7.4.15

Tips Agar Balita Mencintai Buku



Hai bunda,... yuk ajak balita anda mencintai buku. Nah berikut ini tips agar balita cinta buku, semoga bermanfaat...
 
Mulai kapan anak diajak membaca buku? Sebenarnya bisa sejak bayi, tapi jika baru Anda mulai pada usia 2-3 tahun tak berarti terlambat. Sebab untuk belajar cinta membaca, anak usia ini sudah mampu mengerti cerita buku. Ia pun sudah bisa diajak bercerita kembali. Ajak anak cinta buku dengan:
  • Baca setiap hari.
  1. Kegiatan baca buku setiap hari menumbuhkan kebiasaan baru yang sehat.
  2. Berikan buku yang variatif dan sesuai tariff berpikir anak serta mengandung pesan-pesan edukatif.
  3. Baca secara perlahan agar balita memahami apa yang Anda ucapkan.
  • Seperti mendongeng. Maksudnya, ketika membacakan cerita dari buku, bumbui dengen ekspresi dan intonasi suara yangberebda-beda sesuai jalannya cerita. Ekspresi Anda yang mendukung karakter dari tokoh-tokoh di dalam cerita membuat balita tertarik dengan isi buku.
  • Ajak berskperimen. Ajak balita bereksperimen dengan aneka ekspresi untuk menghidupkan suasana mendongeng. Misalnya, tanyakan tentang apa yang terjadi pada cerita itu. Dari sini Anda tahu seberapa besar daya tangkap balita. jangan lupa gentian mendengarkan ceritanya. Memberinya kesempatan bercerita adalah cara efektif anak belajar bicara.
  • Mudah dijangkau. Simpan buku-buku milik balita di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau agar setiap saat ia bisa langsung mengambil tanpa perlu minta bantuan orang lain. Lebih baik balita rajin membaca buku tanpa disuruh, bukan?
  • Ajak ke perpustakaan atau toko buku. Sering-sering ajak anak mengunjungi perpustakaan atau toko buku. Biarkan dia menikmati indahnya deretan buku-buku yang merangsangnya untuk membaca. Membiaaskan balita berada dalam lingkungan yang dipenuhi buku, menambah kelektan anak dengan buku. 
  • Keluarga terlibat. Ajak seisia rumah untuk mencintai buku, agar anak paham bahw abuku penting bagi orang sekitarnya. Di usia ini, anak belajar kebiasan dari meniru orang lain. 
  • Sebagai panduan. Biaskan membuka buku panduan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Misalnya memasak atau membuat prakarya. Anak akan merasa terbantu saat ,emgikuti langkah-langkah yang ada di buku. Mungkin balita belum bisa membaca, tetapi ia bisa tahu dengan melihat gambar apa yang diperintahkan buku. Selain itu membaca sambil mempraktikkan adalah cara jitu membuat anak cerdas. 
  • Bukan reward atau punishment. Jadilah buku sebagai sahabat setiap anak. Bila Anda menjadikan buku sebagai punishment, bisa-bisa balita masuk dalam situasi dilematis antara buku atau anjuran Anda. Semisal, bila ia tidka mau makan banyak, Anda ‘mengancam’ balita tida dibelikan buku.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

6.4.15

Dua Tahapan Siklus Tidur Bayi




 Hai bunda,... ternyata ketika bayi tidur dia mengalami 2 siklus, berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...

