5.8.15

Tips dan Trik Buat Bunda Agar Tidak "Rempong" Mengurus Buah Hati Di Pagi Hari

Hai bunda,... berikut ini tips dan trik agar bunda tidak kerepotan mengurus buah hati di pagi hari, semoga bermanfaat ya?

Pagi hari merupakan awal dimulainya segala aktivitas. Bagi wanita yang telah memiliki buah hati dan suami, waktu pagi ini bisa menjadi waktu paling merepotkan apabila segala sesuatunya dilakukan seorang diri dan tidak mempersiapkan sebelumnya. Memiliki pasangan hidup dan diberikan kepercayaan untuk mejadi seorang bunda tentunya adalah sebuah kebahagian yang tak ternilai harganya, dengan hadirnya buah hati ditengah keluarga kecil yang baru saja anda bangun tentunya akan semakin menambah keceriaan dan kegembiraan yang melengkapi keluarga kecil bunda. Namun, tak bisa dipungkiri bagi bunda yang saat ini baru saja memiliki buah hati, menjadi seorang bunda sekaligus seorang isteri tentunya bukanlah perkara yang mudah.
Disatu sisi melayani suami dan mempersiapkan segala kebutuhannya sudah menjadi tanggung jawab anda, namun pada sisi lain menjaga dan merawat agar buah hati untuk tetap sehat dan terawat tentunya adalah prioritas yang harus senantiasa dikedepankan. Inilah mengapa terkadang pagi selalu menjadi waktu paling menyibukan untuk para wanita yang telah berumah tangga dan memiliki anak. Hal ini tentunya tidak akan terasa terlalu berat jika anda telah terbiasa menjalaninya. Agar tugas pagi hari bunda terasa lebih ringan dan tak membuat stress.

Berikut ini ada beberapa cara yang biasa bunda lakukan agar tak kerepotan mengurus buah hati dipagi hari.

1.    Persiapkan Dari Malam Sebelumnya
Agar pagi hari anda tidak terlalu disibukan karena harus melakukan seluruh aktivitas seperti mempersiakan keperluan anak sekolah sampai menyiapkan baju kerja suami. Ada baiknya, persiapkan segala kebutuhan anak dan suami dari malam hari. Dengan begitu kegiatan anda dipagi hari akan menjadi lebih ringan. Selain memperhatikan kebutuhan anak dipagi hari, pastikan juga jika anda memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk membuat sarapan pagi. Untuk dapat memudahkan membuat sarapan ini, saat anda memiliki waktu senggang tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk membersihkan bumbu-bumbu masak seperti bawang merah, bawang putih yang biasa digunakan untuk membuat sarapan pagi, agar anda tak perlu dibuat repot dan membuang cukup waktu hanya untuk membersihkan bumbu-bumbu.
2.    Tidur yang Cukup
Hal yang paling penting dilakukan bunda adalah untuk dapat menghadapi waktu pagi yang akan sangat menyibukan adalah dengan memiliki waktu tidur yang cukup. Kurang tidur, akan membuat mood pagi bunda menghilang dan membuat bunda menjadi stress saat pagi hari. Sebaiknya, jaga agar tidak tidur terlalu larut, jika tidak ingin kesiangan atau terbangun dalam kondisi mood yang kurang bersahabat karena kurang tidur.
3.    Buatlah Jadwal
Agar waktu lebih tertata, cobalah buat jadwal kegiatan rutin mengenai kegiatan si buah hati pada pagi hari, seperti bangun pagi, mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Dan ajarkan pada si kecil agar ia bisa mentaati setiap peraturan yang dibuat, jika terjalin kerja sama antara bunda dan buah hati, maka bunda tak perlu dibuat pusing dengan kegiatan-kegiatan pagi hari dan dibuat sulit menentukan pekerjaan mana yang sebaiknya didahulukan. Untuk memotivasi si kecil agar ia mau melakukan hal tersebut, cobalah berikan hadiah kecil, seperti mengajaknya main ke taman kota atau membuatkannya makanan yang ia sukai jika si buah hati mengikuti semua jadwal yang telah ditetapkan.
4.    Mintalah Bantuan Suami
Jika bunda sudah memiliki anak lebih dari satu, tantangannya mungkin akan lebih besar. Disinilah suami bisa ikut serta berperan dalam mengurus anak. Saat pekerjaan rumah tentunya saat pagi hari sudah tidak bisa bunda atasi karena disibukan dengan mengurusi kebutuhan anak-anak. Bunda bisa meminta bantuan suami untuk mengajak si buah hati yang masih kecil atau anak yang belum sekolah bermain sebentar sementara bunda menyiapkan kebutuhan kakak-kakaknya. Disamping itu, kesempatan ini bisa dijadikan sebagai moment bercengkrama antara anak dan ayah untuk lebih mengakrabkan anak pada ayahnya.
Seorang istri yang hebat tentunya bisa menjadi ibu yang hebat yang bisa melayani suami dan menjaga anak-anaknya dengan baik. Menjadi ibu tentunya menjadi sebuah tantangan yang harus dapat bunda lewati. Dengan mengetahui tips dan trik agar bunda tak kerepotan menguruh buah hati dipagi hari, diharapkan tips ini bisa meringankan pekerjaan bunda dipagi hari.

