut ini efek buruk yang ditimbulkan jika anak kurang tidur, semoga bermanfaat...

Kurang tidur sering dianggap merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit kronis seperti diabetes, depresi, hipertensi dan obesitas. Namun risiko lain juga mengintai jika kondisi ini terus-menerus dialami oleh anak.

Efek buruk dari kurang tidur pada anak tak berbeda jauh dengan orang dewasa, yakni risiko peningkatan berat badan secara berlebihan, tekanan darah tinggi, mudah sakit, serta mengalami penurunan daya tahan tubuh.

"Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur sedikit saja, misalnya 30-60 menit per malam, sudah bisa menyebabkan seorang anak mengalami kesulitan untuk konsentrasi, duduk diam dan memperhatikan, serta semua yang diperlukan anak untuk bisa belajar dan sukses di sekolah," ujar Lisa Meltzer, profesor pediatri di National Jewish Health di Colorado, seperti dikutip dari US News, Senin (30/3/2015).

Meltzer melanjutkan bahwa kurang tidur pada anak-anak yang usianya lebih muda kemungkinan juga berefek pada perilakunya yang menjadi hiperaktif. Sebaliknya, anak-anak yang usianya lebih tua dan remaja yang kurang tidur umumnya menjadi lebih murung, mudah tersinggung dan menarik diri.

Sarah Morsbach Honaker, seorang psikolog dari Riley Hospital for Children menambahkan bahwa anak-anak yang kurang tidur kelak juga berisiko lebih rentan terhadap perilaku berbahaya seperti yang berkaitan dengan penggunaan narkoba dan dalam beberapa kasus bahkan bunuh diri. Lantas berapa jam sebenarnya kebutuhan tidur pada anak?

Jika mengacu pada pedoman tidur berdasarkan usia anak yang ditetapkan oleh National Sleep Foundation, balita minimal tidur 11 jam; anak-anak prasekolah minimal tidur 10 jam; anak-anak usia sekolah minimal 9 jam; dan remaja sebaiknya tidur tidur kurang dari 8 jam.

Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak kurang tidur di antaranya anak sulit bangun di pagi hari dan anak kerap tertidur dengan lelap di siang hari. Selain itu, karena masih lelah umumnya anak akan tampak kelelahan dan lemas sepanjang hari.
(Sumber : detikhealth.com)

Memberika Penawar Rasa Pahit Ketika Anak Minum Obat? Bolehkah???


Hai bunda,... sebenarnya memberikan penawar rasa pahit ketika anak minum obat boleh apa tidak? Berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...

Mengingat rasa obat yang umumnya pahit, menjadi hal yang biasa ketika anak sering menolak minum obat. Untuk mengakalinya, orang tua pun kerap memberikan minuman manis atau makanan lain sebagai 'penawar' rasa obat yang pahit.

Menanggapi hal ini, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menuturkan tidak apa-apa memberi anak penawar karena rasa pahit obat yang mungkin bisa membuat anak tak nyaman saat minum obat.

"Kalau habis diminumkan obatnya dengan air putih, kemudian diberi sesuatu yang manis misalkan air jeruk beberapa sendok, tidak apa-apa kok," kata dr Meta saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (31/3/2015).

Menurut dr Meta, sebenarnya beberapa obat pun tidak apa-apa diminum dengan selain air putih. Tetapi, amannya memang obat diminum dengan air putih. Ibu satu anak ini menambahkan, minum obat bersamaan dengan minuman tertentu dapat mempengaruhi efektivitas dan interaksi obat.

"Misalnya saja, ada beberapa jenis obat yang tak boleh diminum dengan susu karena akan memengaruhi keefektivitasan obat tersebut. Boleh atau tidaknya minum obat dengan selain air putih tentu tergantung dari jenis obat yang diberikan. Untuk amannya sih, selalu minumkan obat dengan air putih," jelas dr Meta.

Selain minuman, kerap kali ketika mengonsumsi obat, karena rasanya yang pahit sehingga harus dibarengi dengan makan buah, pisang misalnya. Nah, dr Meta mengungkapkan sama seperti minuman, mengonsumsi obat bersamaan dengan makanan tertentu dapat memengaruhi kinerja obat.

"Sekali lagi tergantung dari jenis obatnya. Pisang misalnya, mengandung tyramine yang dapat memengaruhi fungsi obat antidepresan. Sebaiknya, sekali lagi, minumlah obat dengan air putih," kata dr Meta. Untuk jeda konsumsi obat dengan waktu makan, dr Meta mengatakan sebaiknya beri jeda kurang lebih 15 menit.

(Sumber : detikhealth.com)

30.3.15

Tips Menyimpan ASI Yang Baik Dalam Kulkas Atau Freezer





 Hai bunda,... anda wanita karir yang ingin tetap memberikan ASI pada bayi anda? Tenang bunda, ASI anda bisa tetap diberikan pada bayi anda dengan cara diperah kemudian disimpan dikulkas atau freezer. Nah berikut ini tips menyimpan ASI yang baik, semoga bermanfaat...  

Semua ibu didunia pasti ingin menyusui anaknya dengan ASI yang terbaik. Ibu-ibu merasa beruntung jika ASI dapat keluar dengan lancar. Namun anda pasti sangat kesulitan memberi ASI kepada anak anda jika anda seorang wanita karir. Anda tidak perlu khawatir karena anda bisa memeras ASI dan kemudian menyimpan asi tersebut dengan cara yang baik. Bagaimanakah cara-cara untuk menyimpan air susu dengan maksimal tanpa mengurangi nilai gizi dan nutrisi dalam ASI tersebut? Banyak ibu yang menyimpan air susunya di kulkas. Ini akan membuat ASI bertahan lebih lama. Anda harus membaca panduan sebelum menyimpan asi anda sehingga tidak akan berbahaya bagi anak anda:
·     ASI yang anda peras hanya bisa bertahan di suhu ruangan selama 10 jam jika anda memilih menyimpannya di suhu ruangan.
·     ASI yang disimpan di kulkas, harus segera digunakan dalam setengah jam setelah berada di suhu ruangan.
·     ASI dapat disimpan di kulkas untuk 5 sampai 7 hari kedepan
·     Jika anda menggunakan Freezer, ASI bisa bertahan hingga 6 bulan. Anda harus menyimpan nya di bagian yang paling dingin.
·     Anda bisa memindahkan ASI dari kulkas ke Freezer tetapi jangan pindahkan jika ASI telah ada di kulkas selama 48 jam.
·     Jangan memenuhi semua isi botol dengan ASI sisakan minimal 4 cm dari bagian atas botol karena ASI akan mengembang. Anda bisa menggunakan tutup dari plastic dan karet. Pastikan penutup rapat.
·     Jangan lupa memberi label tanggal sehingga ASI yang sudah lama bisa dipakai terlebih dahulu dan tidak basi.
·     Jika anda tidak menyimpan asi dalam kulkas atau freezer, anda bisa saja menyimpan dalam kotak pendingin tetapi ini bukan alternative untuk jangka waktu yang lama. Ini hanya bisa digunakan untuk beberapa jam saja.
Anda bisa menggunakan ASI dalam kulkas atau Freezer setelah menghangatkan ASI yang telah disimpan. Bagaimana cara untuk menghangatkan dan mencairkan ASI? Berikut tipsnya:
·     Ambil botol ASI dan kemudian letakkan dalam suhu ruangan atau anda bisa letakkan diatas mangkok dengan air panas.
·     Jangan pernah mencairkan ASI dimicrowave karena akan merusak kandungan dalam ASI yang anda berikan.
·     Aduk merata untuk memisahkan krim dalam ASI
·     Jangan memberikan air susu tersebut jika belum benar benar telah cair dan menjadi susu.
·     Jangan pernah memberikan ASI yang telah berbau asam
·     ASI hanya bisa bertahan 24 jam setelah dicairkan.
Anda harus benar-benar mempelajari cara menyimpan asi yang benar demi kualitas asi untuk buah hati anda yang tercinta.

Sumber : Bidanku.com

Tanda-tanda Jika Bayi Mengalami Kelelahan



 Hai Bunda,... ternyata bayi juga bisa mengalami kelelahan. Nah berikut ini tanda-tanda jika bayi merasa lelah dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat...
Para orang tua wajib mengenali dan menguasai segala karakter, sifat dan kecederungan bayi. Dengan begitu anda dapat memahami dan mengerti apa yang diinginkan oleh bayi. Bayi biasanya memberikan ekspresi wajah dan cenderung manja pada orang yang mengasuhnya atau gerakan-gerakan yang menunjukan sesuatu. Dalam memahami dan mengerti karakter sang bayi ini sangat membutuhkan waktu yang panjang.