Apa yang terjadi ketika bayi tidur? Ternyata dia tidak mengalami hal yang sama sejak mulai tidur sampai waktunya bangun karena dalam satu siklus tidur, bayi mengalamai dua tahapan.
  • Dimulai dengan light sleep ketika dia masih mudah terbangun, kemudian masuk deep sleep atau tidur nyenyak. Setelah menyelesaikan satu siklus tidur, bayi akan masuk lagi ke tahap light sleep dan terus mengulangi siklus itu sepanjang malam.
  • Perpindahan dari deep sleep ke light sleep adalah periode rawan, dan bayi mudah terbangun. Bila ada sesuatu yang mengganggu, seperti ruangan yang terlalu dingin, lapar, atau popok basah, bayi akan terbangun. Bila tidak ada gangguan, dia akan memasuki tahap light sleep sekitar 10 menit sebelum kembali tidur nyenyak. 
  • Siklus tidur bayi hingga berusia 9 bulan berlangsung sekitar 50-60 menit. Lebih pendek dibanding siklus tidur orang dewasa yang berlangsung selama 90 menit. Akibatnya bayi punya lebih banyak periode rentan terbangun. Siklus tidur bayi lebih pendek daripada orang dewasa karena bayi belum bisa mengatur pola aktivitas tubuh, salah satunya pola bangun dan tidur. 
  • Bayi juga punya dua kali light sleep dibanding orang dewasa. Bayi baru biasanya tidur siang selama 8-9 jam dan 8 jam di malam hari. Ketika usia bayi bertambah, siklus tidurnya bertambah panjang dan tahapan light sleepnya semakin berkurang.
Memberikan cahaya yang redup berguna membantu tidur bayi lebih nyenyak. Anda bisa membantu bayi membentuk pola aktivitas tubuhnya dengan menciptakan kondisi lingkungan yang konstan, termasuk mengenalkannya dengan siang dan malam.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Manfaat Penting Sarapan Bagi Tumbuh Kembang Anak-anak




 Hai bunda,.... sarapan sangat penting khususnya bagi anak-anak, berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...
 
Sarapan merupakan makanan terpenting dalam satu hari, karena memberikan 30% energi harian. Hal ini disampaikan oleh Dr.Samuel Oetoro, dokter spesialis klinik gizi. Dr.Samuel mengatakan, sarapan sangat penting khususnya bagi anak-anak, sebagai bahan bakar untuk bermain dan belajar. Sarapan sehat adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat. Di mana bisa meningkatkan kadar gula secara perlahan dan memiliki sifat penyerapan yang baik oleh pembuluh darah.

Sarapan sehat terdiri dari:

  • Padi-padian. Salah satu contohnya adalah gandum utuh yang mengandung krabohidrat kompleks yang dapat dicerna perlahan sehingga dapat melepaskan energi secara bertahap dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Susu dan hasil olahannya. Seperti keju dan yoghurt, yang mengandung proteion dan kalsium untuk membantu pertumbuhan anak.
  • Buah dan sayuran. Mengandung vitamin dan mineral sebagai zat pengatur serta serta untuk membantu melancarkan pencernaan.
Apa saja manfaat dari sarapan:
  • Memberikan energi dan asupan nutrisi. Anak yang tidak sarapan, 30% asupan energi dan nutrisi akan hilang, dan tidak mudah untuk mengimbanginya dengan nutrisi tambahan pada siang dan malam hari.
  • Memperbaiki mood. Kehilangan gula darah 8-10 jam tanpa asupan makanan akan menurunkan mood anak. Sarapan yang baik akan mengisi kembali gula darah yang hilang dan anak akan merasa nyaman untuk menyambut hari mereka.
  • Membantu anak untuk dapat berprestasi di sekolah. Banyak survey menunjukkan bahwa sarapan memegang peranan penting untuk membantu anak berkonsentrasi sehingga dapat membantu mereka berprestasi di sekolah.
  • Membantu membentuk disiplin dan menunjang performa anak. Rutin sarapan setiap pagi, akan mengajak anak belajar berdisiplin dan mengatur diri. Dan dengan cukup energi akan membuat anak lebih percaya diri sehingga lebih aktif dan produktif.
Menjalin kebersamaan keluarga. Waktu sarapan adalah momen khusus keluarga yang dapat digunakan untuk membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan orang tua dan anak.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengajari Balita Agar Rajin Sikat Gigi Dengan Benar



 Hai bunda,... berikut ini tips mengajari balita agar rajin sikat gigi dengan benar, semoga bermanfaat...

Mengajak balita rajin sikat gigi memerlukan trik khusus. Ajari dan biasakan menyikat gigi mulai sejak dini agar kelak menjadi sebuah kebiasaan.