Sumber : Bidanku.com

Tips Membantu Anak Menyalurkan Amarahnya



 Hai Bunda,... berikut ini tips membantu anak anda menyalurkan amarahnya dengan melakukan kegiatan positif, semoga bermanfaat....

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anakpun mengalami kemarahan dan emosi. Bahkan hal ini sudah terjadi sewaktu anak-anak masih bayi. Tentu saja pada saat itu, kemarahan bayi ditunjukan dalam bentuk menangis atau rewel. Sedangkan pada usia batita, ekspresi kemarahan ini umumnya diungkapakan dengan gerak atau perilaku seperti menedang, membanting, memukul dan lain sebagainya. Menginjak usia sekolah, ungkapan emosi kemarahan anak selain dicetuskan dalam bentuk perilaku yang buruk juga disertai dengan nada-nada yang tinggi.
Dan pada usia sekolahlah stereotip gender mulai mempengaruhi ekspresi emosi anak. Ketika anak berada di lingkungan sekolah, misalkan anak laki-laki dituntut untuk tidak menangis atau menunjukan rasa takut. Sementara anak perempuan akan diprotes jika melakukan hal-hal brutal ketika amarahnya muncul. Emosi atau amarah yang muncul pada anak biasanya dipicu karena anak merasa kalah atau digagalkan, banyak anak yang bereaksi amat keras dengan membanting atau merusak benda yang ada disekitarnya.
Hal ini terjadi karena mereka belum bisa mengatasi emosi negatif yang begitu kuat dengan cara yang benar, untuk itulah mereka mereka akan cenderung memunculkannya dengan mengganggu ataupun mencari-cari perhatian orantuanya serta berperilaku dengan cara yang tidak dapat diterima secara sosial. Hal seperti ini tentunya tidak dapat dibiarkan berlalu seperti itu terus-menerus. Karena anak, bisa saja menjadiakn perilaku buruk ini menjadi sebuah kebiasaan ketika amarahnya muncul. Lantas bagaimana cara yang baik yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk menyalurkan kemarahan anak?
Parang orangtua mungkin akan kesulitan mengantisipasi dna menyadari bahwa hal yang mereka anggap sepele bisa justru memicu kemarahan anak dan ketika seorang anak marah mereka akan mengungkapkan hal itu sehingga kemarahannya dirasakan oleh orang lain disekitarnya. Ketika hal ini terjadi, anda mungkin terkejut, namun anda bisa membantu mereka menyalurkan amarahnya dengan melakukan hal-hal berikut :
1.    AjakIah Untuk Bermain
Perilaku anak ketika marah terkadang sulit untuk dikendalikan. Berlari-lari, mengganggu orang lain bahkan mencari perhatian orangtua adalah cara yang kerap mereka lakukan untuk menunjukan kemarahannya. Namun ketika orangtua memahami dan mampu memalingkan amarah anak pada sesuatu yang ia senangi akan bermanfaat untuk menyalurkan amarahnya. Ketika perilaku buruk mulai dinampakan, sebaiknya jangan memarahinya didepan umum, hal ini malah akan membuatnya beraksi lebih aktif. Ajaklah ia untuk bermain dengan mainan kesukaannya atau hal yang baru saja dijumpainya. Dengan begitu perhatian anak akan teralihkan dan perlahan amarahnya tersebut akan teredam dan terlupakan.
2.    Izinkan Anak Menampilkan Ekspresi Kemarahan Dengan Baik
Bila anak marah, izinkan mereka untuk mengungkapkan emosi yang tampil didirinya dengan baik, misalkan menampilkan wajah marah sambil berkata 'aku marah'. Biarkan mereka berlaku demikian, hal ini lebih baik daripada membiarkan anak menyealurkan kemarahannya dengan berteriak apalagi memukul-mukul orang yang menjadi sumber kemarahannya.
3.    Mintalah Anak Mengungkapkan Alasan yang Membuatnya Marah dan Berilah Alternatif