Jika bayi merasa lelah, bayi akan menunjukan tanda-tanda sebagai berikut:

1.    Jika bayi merasakan lelah maka bayi akan merengek secara terus menerus, pada saat itu anda sebaiknya segera mengajaknya untuk tidur.
2.    Tatapan mata yang kosong dibarengi dengan mata sayu.
3.    Setiap kali ada orang yang mendekati, si bayi akan memalingkan wajahnya.
4.    Melengkungkan badan ke depan dan belakang.
5.    Mengepalkan kedua tangannya dan menempelkannya pada pipi.
6.    Tangan dan kaki tampak bergerak mengacak.
7.    Cara paling mudah mendeteksi bayi kelelahan adalah menguap.
8.    Mencoba mencari posisi yang nyaman dan bayi terlihat gelisah. Dan terlihat menghisap sesuatu.
Tanda-tanda kelelahan yang di tunjukan oleh bayi kebanyakan tidak dimengerti dan dipahami oleh pasangan muda yang baru memiliki bayi. Ada baiknya anda meminta bantuan kepada orang lain yang telah memiliki banyak pengalaman dalam memahami bayi, seperti orang tua anda atau pengasuh bayi. Bayi akan memberikan tanda-tanda dengan intensitas yang sering bila tanda-tanda yang bayi berikan terabaikan. Yang sering terjadi pada pasangan yang baru memiliki bayi, pada awalnya si bayi merengek pelan namun akan menangis hingga menjerit, jika rengekan itu terabaikan oleh. Jika terlihat ada tanda-tanda seperti dijelaskan tadi maka sebaiknya orang tua langsung menenangkan sang bayi dengan mendekap atau mengajaknya tidur agar sibayi tidak merasa lelah.
Pada saat pertama bayi baru lahir, bayi hanya mengandalkan gerakan refleks seperti hal yang pertama dilakukan bayi yaitu mencari puting dengan refleksnya, refleks menghisap ASI, refleks saat menggenggam serta refleks meregangkan jari-jari pada kaki (refleks babinski). Bayi belum dapat mengontrol semua gerakan tubuh dan ototnya demi keinginan tertentu. Hal ini juga yang menyebabkan bayi kurang bisa memberikan tanda-tanda bahwa bayi sedang kelelahan. Walaupun si bayi memberikan tanda-tanda bahwa ia kelelahan, namun bayi tetap meujukandengan cara yang sangat halus dan tidak nyata, ini yang menjadikan bayi terabaikan. Sebaiknya yang anda lakukan:
  1. Menghentikan segala aktifitas bermain anda dengan bayi. Peluk bayi anda kemudian bisikan kata-kata yang lembut. Berikan kenyamanan bagi si bayi. Perasaan nyaman akan membuat si bayi mengerti ia berada di lingkungan aman.
  2. Periksa terlebih dulu apakah si bayi ini lapar atau popoknya yang basah.
  3. Mengajak si bayi ke tempat yang lebih sepi agar si bayi merasakan lebih tenang dari sebelumnya.
  4. Pada saat bayi tidak ingin tidur, maka cobalah dengan menggendongnya dan ayunkan secara lembut dan nyanyikan lagu atau berikan musik yang sangat lembut.

Jika bayi terabaikan?

Meningkatnya tanda-tanda kelelahan bayi. Pada awalnya rangekan si bayi terdengar pelan dan halus, namun jika terabaikan oleh kita dia langsung akan menangis bahkan hingga menjerit. Cobalah gendong si bayi ajak si bayi berkeliling dan ajaklah si bayi berkomunikasi. Ketika si bayi telah merasakan kenyamanan pada diri anda dan tidak lagi terlihat lelah maka dia akan mudah tertidur.

Sumber : Bidanku.com

Tips Menghentikan Anak Yang Suka Bicara Kasar



 Hai bunda,... anak anda suka bicara kasar? Nah berikut ini tips menghentikan anak bicara kasar, semoga bermanfaat ya?

Memasuki usia prasekolah anak anda kini semakin berkembang, memiliki kemampuan bersosialisasi dengan teman seusianya.Sehingga beberapa pengaruh dari lingkungan sangat mudah untuk masuk ke dalam diri anak anda. Menyerap informasi dari luar kemudian anak anda menirunya. Sayangnya, tidak semua yang didengar oleh anak anda merupakan bahasa yang baik. Kadang ada kata-kata kasar yang diucapkan oleh anak anda karena meniru teman, orang dewasa atau film lainnya.
Pada umumnya anak belum memahami arti yang diucapkannya. Peranan orang tua untuk dapat memberikan pembelajaran dengan cara komunikasi pada anak bahwa berbicara kasar merupakan kebiasaan buruk dan tidak boleh dilakukan. Anda tidak perlu menghukum anak anda karena dengan memberikan hukuman anak anda akan mengulanginya lagi di luar pengawasan anda sehingga yang harus anda lakukan adalah berkomunikasi berikan pengertian baik atau tidak baik sebuah tindakan sehingga dapat ditanamkan semenjak dini.

Bagi anda yang kebingungan dalam menghadapi anak yang berbicara kasar. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan agar anak tidak berbicara kasar :

1. Bersikap Tenang
Ketika anak anda berbicara kasar maka sebaiknya anda bersikap tenang jangan langsung naik darah. Anda dapat menjaga ekspresi dan reaksi anda usahakan untuk tetap tenang.Anda juga dapat berpura-pura tidak mendengar. Umumnya pada usia balita anak mencari perhatian, sehingga apabila anda mengurangi perhatian cenderung akan berkurang.
2. Jangan marah dan jangan tertawa
Usahakan anda untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Hindari memberikan hukuman fisik. Hukuman fisik tidak akan membuat anak anda jera, dia akan melakukan di luar pengawasan anda. Selanjutnya hindari juga tertawa karena akan membuat anak anda menyangka yang diucapkannya lucu. Pada lain kesempatan anak anda akan mengulanginya lagi apabila anda menertawakannya.
3. Alihkan dengan kata yang hampir mendekat
Ketika anak anda mengucapkan "bego" anda dapat mengalihkan pada kata yang mendekatinya seperti "bobo". Alihkan pula perhatian anak anda supaya tidak mengucapkan perkataan tersebut.
4. Tanyakan dari mana anak anda mendengarnya
Anda dapat bertanya pada anak anda dimana mendengar kata-kata kasar yang diucapkan. Apabila di salah satu penangana tv, maka anda dapat menghindari program tersebut. Kemudian anda jelaskan kalau itu perilaku jelek yang tidak boleh ditiru.
5. Menjelaskan baik dan tidak baik
Ini merupakan salah satu tips yang sangat mudah tapi susah dilakukan. Kadang kali anak memang tidak nurut jika dinasehati sekali maka anda membutuhkan waktu dalam memberikan pengertian, mungkin hingga 3-4 kali namun sekali lagi jangan menggunakan kekerasan apalagi menggunakan kekerasan fisik.
6. Mengajarkan empati
Anda dapat mengajarkan anak anda berempati. Misalnya ketika anak anda berbicara "om itu hitam " maka anda dapat memberikan pengertian "tuhan menciptakan warna kulit putih dan hitam, hitam bagus dan putih juga bagus. Dengan demikian anak anda akan belajar untuk berempati

Sumber : Bidanku.com

Efek Samping Yang Membahayakan Dari Antibiotik



Hai bunda,... berikut ini efek samping yang membahayakan dari antibiotik, jadi kita perlu berhati hati dalam penggunaannya, semoga bermanfaat...
Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?

Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.

Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:

1. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.

2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.

3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.

4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.

5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.

6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.

Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian.

(Sumber : detikhealth.com)

Awass Bahaya Antibiotik Bisa berakibat Fatal Jika Tidak Tepat Penggunaannya!!!



Hai bunda,... ternyata penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat berakibat fatal, berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...

Antibiotik mampu membunuh bakteri penyakit. Tapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa membuat antibiotik dari obat yang menyembuhkan menjadi obat yang membayakan.

Antibiotik bisa jadi adalah obat yang paling sering diresepkan oleh para dokter, tapi sayangnya banyak yang tidak tepat pemberiannya. Waspadai ancaman penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Prof Iwan Dwiprahasto selaku guru besar farmakologi UGM menuturkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa membahayakan kesehatan masyarakat secara global maupun individu. Bentuk penyalahgunaannya cukup beragam mulai dari tidak tepat memilih jenis antibiotik hingga cara dan lamanya pemberian.

"Kebiasaan memberikan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat serta waktu pemberian yang terlalu singkat atau terlalu lama akan menimbulkan masalah resistensi yang cukup serius," ujar Prof Iwan dalam acara workshop jurnalis kesehatan di gedung FISIP UI, Depok, Sabtu (26/3/2O11).