1. Siapkan peralatan gosok gigi. Sebelum balita mulai belajar gosok gigi, sediakan sikat gigi anak yang kepalanya relatif kecil, yaitu 1,5 cm dengan panjang bulu sikat sama, bulunya halus serta bergagang cukup lebar dan tebal.
Tip jaga kebersihan sikat gigi:
  • Bersihkan setiap kali selesai dipakai.
  • Simpan dengan cara digantung agar bulu sikatnya cepat kering.
  • Ganti sikat gigi bila bulu sikat sudah mengembang, tidak lurus, mulai rontok, atau terlalu lunak. Atau, bila balita baru sembuh dari sakit.
2. Bubuhkan pasta gigi. Bila balita sudah berumur lebih dari 2 tahun, pilih pasta gigi khusus untuk anak yang mengandung fluoride dan aman bila tertelan (biasanya informasi ini tertera pada kemasan). Bubuhkan odol pada sikat sebesar kacang polong (pea size), atau selapis tipis sikat gigi. Bila balita masih berumur 1-2 tahun, belajar gosok gigi bisa dilakukan tanpa menggunakan pasta gigi, untuk menghindari menelan pasta gigi yang mengandung flouride terlalu banyak.

3. Beri contoh gerakan menggosok gigi. Berdirilah Anda bersama balita di depan cermin yang terletak di atas wastafel. Minta balita memegang sikat giginya dan memerhatikan contoh gerakan sederhana gosok gigi yang Anda lakukan. Mengingat kemampuan motorik halus anak belum berkembang optimal, biasanya anak mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan sikat giginya secara benar. Karena itu, cukup berikan contoh gerakan-gerakan dasar gosok gigi.

4. Praktik bersama ibu. Kini, dari belakang balita peganglah tangannya dan arahkan sikat giginya ke gigi yang akan digosok. Minta dia menirukan cara Anda memegang dan menggerakkan sikat gigi. Untuk si kecil yang baru belajar gosok gigi, gunakan metoda Bass, yaitu meletakkan bulu sikat pada sudut 45 derajat lalu gerakkan ke kiri dan ke kanan secara perlahan. Bila si kecil sudah lebih besar, ajarkan gosok gigi dengan metoda Fone, yaitu menyikat memutar, dan selanjutnya metoda Leonard berupa gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah. Lakukan gerakan menyikat gigi bersama si kecil sesuai metoda yang paling mudah dan mampu ia lakukan.

5. Berkumur. Setelah selesai gosok gigi, mintalah balita berkumur dengan air matang agar terhindar dari risiko diare akibat kuman penyakit dan kotoran yang mungkin terkandung di dalam air mentah apabila tertelan.

6. Selesai. Terakhir, minta balita membersihkan sisa-sisa busa pasta gigi yang menempel di sekitar mulutnya dengan air matang. Untuk memupuk kebiasaan gosok gigi pada si kecil, setelah selesai, beri ia hadiah. Misalnya, ciuman sayang, pelukan hangat, atau berupa benda-benda kecil yang bermanfaat. Contohnya, tutup kepala sikat gigi berbentuk kepala binatang lucu atau sikat gigi baru berbentuk lucu dan berwarna menarik.

Haruskah Lidah Dibersihkan? Ya! Sebab, pada lidah balita menempel cukup banyak sisa susu maupun makanan. Ajarkan pada anak di usia 4-5 tahun, yakni dengan menyikat perlahan permukaan lidah menggunakan sikat gigi seusai ia menggosok giginya.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Melatih Balita Agar Bisa Memakai Baju Sendiri



 Hai bunda,... berikut ini tips melatih balita agar bisa memakai baju sendiri, semoga bermanfaat...

Memakai baju sendiri adalah pekerjaan tak mudah untuk balita 2-3 tahun. Bantu ia untuk mulai mencobanya.

Menginjak usia 3 tahun, anak tidak hanya memahami bahwa kegunaan baju untuk menutupi tubuh saja, tapi juga mulai mengenal baju dengan berbagai gaya. Baju macam apa yang ia sukai dan baju mana yang nyaman dipakai menumbuhkan “me-sense” dalam diri anak. Pakaian adalah bagian dari potret diri yang akan ia perkenalkan pada dunia.

Biarkan anak memilih baju sendiri untuk acara yang berbeda.  Dengan memisahkan antara baju rumah dan baju pergi, baju tidur dan baju bermain, anak belajar membedakan bajunya berdasarkan kebutuhan. Ketika Anda mengajaknya bepergian, cobalah untuk menawarkan dua atau tiga stel baju yang sesuai dengan acara. Bebaskan anak untuk memilih dan hargai pilihannya –bila ia sudah memilih baju jangan paksa ia untuk memilih baju lain yang menurut Anda lebih bagus.