Terkadang orangtua tidak menyadari sebenarnya hal apa yang membuat anaknya marah. Tanpa mereka sadari hal yang dianggap sepele bisa memicu kemarahan anak. Seperti salah memilihkan kaus kaki dengan warna kesukaannya atau lupa menjemputnya disekolah. Ketika hal ini terjadi biasanya anak akan tiba-tiba marah dan cemberut. Untuk itu, mintalah anak untuk mengungkapkan apa yang membuatnya kesal, ketika anak berhasil mengungapkan alasannya, tindakan selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah minta maaf dan memberikannya alternatif lain dengan berjanji membelikan kaus kaki dnegan warna kesukaannya.
4.    Ajaklah Anak Melakukan Kegiatan Fisik yang Disenanginya
Ajaklah anak bermain bola, berenang, bersepeda dan melakukan kegiatan lain yang ia senangi. Hal ini sebagai media pelampiasan ketika emosinya muncul. Hanya saja, jangan pernah biarkan anak menyalurkan emosinya sendirian, salah-salah ia bisa melakukannya secara bertubi-tubi seperti mengayuh sepeda sekencang-kencangnya yang membuatnya terjatuh. Dengan demikian untuk menjaga keselamatannya, tetap selalu dampingi anak
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan para orangtua untuk menyalurkan emosi dan kemarahan anak. Ketika anak marah, tidak dianjurkan untuk mengajak anak melakukan kegiatan pasif seperti menonton televisi, membaca dan lain sebagainya. Karena hal ini hanya akan membuat mereka menjadi uring-uringan tak jelas. Selain itu, membiarkan anak dalam keadaan emosi dan tidak menghiraukannya bisa menumbuhkan rasa dendam pada anak. Untuk itu, salurkan emosi anak ada kegiatan positif adalah cara yang cerdas yang bisa dilakukan para orangtua.


Sumber : Bidanku.com

Yuk Mengenal Tahapan Perkembangan Emosi Sesuai Dengan Usia Balita....


Hai bunda,.. berikut ini akan dibahas tentang perkembangan emosi pada balita, semoga bermanfaat ya?

Balita dengan berbagai tingkah yang mengngemaskan dan seringkali membuat anda kebingungan dalam menghadapi perubahan perilakunya. Ya, pada masa balita selain memiliki tubuh-kembang yang pesat juga memiliki perkembangan emosi yang dapat dipengaruhi di dalam diri dan lingkungannya. Kali ini kami akan mengajak bunda untuk mengenal perkembangan emosi pada balita sehingga anak anda mampu menjadi anak yang memiliki kesiapan psikis yang baik.
Seringkali anda direpotkan dengan tingkah laku anak yang tiba-tiba marah-marah, mengamuk hingga membanting-banting barang, bahkan pada situasi tertentu anak anda menangis hingga berguling-guling ketika keinginannya tidak terpenuhi. Apakah hal ini merupakan perkembangan emosi balita? Seperti apa tahapan emosi pada balita?
Sebelum mengenal lebih jauh emosi balita, kita ketahui bersama bahwa emosi merupakan aspek yang mendasar yang dimiliki oleh manusia. Dengan emosi maka manusia dapat mengukur kondisi baik secara internal maupun eksternal dirinya.Dalam teori psikologi perkembangan , bahwa usia dini anak merupakan tahapan awal dalam mencapai kepribadian yang stabil sehingga dengan kata lain bahwa perkembangan emosi, perilaku dan sikap anak harus mendapatkan perhatian yang optimal untuk dapat menunjang aspek kehidupannya.
Taukah anda bahwa kecerdasan emosi yang berhubungan dengan kemampuan anak anda untuk mengenali, mengolah emosi, dan mengontrol emosi akan mampu memberikan respon yang positif yang akan menimbulkan emosi. Sehingga anak yang memiliki kemampuan emosi yang optimal akan berpengaruh pada kecerdasan emosi yang tinggi.