Senada dengan Prof Iwan, perwakilan World Health Organization Dr Sharad Adhikary juga menuturkan antibiotik memang obat yang telah menyelamatkan banyak jiwa, tapi tidak bisa menyembuhkan semua macam penyakit. Antibiotik hanya dapat menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakteri.

Antibiotik kerap dibeli tanpa resep dan tanpa penjelasan, masyarakat biasanya membeli antibiotik dengan menggunakan resep sebelumnya. Padahal antibiotik harus melalui resep dan berdasarkan indikasi yang muncul.

"Jika digunakan berlebihan, bakteri bisa bermutasi sehingga jadi kebal. Jika semua kebal maka bisa menimbulkan superbug dan bisa-bisa nantinya kita kembali ke era sebelum ada antibiotik," ujar Dr Sharad.

Dr. Sharad menuturkam masalah kekebalan terhadap antibiotik bukanlah masalah baru, tapi lama kelamaan semakin mengkhawatirkan dan berbahaya. WHO pada tahun 1998 telah mulai meminta negara-negara anggotanya untuk mengatasi masalah hal ini.

Infeksi virus seperti demam, flu, batuk pilek, radang tenggorokan dan beberapa infeksi telinga merupakan infeksi yang tidak boleh diobati dengan antibiotik. Hal ini karena antibiotik membunuh bakteri dan tidak membunuh virus.

Antibiotik membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang peka. Tapi kadang salah satu bakteri dapat bertahan hidup karena mampu menetralisir atau menghindar dari efek antibiotik. Bakteri yang semula hanya peka bisa menjadi kebal melalui perubahan genetik di dalam selnya sehingga menjadi resisten terhadap antibiotik.

Untuk menghindari penyalahgunaan antibiotik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:


  1. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.
  2. Tanyakan pada dokter obat mana yang mengandung antibiotik dan apa manfaatnya.
  3. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menurunkan efektifitas.
  4. Demam, batuk, pilek dan diare umumnya tak perlu antibiotik. Hanya perlu makan makanan bergizi, minum dan istirahat. Jika dalam waktu 3 hari tidak sembuh, segera pergi ke dokter.
  5. Jangan gunakan atau beli antibiotik dari dokter atau menggunakan resep yang lama.
  6. Penggunaan antibiotik yang sembarangan bisa merugikan diri sendiri.
  7. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai antibiotik.
  8. Memperbaiki perilaku tentang penggunaan antibiotik.
  9. Mencegah dan menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan atau justru kurang.

"Masyarakat sebaiknya tidak mengobati diri sendiri, dan jangan mengonsumsi obat yang tidak diperlukan serta minumlah obat sesuai dosisnya," ujar Dr Sharad.

(Sumber : detikhealth.com)

Masih ASI Ekslusif Harus Minum Obat Dicampur Airputih? Bolehkah????



 Hai bunda,... bayi anda harus minum obat dicampur air putih padahal masih ASI eksklusif? Boleh apa tidak? Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat....
Hingga usia enam bulan, bayi memang sangat dianjurkan untuk mendapat ASI eksklusif. Hanya saja, ketika si kecil sakit, terkadang ada orang tua yang terpaksa harus mencampur obat dengan air putih.

Menanggapi hal ini, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menuturkan pada bayi, termasuk yang berusia di bawah enam bulan sebaiknya minumkan obat, misalkan puyer dengan air putih.

"Walaupun bukan ASI, tapi hal ini masih bisa dibilang ASI eksklusif kok. Jangan khawatir," kata dr Meta.
 
Namun, dr Meta menegaskan sebenarnya tidak apa-apa jika ibu ingin meminumkan obat pada si kecil dengan campuran ASI. Sebab, ASI pun tidak menetralkan obat. Hanya saja, memang dibutuhkan ASI perah untuk mencampur obat yang akan diberi.

"Memang yang tidak boleh itu susu untuk obat tertentu. Apalagi, ada beberapa bahan obat yang kalau dicampur susu bisa mengurangi efektivitas obat tersebut," kata dr Meta.

Jangan lupa pula bagi para orang tua untuk mengikuti pemberian dosis obat yang sudah ditentukan dan memperhatikan bagaimana penyimpanan obat tersebut. Saat memberikan obat pada si kecil pun tak jarang rasa yang tidak enak membuat anak menangis atau ogah membuka mulutnya.

Untuk mempermudah pemberian obat pada bayi di bawah enam bulan, gunakanlah pipet yang sudah diisi obat sesuai dosis. Kemudian, letakkan pipet di antara gusi dan bagian dalam pipi. Perlahan, pencet isi pipet dan beri kesempatan si kecil untuk menelan obat.

(Sumber : detikhealth.com)

Gejala, Cara Mengatasi Dan Mencegah Tiga Gangguan "Langganan" Kesehatan Pada Balita



Hai bunda,... yuk kita kenali gejala, cara mengatasi dan mencegah tiga gangguan kesehatan 'langganan' balita Anda. Semoga bermanfaat ya?
 
1. Batuk pilek.
Disebabkan oleh Rhinovirus, kerap dianggap sebagai influenza. Biasanya berlangsung 3 – 4 hari. Batuk pilek dan influenza bukan penyakit berbahaya dan jarang menimbulkan komplikasi. Namun, jika daya tahan tubuh balita  menurun, muncul infeksi sekunder, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga atau sinusitis.
Gejala:
-  Sakit tenggorokan selama 1-2 hari disertai rasa lelah dan anak tidak mau bermain
-  Sakit kepala dan suhu tubuh meningkat (demam)
-  Bersin-bersin atau batuk dan keluar cairan dari hidung (pilek).
Anda sebaiknya: 
-  Mengusahakan anak banyak istirahat dan minum setiap satu jam 
-  Menghindarkan anak dari udara dingin dan angin
-  Membuang lendir hidung menggunakan saputangan atau tisu yang lembut
-  Mengolesi dada anak dengan penghangat (minyak telon, kayu putih atau balsem) untuk membantu melegakan pernapasannya.
Ke dokter bila:
-  Demam (suhu lebih atau sama dengan 38 ÂșC) dan tidak turun dalam waktu 36 jam. Suhu tubuh anak sebaiknya diukur setiap tiga atau empat jam sekali dengan alat pengukur suhu yang baik
-  Anak sulit bernapas
-  Sering muntah dan minuman atau makanan tidak dapat masuk
-  Timbul gejala alergi atau asma, khususnya pada anak yang memiliki riwayat alergi atau asma. 

2. Diare.Timbul karena ada gangguan pencernaan akibat infeksi virus atau bakteri. Diare dapat pula menjadi gejala awal suatu penyakit, misalnya radang saluran pencernaan atau keracunan makanan. Diare pada dasarnya sembuh sendiri. Namun hati-hati, bila terjadi berulang kali dan berkelanjutan, anak bisa dehidtrasi!
Gejala:
-  Buang air besar lebih encer dan frekuensinya lebih dari 3 kali sehari.
-  Bentuk tinja berupa cairan atau padat bercampur cairan. Kadang-kadang disertai lendir dan darah.
-  Tanpa atau disertai rasa mulas, demam dan muntah.
Anda sebaiknya:
-  Tetap memberikan ASI, PASI dan MPASI atau makanan anak lainnya. 
-  Pastikan anak banyak minum, termasuk cairan oralit.
-  Memberi anak makanan yang mengandung sedikit serat, porsi diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi yang lebih sering
-  Mengusahakan agar anak cukup istirahat.
Ke dokter bila:
-  Buang air besar terus menerus dengan selang waktu kurang dari 1 jam, dan bentuk tinjanya cair.
-  Muntah terus menerus.
-  Anak tidak dapat minum atau tidak ada masukan makanan
-  Ada tanda-tanda dehidrasi, antara lain tidak ada air mata bila menangis, mulut dan bibir kering, selalu merasa haus, mata cekung,  kekenyalan kulitnya berkurang (bila ditekan, bekasnya tidak cepat kembali normal,  atau air seni keluar sedikit dan berwarna gelap.