Siapkan pakaian anak dengan jenis yang beragam agar ia mengetahui macam-macam cara memakai baju. Sebagai langkah awal, pilihkan baju dengan cara pakai yang sederhana –misalnya kaos, atasan berkancing atau resleting depan dan celana atau rok berpinggang karet. Variasi pakaian dan padu-padannya bisa dipilihkan secara bertahap agar anak tidak bingung. Kenalkan nama masing-masing jenis baju, dan lakukan dialog ketika memilih pakaian, misalnya dengan menanyakan apakah hari ini cuaca sedang panas atau dingin sehingga baju mana yang cocok untuk dipakai. 

Tempatkan baju dalam jangkauan mereka.  Bila baju-baju mereka tergantung tinggi di lemari baju seukuran orang dewasa, anak akan sulit memulai proses belajar mengenal pakaian dan ragamnya.  Tempatkan baju-baju mereka di lemari pakaian khusus untuk anak yang bisa mereka sentuh dan raih.

Beri contoh cara mengancingkan baju. Lakukan secara perlahan agar anak bisa memahami dan bisa mengikuti gerakan-gerakan tangan saat menarik resleting atau mengancing baju. Bisa juga ajari lewat alat peraga berupa papan datar dengan dummy baju berkancing dan bertali. Anak bisa melatih keterampilan taktil tangan dengan mengancingkan dan menalikan baju-bajuan di papan tersebut.

Biarkan ia mencoba sendiri bagaimana mengancing dan menutup resleting bajunya. Tak perlu buru-buru membantunya, beri ia waktu untuk mencoba dengan kemampuannya sendiri.  Karena pada kisaran usia ini anak mudah frustasi dan tantrum, maka bila ia merasa tidak bisa mengancingkan bajunya –mulai menggeram kesal atau berteriak–  baru Anda bantu dengan kembali memberi contoh dan minta ia mencobanya lagi. Bila memang sudah benar-benar ngambek, tak perlu dipaksa. Lakukan lagi lain waktu.

Hindari menertawakannya bila ia salah.  Sebaliknya, beri ia semangat untuk mencobanya kembali sampai anak dengan kemampuannya sendiri bisa mengerjakannya dengan benar walau tak harus sempurna. Dengan menertawakan ketika ia tidak bisa, Anda telah menurunkan semangat dan rasa percaya dirinya.

Beri pujian saat ia berhasil.  Saat ia berhasil memakai bajunya sendiri, walau belum sempurna, berilah pujian yang meninggikan semangat. Ikuti dengan pelukan hangat. Pujian dan pelukan Anda sangat berarti untuknya. Di lain kesempatan ia pun akan terstimulasi untuk belajar mencoba hal-hal baru berikutnya.

Anak usia 2-3 tahun sudah mampu:
  • Menemukan lubang tangan pada baju.
  • Menurunkan celana untuk melepasnya.
  • Membuka kancing pada baju berkancing besar.
  • Mengancing baju dengan kancing/bukaan depan.
  • Melepas jaket.
  • Memakai kaos/T-shirt dengan sedikit bantuan.
  • Memakai sepatu sendiri –meski terkadang terbalik sisi kanan-kirinya.
  • Mencoba memakai kaos kaki –meski terkadang salah meletakkan bagian tumit kaos kaki.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengatasi Bayi Yang Sulit Tidur




Hai bunda,... berikut ini tips mengatasi bayi yang sulit tidur, semoga bermanfaat...
Tidur amat penting bagi bayi. Jika bayi Anda kebetulan sulit tidur, carilah penyebabnya dan coba untuk mengatasinya. Berikut hal yang jadi penyebab bayi sulit tidur.