Untuk mengenali tahapan emosi pada balita, berikut adalah uraian tahapan tingkatan emosi sesuai dengan usia balita :

1. Usia < 6 bulan
Pada usia dibawah 6 bulan merupakan periode anak lekat dengan ibu dan berusaha membangun ikatan batin yang kuat dengan ibu. Anak sudah dapat tersenyum dan memiliki ikatan sosial dengan orang yang seringkali ditemuinya. Unsur fisik akan diungkapkan anak dengan menangis ketika merasakan lelah, lapar, atau perubahan suasana lainnya. Pada usia dibawah 6 bulan anak anda belum mengenal rasa takut.
2. Usia 6-13 bulan
Selanjutnya periode yang sangat menggemaskan seringkali membuat anda terkagum dengan perilakunya. Anak anda sudah dapat bercermin dan mengembangkan kemampuannya dengan beberapa perilakunya. Anak anda sudah dapat mengeksporasi emosi seperti gembira, takut atau keinginin dirinya yang kuat (egosentris). Pada periode ini anak anda sudah dapat bermain mandiri dan mengantisipasi suasana hati.
3. Usia 2-3 tahun
Pada usia ini anak anda sudah mulai bersosialisai. Pada usia ini merupakan usia yang tepat dalam menanankan nilai agamis, pola peniruan perilaku dan memberikan nasehat sederhana. Jangan lupa untuk menanamkan disiplin. Berikan hadiah untuk keberhasilannya dan hukuman yang mendidik untuk kesalahan sehingga mampu membedakan perilaku yang baik dan salah.
4. Usia 3-5 tahun
Usia ini anak sudah dapat diajak bekerjasa meskipun pada usia ini anak anda belum bisa membedakan fantasi dan realita. Dalam memasuki usia ini peran ibu harus dapat memberikan pola asuh yang optimal sehingga pengayoman dan contoh yang positif. Pada usia inilah anak anda dapat memiliki ragam emosi seperi marah, sedih , bahagia dan cemburu .
Dengan demikian peranan orang tua sangat membantu perkembangan perkembangan emosi anak sehingga dapat mengarahkan kecerdasan emosi pada anak usia dini. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua misalnya yaitu dengan mengatasi kekecewaan anak, hindari membantu terlalu banyak ketika anak anda menginginkan sesuatu yang masih dalam daya jangkau anak anda, menetepkan aturan yang tegas dan konsisten, menunjukan empati dan tidak juga melindungi anak secara berlebihan.


Sumber :Bidanku.com

Tips Memotivasi Anak Agar Mau Belajar


Hai Bunda,... berikut ini tips untuk memotivasi anak anda agar mau belajar, semoga bermanfaat ya?

Motivasi merupakan hal yang begitu penting. Sebab bersama dengan motivasi, seseorang akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Berbeda dengan orang dewasa yang dapat dengan mudah mengatasi kurangnya motivasi, anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai.
Anda mungkin pernah mendapati anak anda mendapatkan nilai yang tidak diharapkan padahal anda tahu anak anda bisa mendapatkan nilai yang lebih baik. Kekhawatiran seperti ini dapat dimengerti, mengingat kenyataan setiap orangtua yang selalu menginginkan dapat memberikan anak mereka masa depan yang lebih baik serta pendidikan yang lebih tinggi agar nantinya ia bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.
Lantas apa yang akan terjadi jika anak anda mengalami malas belajar? kekhawatiran kondisi anak yang malas dapat berlanjut mungkin akan terus menghantui anda setiap saatnya. Untuk itu satu-satunya cara agar anak mau belajar adalah peran orang tua yang dapat mengupayakan segala cara agar semangat anak untuk belajar bisa kembali hadir. Cara memotivasi anak biasanya berbeda-beda, tergantung bagaimana pola didik orangtuanya.