3. Trauma.
Di rumah sekali pun, ada saja bahaya mengintai si kecil, apalagi yang masih belajar berjalan. Akibatnya, dia  luka atau memar. Tangani luka dengan tepat, agar tidak terkena infeksi.
• Luka gores ringan.
Anda sebaiknya: 
- Mencuci luka anak dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik untuk menghilangkan kotoran dan membunuh bakteri.
- Jangan tutup luka itu, lebih baik biarkan terbuka.
Ke dokter bila: Ada tanda-tanda infeksi, seperti luka yang membengkak, terasa hangat dan timbul nanah.
• Luka  tersayat benda tajam.
Anda sebaiknya: 
-  Menekan luka dengan kain kasa bersih agar perdarahan berhenti
-  Mencuci luka dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik
-  Mengoleskan cairan antiseptik dan tutup dengan plester.
Ke dokter bila: Luka menganga cukup lebar, lokasi luka berada di daerah muka, atau darah tak mau berhenti mengalir.
• Luka akibat tertusuk benda tajam.
Anda sebaiknya:
- Segera mencuci luka dengan air hangat dan sabun antiseptik, karena luka jenis ini lebih rentan terhadap infeksi.
- Bila ada benda yang tertanam dalam kulit, keluarkan dengan jepitan yang sudah disterilkan. Setelah itu, cuci luka dengan air hangat  dan sabun antiseptik.
- Olesi luka dengan cairan antiseptik.
Ke dokter bila: Benda yang melukai tubuh anak ternyata kotor atau berkarat karena dikhawatirkan balita bisa terinfeksi kuman tetanus. Atau, bila Anda tidak dapat mengeluarkan benda yang tertanam.  
• Memar.
Anda sebaiknya: 
- Mengompres dengan es batu  yang dibungkus handuk selama lebih kurang 15 menit untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak.
- Memberi anak parasetamol sirup untuk menghilangkan rasa nyeri. Memar otot dapat menimbulkan rasa nyeri sampai beberapa hari.
Ke dokter bila: Memarnya cukup lebar dan rasa nyeri atau bengkaknya tidak mau hilang. Warna biru atau memar akibat terbentur yang terjadi karena  perdarahan di bawah lapisan kulit atau lapisan yang lebih dalam lagi ini  mungkin hanya perlu waktu 1-2 minggu untuk hilang, tetapi tak jarang bisa sampai 1-3 bulan.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Menghadapi Balita Tantrum Di depan Umum


Hai bunda,... balita anda suka meluapkan amarah atau tantrum di depan umum? Nah berikut ini tips menghadapi balita tantrum di tempat umum, semoga bermanfaat...

Balita Anda yang berusia 2 tahun kini tengah mengenali dan mengeskplorasi lingkungan sekitarnya. Ia pun mulai memiliki keinginan sendiri, dan mulai mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai olehnya. Tak hanya itu, baginya semua hal kini berpusat pada dirinya (egosentris), karena itu anak terlihat kerap memaksakan kehendaknya.

Karena ia belum piawai mengungkapkan perasaan dan emosinya melalui kata-kata, maka yang dilakukannya adalah menangis, berteriak, dan mengamuk atau disebut dengan tantrum. Tak jarang hal tersebut dilakukannya saat berada di ruang publik, dan sukses membuat muka Anda memerah akibat malu. Namun sesungguhnya, tantrum atau luapan kemarahan anak, merupakan bagian dari pertumbuhan emosional balita dan hal ini wajar terjadi.

Menurut Diane Ryals, pendidik ekstensi kehidupan keluarga dari University of Illinois, Illinois, AS, tantrum menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Sehingga berakibat mengajarkan pada anak bahwa dengan mengamuk adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan saat menghadapi balita tantrum di tempat umum:

1. Buat Kesepakatan Sebelum Pergi
Sebelum bepergian, buatlah kesepakatan secara rinci dengan anak. Misalnya saat akan mengajaknya berbelanja ke pasar swalayan, katakan padanya, Hari ini Bunda akan pergi berbelanja. Kamu boleh ikut tapi harus janji tidak akan merengek atau menangis minta dibelikan mainan, cokelat, permen, dan es krim. Bunda hanya akan membelikan kamu susu dan biskuit. Kalau kamu tetap menangis atau berteriak memaksa Bunda membelikan yang kamu mau, sore hari kamu tidak boleh bermain di taman bersama teman-teman”. Jika sudah sepakat, baru ajak ia untuk pergi. Jika anak melanggar kesepakatan, terapkan konsekuensi pada anak saat itu juga. Konsistensi berperan penting dalam mendisiplinkan anak untuk menghilangkan kebiasaan tantrum.

2. Tenangkan Diri Anda
Saat Anda mendapati balita tantrum, sebelum menenangkannya, sebaiknya Anda lebih dulu menenangkan diri sendiri. Sebab bila tidak, Anda akan kesulitan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi anak. Pada kondisi ini pula, Anda sekaligus berkesempatan mengajarkan balita cara yang tepat merespon emosi orang lain.

3. Kenali Penyebab Tantrum
Dengan mengetahui pencetus tantrum pada anak, maka Anda diberikan kemudahan untuk dapat menanganinya. Penyebab tantrum bermacam-macam, di antaranya karena tidak terpenuhinya keinginan anak, ia lelah, mengantuk, bosan, atau lapar. Terlebih, di usia ini beberapa anak belum dapat mengungkapkan emosinya melalui kata-kata, karena itu mereka memilih untuk menangis atau berteriak. Oleh karena itu, Anda sebaiknya jeli melihat keadaan. Bila hendak mengajak anak bepergian, pastikan anak dalam keadaan sehat, sudah kenyang, dan tidak mengantuk.

4. Segera Tenangkan Anak
Peluk tubuh anak dengan erat lalu ajak ia beranjak dari tempat tersebut dengan perlahan. Bagi sebagian anak –terutama anak yang baru pertama kali atau tidak terlalu sering tantrum- cara tersebut dapat segera meredakan tantrum dan memberikan rasa aman dan nyaman. Kemudian setelah ia tenang, segera alihkan perhatian anak dengan hal lain yang dapat menarik perhatiannya. Misalnya dengan mengajak anak makan pasta atau biskuit favoritnya

5. Abaikan dan Jangan Melunak
Segala cara sudah Anda terapkan, tetapi tak juga membuahkan hasil. Biarkan ia menyelesaikan tangis dan teriakannya, Anda tak perlu lagi menghampiri dan membujuknya. Jangan bersikap lunak dengan segera memberikan yang diinginkan anak agar tantrumnya segera usai. Jika Anda melakukannya, artinya si 2 tahun telah berhasil memanipulasi Anda, dan jangan kaget jika di lain waktu ia akan mengulangi kembali aksinya untuk mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Hampiri anak hingga tangis dan teriakannya reda dengan sendirinya, karena lama-kelamaan ia juga akan lelah dan bosan karena aksinya tak ditanggapi.

6. Bawa Anak ke Tempat Sepi
Jika aksinya mulai mengganggu orang-orang di sekitarnya atau bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain, misalnya ia mulai  membenturkan kepala ke dinding atau melempar barang ke segala arah, segera pindahkan anak ke lokasi yang lebih sepi. Anda dapat membawanya ke mobil, lalu pegang erat kedua tangan dan tubuh anak, kemudian tatap matanya namun Anda tak perlu berkata apapun. Tunggu 15 hingga 20 menit, biasanya anak akan berhenti menangis dan berteriak karena ia mulai lelah, dan saat itulah Anda dapat mengajaknya berbicara. Tidak perlu memaki anak, namun Anda boleh dengan tegas mengutarakan perasaan kecewa dan tidak suka atas perilakunya tadi.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

27.3.15

Tips Alami Mengatasi Anak Sakit


 
 
 Hai bunda,.. berikut ini tips alami mengatasi anak sakit, semoga bermanfaat...
Cara-cara alami lebih disarankan untuk mengatasi beberapa penyakit anak, sehingga sistem kekebalan tubuh anak dalam melawan penyakit bisa bekerja secara alami juga. 