Cari tahu penyebabnya.
Tidur amat penting bagi bayi. Itu sebabnya, ayah dan bunda sebaiknya berusaha untuk memenuhi kebutuhan tidurnya. Jika bayi Anda kebetulan sulit tidur, carilah penyebabnya dan coba untuk mengatasinya. Berikut beberapa hal yang mungkin jadi penyebab bayi sulit tidur:
  • Lapar. Jika lapar penyebabnya, bayi akan tertidur pulas setelah Anda susui.
  • Tidak nyaman dengan bajunya. Kenakanlah baju tidur yang ukurannya sesuai dengan tubuh bayi (jangan terlalu besar/kecil), serta terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat.
  • Tubuhnya kotor atau tidak “segar”.  Bayi merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat. Basuh tubuh bayi dengan waslap yang dibasahi air hangat. Jika perlu, oleskan minyak telon pada perut dan punggung bayi, serta sapukan bedak pada lipatan-lipatan kulit bayi. Periksa juga apakah popoknya basah. Jika ya, ganti dengan popok yang bersih.
  • Suasana kamar tidak nyaman. Kamar tidur bayi sebaiknya memiliki  tata cahaya dan ventilasi yang baik. Suhunya pun tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Selain itu, jangan penuhi boksnya dengan aneka mainan.  
  • Terlalu banyak memberi stimulasi yang menyenangkan hati bayi. Campuran antara rasa senang dan lelah bisa membuat bayi susah memejamkan mata. Jadi, upayakan untuk tidak mengajaknya bermain dekat waktu tidurnya, atau saat bayi sudah mengantuk.
  • Ada gangguan kesehatan. Tangisan yang lama dapat mengindikasikan adanya penyakit atau gangguan kesehatan bayi, misalnya kolik, demam, dan gumoh yang berlebihan. Jika perlu, bawalah bayi segera ke dokter.  
Bedakan siang dan malam. Setelah Anda mengatasi penyebab bayi sulit tidur, maka langkah-langkah berikut mungkin bisa membantunya cepat terlelap.
  • Beri bayi kecupan, belaian sayang, dan senandung lembut yang bisa menjadi penghantar tidurnya.
  • Ajarkan bahwa waktu tidur telah tiba. Misalnya, dengan  meredupkan lampu kamar, meminimalkan suara bising, komunikasi dan kontak mata, serta hanya mengganti popok seperlunya saja.
Bayi baru lahir memang belum bisa membedakan waktu siang dan malam. Bagi bayi, membiasakan diri untuk tidur dengan waktu lebih pendek di siang hari dan tidur sepanjang malam, adalah keterampilan yang harus dipelajari.   
Satu hal yang harus Anda yakini, bayi akan cepat belajar dan menyesuaikan diri. Jadi, bersikaplah santai dan fleksibel selama tidak jauh melenceng dari pola tidur yang Anda harapkan. Misalnya, Anda mungkin harus bangun 1-2 kali dalam semalam untuk menyusuinya. Pada waktunya nanti, baik Anda maupun bayi, sama-sama bisa tidur dengan puas.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Memberikan Obat Telan Pada Bayi



Hai bunda,... memberi obat pada bayi memang agak sulit. Nah berikut ini tips memberikan obat pada bayi, semoga bermanfaat...
 
Sebagian besar obat-obatan untuk bayi, setelah diracik diberi tambahan bahan berupa sirup dengan cita rasa yang bervariasi, misalnya rasa jeruk. Tujuannya agar terasa “enak” di lidah sehingga bayi mau menelannya. Obat dalam bentuk sirup ini dapat diberikan dengan menggunakan sendok, siring, atau pipet.

Siring dan pipet lebih sesuai untuk digunakan dalam memberi obat kepada bayi-bayi yang belum “pintar” menelan. Beberapa kemasan obat berbentuk sirup dilengkapi dengan tutup botol yang diberi pipet, sehingga dapat langsung digunakan sebagai alat bantu untuk meneteskan obat ke mulut bayi.

Cara memberikan:
  • Sedotlah cairan obat ke dalam tabung siring sesuai dosis yang tertera. Angkat tubuh bayi seperti posisi bila hendak diberi ASI, lalu masukkan ujung siring ke dalam mulutnya dengan menyentuhkan lebih dahulu pada bibirnya.
  • Begitu mulut bayi Anda mulai melakukan gerakan mengisap, barulah dorong obat hingga menetes pada ujung siring. Usahakan agar tetesan obat jatuh pada daerah dekat pipinya dan tidak di daerah tenggorokan karena dapat menyebabkan dia tersedak.
  • Setelah itu, cobalah susui bayi Anda untuk membilas sisa obat pada lidahnya.
(Sumber : ayahbunda.co.id)