Nah, berikut ini ada beberapa tips cerdas yang bisa dilakukan orangtua untuk memotivasi anaknya agar mau belajar.

1. Kenali Karakter Anak
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali terlebih dahulu karakter anak anda sehingga anda mengetahui hal tepat apa yang dapat memotivasi anak serta cara apa yang dapat berimbas sebaliknya. Sama halnya seperti ketika kita menggunakan pendekatan yang perbeda untuk mengajar anak-anak yang berbeda, dengan mencari cara yang sama apa yang dapat memotivasi dan menyatukan anak. Apabila dan mengetahui gaya belajar yang paling sesuai dengan anak anda, maka anda akan lebih mudah dalam menumbuhkan semangat dan motivasi belajar pada anak. Jika anda mendapati anak yang tidak mau belajar atau mengalami masalah terhadap pemahaman, maka anda bisa mendampingin anak utnuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut, hingga pada akhirnya anak mengerti dan memiliki keinginan menyelesaikan masalah lain dengan sendirinya.
2. Libatkan Permainan Dalam Belajar
Trik yang satu ini tentunya akan penting untuk anak-anak kecil. Umumnya konsentrasi anak-anak hanya akan berlangsung selama 10 sampai 15 menit dan setelah itu anak-anak cenderung akan mudah lelah. Itulah mengapa memikirkan permainan dan cara yang lebih bervariatif haruslah di perhatikan agar anak tidak mudah bosan dan teralihkan dengan hal lain selain daripada berkonsentrasi dengan pelajarannya. Cobalah menggunakan alat tulis bergambar dengan warna-warni yang menarik, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian anak anda, namun sebaiknya pastikan jika anda memberikam jeda dari waktu ke waktu agar anak anda tidak mudah bosan. Cara lain untuk membangun minat anak dalam belajar adalah dengan melibatkan game atau permaianan sederhana dalam belajar, dengan begitu minat anak akan menjadi lebih tinggi.
3. Hargai Prestasi Anak
Jika orang dewasa bekerja untuk mendapatkan pernghargaan berupa gaji, hal ini merupakan motivasi yang baik untuk siapa saja, itupula yang terjadi dengan anak-anak. Tidak ada salahnya memberikan reward atau penghargaan terhadap setiap prestasi yang telah didapatkan oleh anak, dengan demikian anak akan merasa terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi. Penghargaan yang diberikan tidak harus melulu berupa hadiah atau barang-barang yang diinginkan anak. Sebuah pujian juga akan membuat anak merasa dihargai. Untuk itu, berikan pujian setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.
Itulah dia beberapa tips pintar dalam memotivasi anak agar mau belajar. Semangat anak dalam belajar tentu akan berpengaruh terhadap hasil dan prestasi yang dicapainya. Untuk itu, memberikan dukungan dan motivasi akan sangat dibutuhkan oleh anak.


Sumber : Bidanku.com

Tips Menghadapi Anak Yang Suka Mengancam


 Hai bunda,... anak anda mulai jago mengancam? Nah berikut ini tips menghadapi anak yang suka mengancam, semoga bermanfaat ya?