Studi baru dari Yale Universty melaporkan pemberian antibiotik sebelum usia 6 bulan dapat meningkatkan risiko anak terkena asma hingga 70 persen. Cara-cara alami lebih disarankan untuk mengatasi beberapa penyakit anak, sehingga sistem kekebalan tubuh anak dalam melawan penyakit bisa bekerja secara alami juga. Berikut ini beberapa tips alami mengatasi anak sakit:
  • Batuk. Berikan 2,5 ml (setengah sendok teh) madu kepada balita usia 2-5 tahun, 5 ml kepada balita 6-11 tahun dan 10 ml untuk anak 12 tahun. Ingat, jangan memberikan madu kepada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun. Cara lain adalah, cincang bawang merah, tambahkan dua sendok makan gula, tempatkan dalam botol tertutup dan biarkan selama 6 jam. Kemudian berikan kepada balita sebanyak satu sendok teh sirup setiap beberapa jam sesuai kebutuhan.
  • Sakit perut. Untuk sakit perut kronis atau akut, minta bantuan medis. Untuk sakit perut satu kali ringan, pijat dengan beberapa tetes minyak esensial chamomile atau minyak esensial peppermint. Mandi dengan air hangat atau kompres hangat perut juga bisa menenangkan.
  • Sakit kepala. Sakit kepala sering terjadi ketika gula darah rendah, sehingga pastikan balita makan tiga kali sehari. Dehidrasi, juga bisa menjadi penyebab sakit kepala, beri balita minum 2 gelas air putih secara berkala.
  • Demam. Pengobatan alami memang dapat secara efektif menurunkan demam, namun segera hubungi dokter jika demam berlangsung selama lebih dari tiga hari atau jika terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 12 minggu. Cairan sangat penting untuk menjaga balita dari dehidrasi dan kekurangan gula darah. Jika minuman tidak menggoda mereka, cobalah permen sebagai gantinya. Makanan sehat yang mudah dicerna juga sangat bermanfaat, seperti padi, biji-bijian, pisang, sereal, biskuit, dan roti. Tempatkan kain basah pada dahi balita selama dua menit, kemudian ulangi 3-4 kali sehari selama 20-25 menit. Rendam beberapa menit kain dalam campuran 1 sdm cuka sari apel dan segelas air kemudian lap ke pergelangan tangan balita, ulangi sesuai kebutuhan.  Beberapa tetes minyak ikan di bawah lidah dapat mengembalikan tingkat vitamin A pada balita yang akan menurunkan demam.
  • Muntah. Dua jam setelah muntah, hindari memberikan anak makanan atau cairan. Perut balita perlu istirahat untuk menghindari memicu muntah lagi. Jika balita benar-benar haus, beri dia es batu untuk dihisap.
  • Diare. Sup ayam dapat mengurangi diare karena mengandung gelatin yang dapat membantu mengikat cairan dalam usus besar.
  • Cacar air. Untuk mengurangi rasa gatal, campurkan baking soda dalam air mandi.
  • Sakit tenggorokan. Minta balita berkumur dengan garam dan baking soda (masing-masing setengah sendok teh) dalam secangkir air hangat atau kumur dengan air hangat dicampur madu dan irisan jahe.
  • Pilek. Jangan sampai balita terhirasi. Untuk bayi di bawah 6 bulan, terus berikan ASI. Sebelum tidur, biarkan balita benapas di uap air panas. Kemudian pangku dia dan tepuk lembut  punggungnya untuk melonggarkan pernapasan dan lendir. Usapkan balsam hangat ke dada.
Ingat! Tidak semua penyakit bisa ditangani sendiri secara alami di rumah. Jika balita trauma, demam tinggi, kesulitan bernapas, hubungi segera dokter.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Kandungan Gizi Dalam Es Krim


 
 
 Hai bunda,... balita anda hobi makan es krim? Ternyata banyak kandungan gizi dalam es krim lho bunda. Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...
Anda termasuk orangtua yang khawatir, es krim bisa menyebabkan anak batuk pilek. 
Menurut riset G.J. Connett dan B.W. Lee yang dipubliksikan di “British Medical Journal”, penyakit infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak, seperti hidung tersumbat, pilek, dan radang tenggorokan akan muncul bila daya tahan saluran pernapasan terhadap udara dingin atau rendah menurun. Dengan kata lain, gangguan itu akan timbul jika balita menikmati es krim dalam kondisi badan tidak sehat dan dalam jumlah berlebihan.

Es krim umumnya dibuat dari krim. Namun kini. Digunakan pula  bahan baku seperti mentega, susu kental, susu bubuk, susu kental manis, dan susu evaporated. Kandungan gizinya cukup tinggi. Pada tahun 2003, ada sejenis es krim yang dikenal dengan es krim Modisco alias Modified Dread Skimmed Milk and Coconut yang dikembangkan oleh sekelompok peneliti dari Makasar, Sulawesi Selatan, yaitu Siti Nur R., SKM, Zakaria, Hendriyati, DCN, dan Lydia Fanny, DCN. Tujuan awalnya adalah menjadikan camilan bagi anak-anak balita yang kekurangan gizi. Menurut para penciptanya, Modisco dapat membantu memenuhi kebutuhan energi anak balita sekitar 12,5–17,6% dan kebutuhan 
protein sekitar 27,4–30%.

Kandungan gizi yang terdapat dalam es krim memang baik untuk anak. beberapa zat gizi yang terkandung dalam es krim antara lain kalori, lemak, protein dan karbohidrat.
Selain itu,  es krim juga mengandung beberapa jenis vitamin, antara lain vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B12, dan niasin. Es krim juga mengandung mineral kalsium yang dibutuhkan balita untuk membantu pembentukan dan perkembangan tulang dan gigi, serta membantu mengatur dan memelihara kerja saraf dan otot.

Satu porsi es krim kurang lebih mengandung 7-22 gram lemak. Namun kandungan lemak pada satu jenis es krim dengan jenis yang lain bisa saja berbeda tergantung pada lemak susu yang terkandung di dalamnya. Sayangnya, lemak yang biasanya ada dalam es krim merupakan jenis lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol darah dan berkontribusi menjadi faktor risiko obesitas pada anak. Itulah sebabnya, Anda perlu membatasi konsumsi es krim pada anak terutama bila ia sudah mengalami obesitas. 

Kalori yang ada dalam es krim bervariasi,  tergantung pada rasa dan merknya. Umumnya, satu porsi es krim mengandung 120-250 kalori. Penting untuk diingat,  1 porsi es krim hanya ½ cangkir es krim. Kebanyakan orang makan setidaknya dua kali jumlah ini pada satu waktu. Satu liter es krim bisa saja berisi empat porsi. Anak sebaiknya hanya makan es krim seminggu sekali. Pilihlah es krim yang bersih dan tidak sembarangan. Bagaimanapun bila es krim yang Anda beli tidak dalam kondisi bersih bisa membahayakan kondisi kesehatan si kecil.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

26.3.15

Tips Memilih Dan Menentukan Jenis Kursus Buat Buah Hati Sesuai Dengan Karakternya



Hai bunda,... berikut ini tips memilih dan menentukan jenis kursus buat buah hati sesuai dengan karakternya, semoga bermanfaat...
Jika anak ikut kursus yang sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, dapat membantu menggali, mengasah, dan mengoptimalkan bakat serta potensi anak. Hanya saja, Anda harus bijak dalam memilih dan menentukan jenis kursus buah hati Anda. Sesuai dengan karakternya!
  • Anak penakut: Kursus yang dapat menggali dan membangkitkan keberanian anak. Misal, berenang, beladiri, dan menyanyi (vocal)
  • Cerewet: Kursus yang dapat meredam kecerewetan anak, yaitu kursus yang mengajarkan kegiatan dengan konsentrasi tinggi atau yang menyalurkan energi dalam bentuk verbal, seperti sepak bola, futsal, beladiri, drama (acting), dan menyanyi.
  • Pemalu: Berbagai jenis kursus sesuai minat dan bakat anak. Rasa percaya dirinya akan tumbuh menggantikan rasa malunya.  Pergaulannya dengan teman dari berbagai usia akan mengasah keterampilan sosial dan emosinya sehingga anak dapat mengatasi rasa malunya. 
  • Percaya diri: Anak yang sudah punya rasa percaya diri cenderung overconfidence atau percaya diri berlebihan.  Kursus yang menyediakan kegiatan berkelompok cocok untuk meredam kecenderungan overconfidence. Misalnya futsal, sepak bola dan menari. 
  • Aktif: Butuh kursus yang bisa menyalurkan energinya yang berlebihan. Misalnya olah raga dan menari.  
  • Clumpsy (canggung): Untuk mengurangi  clumpsy atau canggung pada anak karena koordinasi motorik yang kurang baik, ikutsertakan anak dalam kursus yang mengasah keterampilan motorik halus. Misalnya, yoga atau menari. Kursus ini dapat membantu anak berlatih memusatkan pikiran pada sesuatu dan mengasah koordinasi gerak tubuhnya agar menjadi lebih baik.
Tanda-tanda anak lelah ikut kursus
  • Perangai anak berubah dari yang semula periang menjadi mudah marah, mudah ngambek, atau cemberut tanpa alasan.
  • Sering mengantuk karena kurang istirahat.
  • Nilai pelajarannya turun dan PR-nya sering tidak dikerjakan karena dia kelelahan sepulang mengikuti kursus.
  • Nafsu makannya tiba-tiba meningkat tajam. Beberapa anak mengatasi masalah emosi dengan makan.
  • Mengeluh sakit perut, pusing, atau rasa tidak nyaman lainnya tanpa sebab.
  • Bila sedang menonton TV seolah-olah tidak mau diganggu.
  • Mengeluh bosan.
  • Menolak berangkat ke tempat kursus.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Penyebab Balita Suka Makan Terus



