4.8.15

Tips Melatih Anak Untuk Menjadi Anak Yang Mandiri



 Hai bunda,... berikut ini tips melatih anak untuk menjadi anak yang mandiri, semoga bermanfaat ya?

Apakah Anda sudah cukup memberikan kasih sayang pada anak? Atau, jangan-jangan sudah dalam tahap yang berlebihan? Sebelum terlalu jauh, Anda bisa melakukan hal ini agar anak lebih mandiri:

1. Satukan suara
Ajak bicara anak dan orang-orang di lingkungan sekitar, yaitu kakek, nenek, ART dan pengasuh. Semua harus di bawah satu komando, yaitu orangtua, dengan tujuan untuk memandirikan anak.

2.Bangun komunikasi
Sampaikan apa yang menjadi harapan Anda kepada anak. Katakan padanya, "Andi sekarang sudah besar. Jadi, mulai sekarang bisa makan sendiri, yah." Berikan arahan dengan kalimat sederhana dan ucapkan secara perlahan, misalnya, "Ayo, sekarang buka sepatunya, lalu simpan di rak sepatu."

3.Beritahu konsekuensi
Tidak ada salahnya bila Anda sedikit mengancamnya jika ia tidak mau melakukan sendiri. Misalnya ketika ia tidak mau membereskan mainan, katakana bahwa mainan itu akan hilang atau rusak sampai digigit tikus.

4.Apresiasi keberhasilan anak
Ketika anak berhasil mencapai suatu target kemandirian, berikan penghargaan yang membuat anak percaya diri. Anda bisa memberikan pujian, pelukan, ciuman.

5.Harus konsisten
Penting diingat, meminta anak melakukan sesuatu bukan berarti Anda tak sayang atau tak mau memerhatikan anak. Orang lain mungkin saja menilai Anda sebagai orangtua tega, biarkan saja. Toh, Anda melakukannya tanpa kekerasan, ancaman, atau hukuman. Yang juga perlu diingat, persaingan di era masa depan sangat ketat. Kalau anak tak mandiri sejak dini, ia tak siap menghadapinya.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengasah Kecerdasan Matematika Pada Anak




 Hai bunda,... berikut ini tips mengasah kecerdasan matematika pada anak, semoga bermanfaat ya?

Ternyata, tidak susah lho jika Anda ingin mengasah salah satu dari delapan jenis kecerdasan majemuk ini. Berikut tips cara sederhana untuk menajamkan kemampuan balita Anda.

1. Berikan mainan asah-otak seperti puzzle, lego, menyocokkan bentuk dan  atau mengelompokkan benda.

2. Ajak berbelanja ke pasar tradisional atau swalayan, minta ia mengambil makanan sejumlah yang Anda sebut. “Tolong ambilkan 5  apel dan 2 kotak keju. Saat membayar, biarkan ia menyerahkan uang kepada kasir.

3. Bersahabat dengan aktivitas berhitung, manfaatkan jari tangan, orang berbaris, deretan pohon atau mobil yang lalu lalang di jalan. Misalnya, minta anak menghitung mobil berwarna merah yang  ia lihat.

4. Arahkan perhatian pada angka dan pola di sekitarnya. Gunakan manik-manik warna atau kacang-kacangan untuk membuat pola sederhana,  misalnya, buat 3 lingkaran menyerupai lampu lalu-lintas. Susun manik-manik warna merah-kuning-hijau di masing-masing gambar lingkaran, lalu biarkan anak melanjutkan hingga lingkaran tertutup seluruhnya oleh manik-manik.

5. Ajak bermain peran sebagai pedagang dan pembeli. Buat pula “uang” untuk “transaksi” jual-beli. Biarkan anak menghitung jumlah barang yang “terjual” dan “uang” yang dikumpulkan.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Sakit Pada Balita Yang Tidak Terlihat Dan Cara Mengatasinya


Hai bunda,... berikut ini beberapa sakit pada balita yang tidak terlihat dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat ya? 