Ketika anak telah tumbuh semakin besar mereka akan mulai memiliki pemikiran sendiri dan keinginan. Hanya saja keinginan yang muncul pada anak umumnya memiliki hasrat yang besar untuk segera dikabulkan. Hal ini dipengaruhi karena diusia yang masih begitu belia, anak masih belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosinya. Hanya saja mirisnya, akibat lingkungan dan gaya hidup yang kurang terkontrol anak-anak telah mengenal banyak kebiasaan buruk salah satunya adalah perilaku mengancam. Hal ini akan mereka lakukan jika permintaannya tidak segera dikabulkan.
Memiliki anak yang seringkali mengancam tentu akan membuat para orangtuanya frustasi dan jengkel, untuk itu jika anda memiliki anak yang suka mengancam sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai perilakunya ini terbawa hingga mereka dewasa. Sebab ketika mereka dewasa, bisa jadi bukan hanya anda yang menjadi target ancamannya, mungkin saja mereka juga mengancam orang-orang disekitarnya.
Kemampuan anak untuk mengancam oranglain biasanya dimulai ketika anak telah berusia 5 hingga 8 tahun. Sebab pada usia ini, anak sudah memiliki kemampuan kognitif yang lebih matang dibandingkan sebelumnya. Selain itu, mereka juga cenderung akan lebih kritis serta telah memiliki kemampuan analisa yang lebih tajam.
Pada umumnya, ancaman yang dilontarkan anak terhadap orangtua maupun oranglain bersumber dari memori atau ingatannya. Hal inilah yang kemudia akan membuat anak mengancam seseorang. Misalkan ketika anak sedang sakit dan orangtua tidak memperbolehkan ia bermain dengan teman-temannya diluar. Hal inilah yang kemudian akan membuat anak mengancam orangtuanya untuk mengikuti keinginannya. Namun dalam kondisi yang parah ancaman yang dilakukan oleh anak hingga menggunakan cara yang dapat melukai dirinya.
Jika anda mendapati anak anda sering melakukan ancaman seperti demikian berikut adalah beberapa cara untuk menghadapinya.

1. Ungkapkan Perasaan

Jika anak anda mengancam dengan melakukan tindakan berbahaya, cobalah tenangkan anak dengan memeluk dan mengusap bagian kepalanya. Hal ini dipercaya dapat menurunkan tingkat agresivitas anak. Bila ada perasaan sedih, ungkapkanlah dengan perasaan secara mendalam bahkan hingga menangis sekalipun. Berikan pehaman terhadap anak bahwa hal tersebut semata-mata dilakukan demi kebaikannya.

2. Ambil Benda Berbahaya

Jika tingkat keparahan dari ancaman yang diberikan si kecil sudah jauh melampaui batas seperti melukai dirinya sendiri dengan menggunakan benda berbahaya. Maka sebaiknya  segera ambil benda-benda tersebut sebelum digunakan untuk melukai dirinya atau jauhkan jangkauan si kecil dari benda-benda berbahaya yang berpotensi ia gunakan untuk mengancam. Namun tentunya hal ini dilakukan setelah anda meredakan emosi si anak.

3. Bila Si Kecil Mengancam

Bila anda tidak menuruti permintaan si kecil dan si kecil sudah melakukan ancaman, maka hal yang bisa anda lakukan diantaranya :
  • Berikan mereka perhatian
  • Ketika anak berbicara, ada baiknya dengarkan terlebih dahulu. Tidak hanya mendengarkan, namun cobalah untuk menyimak apa yang anda anda inginkan.
  • Ajarkan anak untuk mengatasi emosinya. Berikan anak terapi mengeani pengontrolan impulsivitasnya yakni jika mereka menginginkan kemauannya segera terwujud makan kebutuhan mereka harus ditunda.
  • Latihlah stres anak. Bila sikecil dapay melakukan hal yang baik maka anda bisa memberikan mereka penghrgaan. Memberikan penghargaan pada sikecil bukan melulu harus berbentuk barang, anda juga bisa memberikannya dengan bentuk senyuman pujian dan lain sebagainya.
Perilaku mengancam yang ada pada diri anak tentu menjadi perilaku yang tidak baik, sebab bukan hanya akan merugikan orang lain dampak serupa juga bisa menimpa anak dan membuat anak tidak memiliki teman. Untuk itu penanganan sejak dini akan menolong anak menghilangkan sikap suka mengancamnya yang kurang terpuji.