 Hai bunda,... balita anda termasuk yang suka makan terus? Sebenarnya baik atau tidak? Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...
Anak susah makan mungkin jadi problema yang umum terjadi. Namun, bagaimana jika selera makan anak melebihi batas normal. Hal ini jangan dianggap enteng dan tidak bermasalah. Orang   tua perlu mencari tahu penyebabnya karena terlalu banyak makan bisa membuat anak kegemukan atau obesitas.
  • Kebiasaan atau habituasi. Awalnya anak kurang suka makan, atau pemilih makanan (picky eater), untuk mengantisipasinya, orang tua kemudian memberi camilan yang disukai anak. Tanda disadari, hal tersebut berkembang menjadi kebiasaan. Anak lebih suka camilan tanpa henti dan tidak mau makan makanan utama nasi dan lauk.
  • Bosan dan stres. Anak mencari kenyamanan, ketenangan dan rasa aman, melalu makanan, kebutuhan akan ras anyaman yang terus menerus, membuat anak terus menunjukkan hasrat atau nafsu makan.
  • Bermasalah dengan teman. Adakalanya anak tiba-tiba gemar makan dengan porsi besar karena masalah psikologis. Misalnya, anak cemas asaat harus beradaptasi dengan teman-teman baru di lingkungan sekolahnya. Ini mendorongnya mengalihkan rasa cemas dengan menyantap makanan kegemarannya dalam porsi besar.
  • Menghindari dari kewajiban. Namanya anak-anak ia suka seklai mencari-cari alasan menghindar dari kewajiban yang tidak disukainya. Misalnya, untuk mengelak dari tidur malam, anak berdalih, “Aku lapar. Bunda…” Padahal, anak baru beberapa saat menyelesaikan makan malamnya.
  • Dituntut menghabiskan makanan. Bisa juga  anak gemar makan dalam porsi besar karena orang tua, pengasuh atau pun lingkungannya selalu menuntut anak menghabiskan makanannya. Bis ajadi karena ingin menyenangkan lingkungannya atau takut dimarahi, anak selalu berusaha menghabiskan makananya, yang akibatanya ia seperti tidak mengenal rasa kenyang.
  • Pengganti kasih sayang. Kemungkinan lain, makanan dianggap sebagai pengganti kasih sayang orang tua. mungkin saj akarena merasa bersalah meninggalkan anak seharian bekerja, orang tua selalu membelikan makanan untuknya. Hari libur pun diisi dengan acara makan dari restoran ke restoran lain. Mencicipi satu hidangan ke hidangan lainnya, sampai kekenyangan.
  • Selalu tersedia. Karena berbagai alasan adakalanya orang tua menyediakan aneka makanan atau pun camilan menarik kegemaran anak yang selalu menggugah keinginannya makan setiap saat.. tentu saj aini membuat anak ingin terus mengunyah makanan favoritnya. Tanpa terasa porsi makannya pun berlebihan.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Melatih Balita Agar Tidak Ngompol Lagi



Hai bunda,... balita anda masih sering ngompol? Nah berikut ini tips melatih balita agar tidak ngompol lagi, semoga bermanfaat....
Bila balita masih sering ngompol,  terapkan latihan ini dimana pun Anda berada:
  • Buang air kecil sebelum tidur. Lanjutkan kebiasaan ini meski tidak sedang berada di rumah. Jelaskan pada anak bahwa dia tidak boleh ngompol -  apalagi di rumah kakek-neneknya.  
  • Bangunkan anak bila dia tampak gelisah. Anak-anak yang minum susu sebelum tidur, akan merasa ingin buang air kecil di saat tidur.  Anak-anak umumnya gelisah saat kandung kemihnya mulai penuh. Bangunkan anak, ajak dia ke kamar mandi. Atau, bila dia sulit membuka matanya, gendong dia ke kamar mandi dan minta dia buang air kecil.
  • Batasi makanan dan minuman yang manis. Batasi konsumsi gula berlebih pada anak.  Secara alami, tubuh akan membuang kelebihan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, termasuk gula. Minuman dan makanan yang manis akan membuat anak sering buang air kecil.
  • Konsisten menerapkan toilet training. Tidak ada alasan Anda menghentikan toilet training. Tetap saja lakukan seperti biasa. Alat bantu seperti pispot dapat Anda bawa dari rumah atau Anda beli setibanya Anda di tempat tinggal orang tua Anda. Ajak anak ke kamar mandi setiap 1 jam sekali.
  • Beri pujian bila dia berhasil tidak ngompol. Dipuji karena tidak mengompol, membuat anak bangga. Dia juga merasa disayang saat dia mendapat pujian.
  • Hindari ancaman dan hukuman dengan mengatakan “nanti dimarahi nenek”. Lebih baik Anda mengatakan “malu sama kakek-nenek dan saudara lainnya kalau kamu masih ngompol”.
  • Gunakan perlak – alas karet -  saat tidur malam. Tingkatkan percaya diri Anda dengan melepas popoknya di malam hari dan alasi tempat tidur dengan perlak yang dilapisi kain. Jika ia tiba-tiba ngompol, akan mudah menyadarinya. Segera bawa ke kamar kecil jika ini terjadi.
  • Jangan permalukan dan memarahi anak bila dia mengompol. Anak tak ingin mengompol, karena sebetulnya dia pun malu bila ngompol. Memarahi anak di depan anggota keluarga lain akan membuatnya makin malu dan mengikis harga dirinya.  
  • Perlihatkan anak lain yang lebih besar yang sudah tidak ngompol lagi. Sepupu yang sudah tidak mengompol, dapat menjadi contoh bagi anak Anda. Tunjukkan bagaimana anak-anak yang sudah besar buang air kecil sendiri ke kamar mandi.
  • Ajarkan dia bicara saat merasa ingin buang air kecil. “Bunda, mau pipis.” Adalah kalimat pendek yang seharusnya sudah dapat diucapkan anak Anda di usia ini. Ajarkan anak mengucapkan kalimat ini setiap kali dia merasa ingin pipis. Atau Anda dapat bersikap peka bila anak sudah menunjukkan gelagat ingin pipis. Anak-anak yang merasa ingin buang air kecil biasanya menggerakkan kepalanya secara tak sadar. Segera bawa anak ke kamar kecil.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Kegiatan Yang Perlu Dilakukan Balita Agar Siap Masuk Sekolah



 Hai bunda,... berikut ini beberapa kegiatan yang perlu dilakukan balita agar siap masuk sekolah, semoga bermanfaat...

Umur boleh sama, namun anak yang terlatih lebih siap bersekolah. Tiga tanda balita siap sekolah adalah siap bermain dengan teman, bisa berpisah dari orang tua, dan bisa menolong diri sendiri. Berikut 15 aktivitas yang melancarkan langkah balita masuk sekolah.

