17.9.15

Tips Ciptakan "Bayi Bahagia"



 Hai bunda,... berikut tips menciptakan "bayi bahagia", semoga bermanfaat....

Anda boleh  bangga,  tiga  minggu setelah melahirkan, Anda mulai mahir membedakan ‘irama’ tangis  pertanda si kecil lapar, dan pertanda popoknya basah. Hari demi hari pun,  kemampuan Anda sebagai orangtua baru terus meningkat. Anda pun semakin percaya diri. Namun tetap saja ada rasa cemas menyelinap di benak.  Cukupkah makannya? Apakah tangisnya itu normal?  Bahagiakah ia?  Inilah  beberapa hal yang bisa mencirikan bayi sehat ,dan bahagia lewat perilaku, temperamen, dan penampilannya.

1.    Sering ganti popok
Sebagai ibu baru, Anda mungkin merasa ASI tidak  mencukupi kebutuhannya, apalagi ia sering menangis. Anda menduga ia kelaparan.   Anda pun khawatir si kecil tidak tumbuh dan  berkembang dengan baik. Ternyata,  jika Anda sering mengganti popoknya, paling tidak 8 - 10 kali sehari, Anda tak perlu khawatir. Itu adalah pertanda  yang baik jika kebutuhan makannya terpenuhi.

2.    Senang tersenyum dan menatap
Senyum dan tertawa,  menurut, Dr Caspar Addyman dari Birkbeck College  London, Inggris yang melakukan riset tentang senyum dan tawa bayi,  kedua hal tersebut merupakan alat komunikasi yang penting bagi bayi sebelum kemampuan bahasa mereka berkembang. Saatnya bagi Anda untuk sering mengajaknya bermain  agar senyumnya berkembang beriringan dengan kemampuan bahasanya, karena ia sering mendengar Anda mengajaknya bicara.


3.    Tangis mereda oleh suara
Menangis adalah alat komunikasi utama bayi di awal kehidupannya. Lewat  itu  ia mengungkapkan rasa ngantuk, lapar atau ingin ganti popoknya yang basah.  Tangisnya akan reda jika Anda memenuhi kebutuhannya. “Saat ia menangis dan orangtua merespon tangisnya, bayi akan belajar bahwa Anda bisa membuatnya tenang,”  kata  Linda Gilkerson, Ph.D.  Direktur The Irving B. Harris Infant Studies Program, Erikson University, Illionis, AS.  Respon si kecil yang tenang itu juga  sebagai tanda mulai terbangunnya hubungan yang baik antara si kecil dengan Anda.

4.    Sering tampak diam
Di minggu awal kelahirannya, aktivitas utama si kecil  adalah  minum susu dan tidur. Hampir setiap 2 jam sekali ia minum susu. Ia pun tidur  16 jam. Namun di usia 1 bulan,  bayi mulai   berkurang jam tidur. Saat bangun ia mulai ‘mengamati’ dan ia mulai fokus saat melihat  sesuatu. Coba saja Anda menunjukkan mainan berwarna cerah di dekatnya. Anda akan melihat, benda itu  mencuri perhatiannya. Jika ia sedang rewel, benda itu pun bisa membuatnya tenang. Di usia ini,    si kecil  sedang berusaha  untuk mengamati sekelilingnya dan memproses semua informasi itu di benaknya.

5.    Tertarik suara musik
Sebetulnya, sih,  bayi  sudah bisa mendengar sejak lahir, namun membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mendengar suara secara jelas.  Suara AC yang berdesis, suara  musik dari televisi atau yang terdengar saat melewati toko musik, cukup akan membuatnya mencari-cari datangnya suara. Suara itu juga membuatnya ‘terhibur’.  Coba saja Anda membuat suara konyol, membunyikan bibir, membuat suara mobil atau motor menderu misalnya, bisa membuatnya tertawa. Semua reaksi yang ia berikan itu menandakan telinganya sehat dan pendengarannya baik.

6.    Terpana  melihat warna dan bentuk
Anda akan melihat pandangannya terpana dan tertuju kepada benda yang berputar-butar seperti kipas angin. Itu pertanda perkembangan padangannya telah mengalami kemajuan. Bayi baru mampu melihat secara jelas dalam rentang 8 – 12 inci, sama dengan  jarak dari wajahnya saat menyusu ke wajah Anda.  Beberapa riset menemukan, bayi lebih menyukai gambar wajah dibanding gambar yang lain. Di usia 2 bulan rata-rata bayi mulai senang melihat pola, warna cerah dan benda-benda yang berputar.
  
7.    Semakin kuat
Di usia satu bulan, saat  tidur tengkurap, Anda akan mulai melihat ia mencoba  mengangkat kepala.  Ia akan berusaha  menggerak-gerakkan lehernya saat berada di gendongan Anda. Di usia 3 bulan,  bayi semakin ahli dan senang menahan kepala,  kemudian  menggerakkan lehernya. Itu pertanda si kecil sedang melatih otot-ototnya. Mulailah memberinya waktu untuk tummy time, yang akan membantu mengembangkan perkembangan otot termasuk kemampuannya berguling dan duduk.  “Bayi yang tak memiliki cukup tummy time, cenderung telat berguling duduk dan merangkak dibanding normal,” kata Dr. Jennifer Shu,  penulis  buku Heading Home With Your New Born, bersama  Dr. Laura Jana.

8.    Tenang dan tidur teratur
Anda mulai tidak lagi sering mendengar tangisnya.  Ia kini ia mulai sering tampak tenang.  Secara perlahan ia mulai pandai beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim. Tidurnya pun semakin nyenyak. Bahkan,  beberapa bayi mulai memiliki jam tidur rutin di usia 4 bulan yang akan membuat Anda bisa merencanakan dan mengatur kegiatan. Anda bisa merencanakan me time untuk mengajak teman menonton film terbaru, dan mengunjungi restoran yang selama hamil tidak bisa Anda datangi. Namun, jika bayi usia 4 bulan masih makan dan tidur dalam jam yang tidak teratur,  cobalah untuk mengatur ulang jadwal aktivitasnya sehari-hari.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

0 komentar:

Post a Comment