Sumber :Bidanku.com

Tips Menghadapi dan Menghentikan Anak Yang Suka Berbicara Kasar


Hai bunda,... anak anda suka berbicara kasar? Nah berikut ini akan dibahas bagaimana menghadapi anak yang suka berbicara kasar dan tips agar anak bisa berhenti berbicara kasar, semoga bermanfaat ya?

Memasuki usia prasekolah anak anda kini semakin berkembang, memiliki kemampuan bersosialisasi dengan teman seusianya.Sehingga beberapa pengaruh dari lingkungan sangat mudah untuk masuk ke dalam diri anak anda. Menyerap informasi dari luar kemudian anak anda menirunya. Sayangnya, tidak semua yang didengar oleh anak anda merupakan bahasa yang baik. Kadang ada kata-kata kasar yang diucapkan oleh anak anda karena meniru teman, orang dewasa atau film lainnya.
Pada umumnya anak belum memahami arti yang diucapkannya. Peranan orang tua untuk dapat memberikan pembelajaran dengan cara komunikasi pada anak bahwa berbicara kasar merupakan kebiasaan buruk dan tidak boleh dilakukan. Anda tidak perlu menghukum anak anda karena dengan memberikan hukuman anak anda akan mengulanginya lagi di luar pengawasan anda sehingga yang harus anda lakukan adalah berkomunikasi berikan pengertian baik atau tidak baik sebuah tindakan sehingga dapat ditanamkan semenjak dini.

Bagi anda yang kebingungan dalam menghadapi anak yang berbicara kasar. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan agar anak tidak berbicara kasar :

1. Bersikap Tenang
Ketika anak anda berbicara kasar maka sebaiknya anda bersikap tenang jangan langsung naik darah. Anda dapat menjaga ekspresi dan reaksi anda usahakan untuk tetap tenang.Anda juga dapat berpura-pura tidak mendengar. Umumnya pada usia balita anak mencari perhatian, sehingga apabila anda mengurangi perhatian cenderung akan berkurang.
2. Jangan marah dan jangan tertawa
Usahakan anda untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Hindari memberikan hukuman fisik. Hukuman fisik tidak akan membuat anak anda jera, dia akan melakukan di luar pengawasan anda. Selanjutnya hindari juga tertawa karena akan membuat anak anda menyangka yang diucapkannya lucu. Pada lain kesempatan anak anda akan mengulanginya lagi apabila anda menertawakannya.
3. Alihkan dengan kata yang hampir mendekat
Ketika anak anda mengucapkan "bego" anda dapat mengalihkan pada kata yang mendekatinya seperti "bobo". Alihkan pula perhatian anak anda supaya tidak mengucapkan perkataan tersebut.
4. Tanyakan dari mana anak anda mendengarnya
Anda dapat bertanya pada anak anda dimana mendengar kata-kata kasar yang diucapkan. Apabila di salah satu penangana tv, maka anda dapat menghindari program tersebut. Kemudian anda jelaskan kalau itu perilaku jelek yang tidak boleh ditiru.
5. Menjelaskan baik dan tidak baik
Ini merupakan salah satu tips yang sangat mudah tapi susah dilakukan. Kadang kali anak memang tidak nurut jika dinasehati sekali maka anda membutuhkan waktu dalam memberikan pengertian, mungkin hingga 3-4 kali namun sekali lagi jangan menggunakan kekerasan apalagi menggunakan kekerasan fisik.
6. Mengajarkan empati
Anda dapat mengajarkan anak anda berempati. Misalnya ketika anak anda berbicara "om itu hitam " maka anda dapat memberikan pengertian "tuhan menciptakan warna kulit putih dan hitam, hitam bagus dan putih juga bagus. Dengan demikian anak anda akan belajar untuk berempati.

Sumber : Bidanku.com

4.8.15

Tips Agar Balita Berani Tidur Dalam Gelap

Hai bunda,... berikut ini tips agar balita berani tidur dalam gelap, semoga bermanfaat ya?

Balita tak berani tidur dalam keadaan gelap adalah hal yang wajar. Sebab, menurut Jenn Berman, PhD, seorang terapis keluarga di Beverly Hill, Amerika, takut gelap biasa dialami oleh balita usia 3 tahun yang imajinasinya memang sedang berkembang.