  • Undang 2 anak sebaya perempuan dan laki-laki untuk bermain bersama balita Anda.
  • Dorong balita untuk saling berinteraksi tanpa Anda ikut campur mengatur apa yang mereka mainkan, tapi tetap awasi.
  • Adakan acara ini secara rutin.
  • Beritahu balita sebelumnya bahwa teman-temannya akan bermain dengan mainan miliknya. Ini membantunya untuk mau berbagi dan bersikap baik.
  • Manfaat: Balita belajar bersosialisasi, berbagi dan membangun sikap yang baik terhadap orang lain.
2. Membereskan Mainan
  • Sediakan wadah, kotak atau lemari khusus untuk menyimpan mainan.
  • Ajak balita untuk mengembalikan mainannya ke wadah tersebut.
  • Beri pujian bila dia mengembalikan mainan ke tempatnya seperti yang Anda perintahkan.
  • Beri contoh dengan selalu mengembalikan barang ke tempatnya, misalnya setelah selasesai membaca buku langsung Anda kembalikan ke rak buku.
Manfaat: Balita belajar kemandirian, ketertiban dan tanggung jawab sehingga memberi nilai lebih di sekolah.
3. Membuat jadwal
  • Buat jadwal kegiatan sehari-hari balita dan pasang di tempat yang selalu dilihat balita.
  • Sisipkan kegiatan mainan sekolah-sekolahan dalam jadwal balita. Sesuaikan waktu bermain dengan jam dia bersekolah nanti.
  • Jangan lupa jadwalkan tidur. Balita perlu cukup tidur agar bisa bangun dengan segar serta siap melakukan berbagai kegiatan.
Manfaat: Balita belajar rutinitas dan disiplin sehingga terbiasa mengikuti jadwal kegiatan dari guru.
4. Memberi Nama Benda
  • Meski anak belum bisa membaca, templestiker namanya pada barang-barang miliknya, seperti kaos atau topi.
  • Belikan di abenda yang bertuliskan namanya, seperti kaos atau topi.
  • Beritahu balita benda dengan lebel bentuk huruf seperti ini adalah miliknya.
Manfaat: Balita belajar identitas diri dan mengenal huruf.
5. Bacakan Buku Cerita
  • Buat kebiasaan membacakan buku cerita pad awaktu yang sama setiap hari atau pada hari-hari tertentu dalam seminggu.
  • Pilih waktu santai Anda dan balita.
Manfaat: Balita belajar memusatkan perhatian dan menyimak.
6. Mencoret-coret
  • Sediakan krayon dan kertas, ajak balita mencoret di atas kertas.
  • Biasakan balita mencoret-coret kertas sambil duduk di kursi.
Manfaat: ketrampilan motorik halus, kreatifitas dan imajinasi.
7. Memilih Baju
  • Untuk baju sehari-hari di rumah, ijinkan memilih sendiri baju mana yang akan dikenakan. Beri rambu, baju untuk dipakai di rumah ada di laci warna kuning, misalny.
  • Untu bepergian atau ke seklah, sediakan 2-3 pilihan pakaian dan biarkan balita memutuskan apa yang dia inginkan.
  • Jangan mencela baju pilihannya.
Manfaat: balita belajar sadar diri, mandiri dalam mengambil keputusan.
8. Mengatur barang-barang
  • Siapkan satu tas dan barang-barang yang akan dibawa ke sekolah, seperti tempat makan, sapu tangan, baju ganti dan lain-lain.
  • Minta anak memasukkan barang-barang dalam tasnya, kemudian minta ia mengeluarkannya lagi sambil dicek apakah ada barang yang tertinggal.
Manfaat: balita belajar rutinitas, mandiri, tanggung jawab, teliti, dan melatih daya ingat barang apa saja yang dibawa pergi dan kembali.
9. Membuang Sampah
  • Sediakan beberapa tempat sampah untuk memudahkan balita membuang sampah. Misalnya di dapur, ruang keluarga dan di tempat anak biasa bermain.
  • Jadilan contoh yang baik dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.
Manfaat: Balita belajar kebersihan dan melatihnya mengikuti intruksi berbagai aktivitas di sekolah.
10. Pergi Agak Lama
  • Ajak balita mengunjungi tempat baru yang belum pernah dia kunjungi. Ajak dia mengamati orang-orang yang berada di tempat itu.
  • Bila ada prasekolah yang menawarkan program uji coba, sertakan balita agar Anda tahu apakah balita merasa senang berad di sana.
Manfaat: balita belajar beradaptasi dengan lingkungan baru.
11. Memakai Sepatu
  • Pilih sepatu yang mudah dikenakan dan dilepas.
  • Biasakan selalu mengenakan sepatu setiap pergi ddari rumah, minta anak mengenakan sendiri sepatunya, melepaskannya dan meletakannya di rak sepatu setelah dipakai.
Manfaat: belajar mandiri dan percaya diri.
12. Ke Toilet Sendiri
  • Biasakan balita buang air di kamar mandi.
  • Ajarkan balita mengatakan keinginannya buang air. Awalnya tanyakan apakah di aingin buang air atau tidak.
  • Jangan memarahi balita bila terlambat memberitahu Anda.
Manfaat: belajar kemandirian, kepercayaan diri, kebersihan, dan kesehatan. Selain itu lulus toilet training biasanya jadi salah satu syarat yang diajukan pihak prasekolah.
13. Bernyanyi
  • Ajarkan balita berbagai jenis lagu anak-anak.
  • Latih balita untuk menyanyikan lagu hingga selesai.
Manfaat: fokus melakukan satu kegiatan dan menambah perbendaharaan kata serta meningkatkan kemampuan bahasanya.
14. Makan Sendiri
  • Ajarai balita menggunakans endok makan dengan benar dna mengunyah makanan secar aperlahan.
  • Gunakan kat apanduan yang posistif, seperti, “Hebat makanannya sudah habis.”
Manfaat: Bisa menolong diri sendiri saat anak berada di sekolah.
15. Antre ke kamar mandi
  • Ajak balita menunggu giliran ke kamar mandi.
  • Beritahu balita tidka boleh memukul-mukul pintu atau berteriak kesal karena lama antri,
  • Puji balita yang sudh bis abersabar mengantre.
Manfaat: di sekolah, balita akan menghadapi kenyataan, semua fasilitas yang tersedia harus digunakan bersama-sama. 

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Agar "Mandi" Menjadi Acara Yang Menyenangkan Bagi Balita



Hai bunda,... berikut ini tips agar acara mandi menjadi acara yang menyenangkan bagi balita, semoga bermanfaat...

Anda dapat menjadikan acara mandi sebagai acara yang menyenangkan bagi balita dengan melakukan hal-hal berikut ini:
  • Sediakan kemasan sabun dan sampo yang lucu misalnya kemasan berbetuk hewan.
  • Membiasakan balita mandi sesuai jadwal. Anda dapat membuat jadwal mandi anak, misalnya pagi sekitar jam 08.00 dan sore hari sekitar jam 17.00. dengan memberikan jadwal, secara langsung Anda akan membiasakan balita mandi dalam pola yang teratur.
  • Boleh juga Anda memasang kaca di kamar mandi agar ia dapat melihat bagian tubuhnya yang sedang dibersihkan. Selain itu ia dapat melihat tubunya yang belepotan sabun. Bagi balita tubuh yang belepotan sabun merupakan pemandangan yang lucu.
  • Keramas bagi sebagian anak bisa menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan. Pasalnya busa sampo yang masuk ke mata dapat membuat matanya pedih. Untuk mencegahnya, Anda dapat mengenakannya topi khusus pencegah busa sampo masuk ke mata. Topi ini berbentuk bundar dengan bolongan di tengahnya.
  • Bayi usia 6 bulan ke atas sudah senang bermain air, misalnya senang memercikkan air. Anda dapat membagi waktu mandi. Main air selama 5 menit, baru seteah itu mandi 5 menit
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengasah Balita Agar Mempunyai Sikap Selalu Optimis



Hai bunda,... berikut ini tips mengasah balita agar mempunyai sikap selalu optimis, semoga bermanfaat...
Orang yang selalu optimis, tak ada kondisi yang membuatnya frustrasi. Ada saja yang bisa dilakukan hingga segala sesuatu terasa mudah dan menyenangkan. Anda dapat melatih balita Anda menjadi sosok seperti ini.

Sejak hari pertama kelahiran anak Anda, sudah bisa dilihat apakah ia tipe ceria atau tidak. Namun demikian, sikap optimis bisa dipelajari sejakmasa kanak-kanak. Doronglah sikap optimis anak dengan cara-cara berikut ini!
  • Memberi pujian. Hal-hal ini tidak saja membuat anak bangga, namun merupakan dasarsikap optimis. Rasa bangga dapat meningkatkan percaya diri, sehingga anak berani menghadapi apa pun yang ada di hadapannya.
  • Hindari membesarkan sikap pesimis. Jangan terlalu memperhatikan bila anak mulai mengungkapkan berbagaikeluhannya. Cukup tunjukkan sikap simpati sederhana. Melalui sikapAnda, ajaklah ia melihat segala sesuatu dari sisi positif. Misalnyakatakan, "Mama percaya kamu pasti bisa melakukannya. Ayo cobalagi ya!"
  • Tunjukkan beda sikap optimis-pesimis. Tunjukkanlah pada anak beda orang-orang yang bersikappesimistis dan optimis, dan apa saja untung-ruginya. Seorang yangpesimis akan langsung menyalahkan diri begitu hal buruk terjadi.Meskipun bisa jadi itu suatu bentuk pertanggungjawaban, namun sikaptersebut sedikit banyak bisa menghancurkan rasa percaya diri.Sebaliknya dengan sikap optimis, anak akan merasa diri, kemampuan danusahanyalah yang membuatnya berhasil. Jika hal buruk terjadi, ia akanmenyalahkan kondisi di luar dirinya, seperti "Tugas itumemang sulit"; "Saya merasa tidak sehat"; "Ini hari yang buruk";. Meski tidak selalu tampakrealistis, namun bagi si optimis penolakan orang lain tidak terlalumengecewakannya, tapi justru menantangnya untuk melakukan dengan lebihbaik di kesempatan lain.
  • Belajar bersabar. Anak akan mengalami sendiri kejadian sehari-hari tanpa Andaada di sisinya. Seperti ketika bertengkar dengan teman. Misalnya, Nadia (5tahun) bingung karena sahabatnya, Lila, sekarang lebih suka bermaindengan Doni daripada dengannya. Nadia sedih karenanya. Ibu Nadiamenyuruhnya menunggu sementara waktu. Benar juga, setelah tiga hari, Lila kembali mengajak Nadia ikut bermain bersama Doni. Optimisme jugaberarti memiliki kesabaran ketika harus menanti.
  • Memberi kesempatan mandiri. Dengan memberi kesempatan pada anak untuk melakukan beberapa halsendiri, ia lebih mandiri karena belajar memecahkan masalahnya sendiritanpa menunggu bantuan orang lain. Dalam kesempatan ini ia juga dapatmembuktikan bahwa dirinya kompeten dan cekatan. Ini mendorong sikapoptimisnya dalam memecahkan berbagai masalah. 
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengajak Balita Silaturohmi Tanpa Rewel




 Hai bunda,... berikut ini tips mengajak balita anda silaturohmi tanpa rewel, semoga bermanfaat...

