Jangan Pisahkan Ibu dan Bayi selama 6 jam setelah persalinan info dari detikhealth,monggo disimak Calon dan Para Ibu :)
Ibu dan bayi yang sama-sama sehat tidak seharusnya dipisahkan usai
proses persalinan dilalui. Sebab jika bayi dipisahkan dari sang ibu, 6
jam setelah dilahirkan, akan membuat stresnya meningkat.
"Setelah
inisiasi menyusui dini (IMD) dilakukan, maka dilanjut dengan rawat
gabung selama 24 jam. Artinya selama 24 jam dalam jangkauan ibu," kata
dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM.
Hal itu
disampaikan dia usai talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to
#NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan
Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman,
Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012)
"6 Jam saja dipisahkan akan meningkatkan gelombang stres hingga dua kali lipat," sambung dr Utami.
Jika stres, maka daya tahan tubuh bayi akan berkurang. Karena itu tidak ada alasan memisahkan ibu dan bayi yang sama-sama sehat.
"Saat melahirkan pilihlah rumah sakit yang tidak memiliki kamar bayi sendiri," lanjut ibu dari 3 anak itu.
Dia
menyarankan agar dua jam pertama bayi dilahirkan, sang ayah membisikkan
di telinga bayi kata-kata yang baik dan doa. Misalnya bagi yang Muslim,
melantunkan adzan di telinga bayi.
Showing posts with label tips bayi. Show all posts
Showing posts with label tips bayi. Show all posts
28.12.12
Mata juling pada bayi
info bagus dari detik tentang mata juling pada bayi, mnggo disimak sist :
Mata juling adalah salah satu gangguan penglihatan yang gejalanya telah tampak sejak bayi. Kenali tanda-tanda mata juling sejak dini agar bayi segera mendapatkan perawatan dokter dan terhindar dari gangguan penglihatan hingga dewasa.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata bayi beberapa saat setelah proses kelahiran untuk mendeteksi apakah ada masalah pada mata bayi seperti katarak kongenital atau masalah mata neonatal lainnya. Mata bayi juga akan diberi salep antibiotik untuk mencegah infeksi mata yang dapat berkembang akibat bakteri di jalan lahir.
Seperti dilansir dari empowher, Kamis (27/12/2012), bayi usia 2 minggu hanya dapat melihat warna hitam, putih dan abu-abu, dan tidak dapat fokus. Namun, bayi biasanya akan mulai melihat beraneka warna pada akhir bulan pertama.
Ketika bayi telah berusia 2 sampai 3 bulan, mata bayi akan mulai bergerak dan fokusnya menjadi lebih baik. Bayi juga mulai dapat menggapai benda-benda di sekitarnya yang diletakkan dalam jarak visual bayi dengan cara menggeser pandangan tanpa menggerakkan kepala.
Sampai usia 4 bulan, cukup normal jika hanya salah satu mata saja yang bergerak keluar dan ke dalam atau tidak selaras. Namun, jika kedua mata bayi tidak lagi selaras yang benar-benar parah atau konstan, segera hubungi dokter mata untuk mengetahui kemungkinan mata juling.
Bayi juga harus mampu fokus melihat suatu objek, mampu menjaga fiksasi kedua bola mata, kemudian dapat mengikuti objek yang bergerak. Ketidakmampuan untuk melakukan ketiga hal tersebut dapat menunjukkan gangguan penglihatan yang signifikan.
Setelah bayi berusia lebih dari 3 bulan, amatilah kondisi mata bayi apakah pada satu waktu, kedua matanya bergerak bersama-sama (binokular) atau hanya salah satu mata saja yang bergerak (monokular). Hal ini dapat menunjukkan bahwa bayi mungkin mengembangkan gangguan mata (juling) atau kelainan otak, sehingga disarankan untuk segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter mata.
Mata juling adalah salah satu gangguan penglihatan yang gejalanya telah tampak sejak bayi. Kenali tanda-tanda mata juling sejak dini agar bayi segera mendapatkan perawatan dokter dan terhindar dari gangguan penglihatan hingga dewasa.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata bayi beberapa saat setelah proses kelahiran untuk mendeteksi apakah ada masalah pada mata bayi seperti katarak kongenital atau masalah mata neonatal lainnya. Mata bayi juga akan diberi salep antibiotik untuk mencegah infeksi mata yang dapat berkembang akibat bakteri di jalan lahir.
Seperti dilansir dari empowher, Kamis (27/12/2012), bayi usia 2 minggu hanya dapat melihat warna hitam, putih dan abu-abu, dan tidak dapat fokus. Namun, bayi biasanya akan mulai melihat beraneka warna pada akhir bulan pertama.
Ketika bayi telah berusia 2 sampai 3 bulan, mata bayi akan mulai bergerak dan fokusnya menjadi lebih baik. Bayi juga mulai dapat menggapai benda-benda di sekitarnya yang diletakkan dalam jarak visual bayi dengan cara menggeser pandangan tanpa menggerakkan kepala.
Sampai usia 4 bulan, cukup normal jika hanya salah satu mata saja yang bergerak keluar dan ke dalam atau tidak selaras. Namun, jika kedua mata bayi tidak lagi selaras yang benar-benar parah atau konstan, segera hubungi dokter mata untuk mengetahui kemungkinan mata juling.
Bayi juga harus mampu fokus melihat suatu objek, mampu menjaga fiksasi kedua bola mata, kemudian dapat mengikuti objek yang bergerak. Ketidakmampuan untuk melakukan ketiga hal tersebut dapat menunjukkan gangguan penglihatan yang signifikan.
Setelah bayi berusia lebih dari 3 bulan, amatilah kondisi mata bayi apakah pada satu waktu, kedua matanya bergerak bersama-sama (binokular) atau hanya salah satu mata saja yang bergerak (monokular). Hal ini dapat menunjukkan bahwa bayi mungkin mengembangkan gangguan mata (juling) atau kelainan otak, sehingga disarankan untuk segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter mata.
Subscribe to:
Posts (Atom)