Dalam keadaan gelap, anak banyak berkhayal hal-hal yang mungkin menyeramkan, seperti hantu, monster, ular atau binatang menyeramkan lainnya bahkan sampai orang jahat. Sayangnya lagi, ia belum mampu membedakan mana yang khayalan dan mana yang nyata sehingga diperlukan peran Anda untuk mengatasi rasa takutnya.

• Cari penyebabnya. Ajak anak mengobrol dan tanyakan padanya apa saja yang membuatnya takut pada gelap. Biarkan dia menceritakan segala imajinasi serta ketakutannya. Jadilah pendengar yang baik dan hindari mengatakan “anak hebat tidak boleh takut.”

Ini hanya akan membuatnya semakin tertekan. Setelah itu, ajak ia memeriksa seluruh isi kamar untuk memastikan tidak ada yang menyeramkan di kamarnya sebelum Anda mulai memadamkan lampu kamar. Jika ia takut, Anda boleh menyalakan lagi lampu kamar dan memintanya melihat sekeliling kamarnyanya sekali lagi. 

• Percuma memarahi. Sebaiknya hindari memarahi anak ketika dia merengek minta ditemani tidur atau menyusup diam-diam ke dalam kamar Anda. Memarahinya tidak membuat ketakutannya akan gelap menjadi hilang, justru hal tersebut malah membuatnya semakin stres dan ketakutan.

Ajak ia kembali ke kamarnya dan temani sampai ia tidur. Katakan bahwa Anda akan mendatangi kamarnya sesekali selama ia tertidur untuk memastikan tidak akan ada yang mengganggunya.

• Biasakan perlahan-lahan melatih si kecil berani gelap. Jangan memadamkan lampu sekaligus hingga ruangan menjadi benar-benar gelap gulita. Biasakan ia tidur dalam kondisi gelap secara bertahap.

Anda bisa memasang saklar yang bisa mengatur pencahayaan dari yang sangat terang hingga sangat redup sampai akhirnya padam total. Atau bisa juga menyediakan lampu tidur yang cahayanya redup. Ganti cahaya lampu ketika ingin tidur. Ciptakan rasa aman dengan memeluknya dan meyakinkan ia baik-baik saja dan tidak akan ada yang mengganggunya.

• Letakkan boneka kesayangannya di sisi tempat tidur sebagai ‘penjaga’ nya. Katakan pada anak Anda bahwa boneka itu akan menemaninya tidur. Ia bisa memeluk boneka itu jika merasa takut. Ini bisa membantu mengurangi ketakutannya.

Setidaknya ia memiliki sesuatu yang bisa dipeluk untuk melampiaskan rasa takutnya. Jika satu boneka tidak cukup, beri tambahan beberapa boneka kecil lain di sekelilingnya. Namun jangan sampai boneka-boneka ini lantas membuat tempat tidurnya tampak sempit sehingga tidurnya menjadi tidak nyenyak.

• Ciptakan kegiatan di kegelapan. Bisa dengan mendongeng cerita sampai mengajak balita Anda bermain di dalam gelap. Buatlah dia merasa nyaman ketika berada di dalam gelap sehingga ketakutannya dapat berkurang. Setelah puas bermain, Anda dapat menjelaskannya bahwa gelap itu bukanlah hal yang menakutkan dan harus dihindari, tentunya dengan kata-kata yang mudah dimengerti.

Perlu diingat, jika anak kerap terganggu saat tidur ini tentu juga akan mengganggu perkembangannya. Kurang tidur akan menyebabkan ia kurang beristirahat hingga akhirnya menyebabkan balita mengantuk di siang hari, kelelahan dan pola tidurnya jadi berantakan.

Jika hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bila anak terserang insomnia, yang dapat terus diderita hingga dia dewasa. Berdasarkan data riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, diketahui bahwa dari 28 juta masyarakat di Indonesia yang mengalami insomnia atau gangguan kesulitan tidur, 8,4 persennya dialami oleh balita. Oleh karena itu, segera atasi ketakutan anak pada gelap sebelum terlambat.

(Sumber : ayahbunda.co.id)