Tak perlu ragu membawa anak bersilaturahmi di hari raya Lebaran ke rumah kerabat atau kolega. Asal Anda tahu strateginya, semua bisa berjalan lancar!
  • Pastikan anak sehat saat berangkat. Dengan tubuh sehat, anak tak gampang rewel.
  • Tentukan lama berkunjung. Hindari mengajaknya bepergian dari pagi hingga sore hari. Anak akan merasa kelelahan. Tentukan pula batas waktu berkunjung di tiap rumah. Bila anak sudah menunjukkan wajah letih, tanda buat Anda juga untuk pulang.
  • Pertimbangkan jarak tempuh. Kemacetan dan jauhnya jarak mempengaruhi suasana hati bayi Anda. Jika Anda tak nyaman menghadapi macet yang berjam-jam menuju rumah kerabat, apalagi anak Anda!
  • Lupakan dulu tradisi berkunjung ke lebih dari dua rumah. Anak, terutama balita belum tentu sepakat diajak keliling dari satu rumah ke rumah lain. Buat prioritas yang hendak dikunjungi. Yang kali ini tidak bisa terkunjngi, sampaikan maaf dan salam melalui telepon. Kali ini Anda harus menempatkan kenyamanan anak Anda sebagai prioritas.
  • Persiapkan perlengkapan sehari-hari sebelumnya. Bila tas berisi perlengkapan anak yang akan Anda bawa saat bersilaturahmi sudah siap sbelumnya, Anda akan merasa lebih tenang dan yakin. Dan mood ini juga terbawa ketika Anda berangkat dan berada di tempat tujuan, sehingga anak pun jadi ikut tenang hatinya. 
  • Peka dan cekatan. Kalau anak rewel, jangan buru-buru putus asa dan mengajaknya pulang. Situasi runyam bisa dihindari dengan memastikan kondisi kenyamanan anak. 
  • Tidak panik ketika anak rewel. Cari tahu penyebab rasa tidak nyamannya dan segara atasi.
  • Rela tinggalkan anak bila acara silaturahmi formal. Bisa jadi silaturahmi ke rumah atasan kerja berlangsung dalam acara resmi sehingga Anda tak bisa bebas memperhatikan anak. Untuk yang satu ini, upayakan mencari tenaga pengasuh atau menitipkan kepada kerabat yang bisa dipercaya.
Kenali kebiasaannya.
  • Jenis tangis. Tangis saat lapar berbeda dengan tangis lelah, bosan, atau tidak nyaman karena popoknya harus diganti.
  • Kebiasaan.  Kapan anak mudah bosan, suasana seperti apa yang membuat tidak nyaman. Dengan menghindari penyebab kerewelan, Anda juga mengurangi penyebab ketidaknyaman saat bersilaturahmi.
  • Jadwal sehari-hari. Pahami betul pada jam berapa ia biasa mengantuk dan tidur, jadwal makan dan bermain, dan seterusnya. Sehingga Anda bisa melakukan antisipasi dengan menyesuaikan waktu silatarahmi dengan jadwal anak.
  • Karakter. Misalnya di usia 6 bulan anak merasa tidak nyaman bila ada orang belum dikenalnya tiba-tiba mendekat dan menggodanya. Siasati dengan membawanya menjauh jika raut muka anak mulai tidak menyenangkan. Supaya tidak membuat menyinggung perasaan, katakana saja “wah..sudah mau nangis nih, pindah dulu ya…” 
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Aturan Yang Perlu Diperhatikan Ketika Balita Makan Agar-agar



 Hai bunda,... balita anda suka makan agar-agar? Nah berikut beberapa aturan yang harus diperhatikan ketika balita makan agar-agar, semoga bermanfaat...

Tekstur kenyal agar-agar sangat menarik indera perasa balita. Selain dimakan begitu saja, agar-agar juga digunakan di banyak olahan makanan. Meski demikian, tetap ada aturan makannya lho.
  • Berikan dalam potongan-potongan kecil agar anak tidak tersedak. Bagi anak di bawah usia 3 tahun sebaiknya dalam bentuk serutan/serpihan.
  • Dimakan begitu saja enak, bisa juga dibuat 1001 resep puding, disajikan bersama irisan buah atau vla, dibuat minuman es sarang burung, campuran es buah, atau dibubuhkan saat memasak nasi (agar-agar tawar) untuk mendapat nasi berserat tinggi yang padat dan pulen.
  • Kadar gula agar-agar (kecuali rasa tawar) umumnya tinggi, karena itu batasi pemberiannya. Jangan diberikan dekat waktu makan karena bisa merusak selera makan anak.
  • Membuat sendiri. Untuk mendapatkan agar-agar yang cukup kenyal perlu 2 sendok teh (agar-agar bubuk) atau 2 sendok makan (agar-agar serpihan) per 600 ml air. Untuk mendapatkan hasil sempurna, biarkan agar-agar 10-15 menit terendam air sebelum dimasak. Memasak agar-agar butuh waktu 5 menit (bubuk), dan 10-15 menit (serpihan). Jangan lupa terus mengaduknya supaya tercampur rata. Simpan agar-agar di kulkas agar tidak rusak atau tercemar. Agar-agar bisa direbus dan dicairkan ulang jika perlu.
  • Membeli jadi (siap dikonsumsi). Pilih produsen bereputasi baik. Pada kemasannya  tercantum kandungan gizi, bahan, zat tambahan (pewarna, pemanis) yang aman dan khusus untuk makanan, dan tanggal kadaluwarsa. Pastikan kemasannya utuh, tidak robek/rusak sehingga tercemar mikro-organisma berbahaya.
  • Jangan membeli agar-agar siap makan dari pedagang keliling (disajikan dalam cetakan agar-agar), karena diduga menggunakan pewarna tekstil.
  • Tidak semua buah-buahan cocok dimakan bersama agar-agar. Jeruk dan stroberi tercampur dengan baik di agar-agar, namun kiwi tidak. Enzim tertentu pada nanas, pepaya, mangga, dan peach dapat merusak struktur agar-agar. Begitu juga cokelat. Namun ini tidak berlaku jika buah-buahan tersebut diproses terlebih dahulu.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Merawat Kulit Bayi



 Hai bunda,... berikut ini tips merawat kulit bayi, semoga bermanfaat...

Perawatan khusus, mutlak dibutuhkan agar kesehatan kulit bayi terjaga. Apalagi mengingat kulit bayi berperan penting dalam sistem pertahanan kesehatan bayi secara keseluruhan.

Dalam menggunakan produk perawatan bayi, pililah  yang memiliki tingkat kelembutan sesuai kulit bayi, memenuhi standar uji klinis terhadap kemurnian bahan, dan secara khusus memang diformulasikan untuk bayi.
  • Selalu mandikan bayi dengan air hangat. Sabuni dengan sabun ber- pH rendah (sekitar 4,5 - 5).
  • Jika  lapisan vernix caseosa masih terdapat pada kulitnya, jangan menggosok kulit bayi karena lapisan bermanfaat sebagai pelindung kulit.
  • Pastikan tidak ada sabun yang masih menempel pada kulit bayi.
  • Setelah selesai mandi, keringkan tubuh bayi dengan handuk bertekstur halus dengan menepuk-nepuk   bukan menggosok.
  • Jangan bubuhi bedak di daerah lipatan misalnya leher, ketiak paha dan kelamin, sebab dapat menyebabkan bedak bercampur keringat, urin atau feses sehingga menggumpal dan mengundang bakteri berkembang biak.
  • Kenakan pakaian dari bahan katun agar menyerap keringat. Ukuran pakaian harus sedikit longgar agar bayi nyaman. 
(Sumber : ayahbunda.co.id)