Apa saja sakit yang tidak terlihat pada balita? Dan bagaimana mengatasinya?
Kembung, akibat terlalu banyak makan, konsumsi makanan pedas berlebih hingga akumulasi gas dalam tubuh anak, adalah penyebabnya. Cirinya perut lebih membesar dan keras, saat ditepuk terdengar bunyi nyaring, dan anak buang angin terus
Solusi:
-    Posisikan anak agar mudah buang gas, yaitu menungging atau menekan perut sambil berlutut.
-    Pijat tubuhnya di punggung, seputar perut dan dada
-    Oles balsam atau minyak kayu putih untuk membantu mengeluarkan angin.
-    Perbanyak minum air hangat

Mulas,  perut terasa melilit disertai keinginan BAB. Bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan minuman kurang bersih,  terlalu asam dan pedas, minuman sari buah, atau alergi makanan tertentu. Kadang disertai rasa mual.
Solusi:
-    Dudukan anak di toilet untuk menunggu BAB.
-    Hangatkan perut, bokong dan kakinya dengan minyak kayu putih, beri usapan yang menyamankan.
-    Beri kompres hangat pada perut.

Perih,
biasanya terjadi pada mata, disebabkan kemasukan benda kecil, karena infeksi, tercolok atau alergi terkena air kolam renang, serbuk sari atau debu. Cirinya mata berair dan gatal, anak mengucek-ngucek mata karena tidak nyaman dan  mata memerah.
Solusi:
-    Larang anak mengucek mata, karena memicu mata lebih perih, iritasi dan produksi air mata lebih banyak
-    Berikan obat tetes mata sesuai anjuran dokter mata.
-    Jika berlanjut, sebaiknya periksakaan ke dokter untuk mencari kemungkinan alergi.

Cenut-cenut akibat sakit kepala atau sakit gigi bisa dialami anak balita. Dan dia mungkin kesulitan berkomunikasi untuk mengungkapkannya.  Ciri pusing, anak rewel, tidak semangat bermain/beraktivitas, suhu badan naik,  jika cenut-cenut di gigi pipi terlihat sedikit bengkak, anak tidak mau makan dan memasukkan tangan ke mulut
Solusi:
-    Minta anak membuka mulut, cek  untuk melihat adanya bengkak atau gigi berlubang.
-    Beri obat antinyeri.
-    Bawa anak ke dokter gigi  untuk mengobati gigi berlubang

 (Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Memilih Warna Kamar Untuk Anak



Hai bunda,... berikut ini tips memilih warna kamar untuk anak, semoga bermanfaat ya?

Kamar merupakan hal yang sangat penting buat anak,karna itu para orang tua dalam mendesign kamar anak haruslah tepat dengan memilih warna karena itu merupakan hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi anak secara psikolog dan juga mood nya. Meskipun kadang kadang kita para orang tua sangat bingung dengan pilihan warna yang ada dan sangat menarik. Untuk dapat mengekspresikan imajinasi dan kepribadian anak ditentukan juga oleh kamar tempat tidurnya, dengan warna yang tepat dan juga kreatifitas terhadap dinding kamar sang anak akan membuat sang anak merasa  nyaman dan juga dapat merasakan hangatnya suasana kamar sehingga terkadang menimbulkan mimpi indah. Yang harus kita tahu untuk para orang tua anak lebih cenderung sangat tertarik dengan warna yang cerah dibandingkan dengan warna pastel.

Warna dan interior

Untuk kamar anak kita sebagai orang tua harus lebih hati hati dalam memilih warna. Terutama kamar tidur ,ruang bermain, ruang belajar dan juga kamar mandi dimana anak anak lebih sering menghabiskan waktu pada ruangan-ruangan tersebut. Tetapi untuk ruangan lainnya tidaklah sangat berpengaruh seperti ruang tamu, ruang makan dan juga ruangan keluarga. Karena itu kita selaku orang tua sangat dianjurkan memberikan warna warna yang cerah untuk sang anak agar dapat merangsang kreatifitas, memberi semangat, memperkuat daya imajinasi,mempengaruhi rasa estetika dan juga memperkuat rangsangan motorik anak sehingga dapat  memberikan reaksi yang positif seperti halnya warna pink, biru ataupun merah. Tetapi untuk warna coklat,hitam atau abu abu cenderung sang anak bereaksi negatif karena warna tersebut gelap.

Efek Universal Warna

Warna Merah
Menandakan dinamis, bersemangat, aktif, kuat , hangat agresif tetapi warna merah ini bisa memunculkan kesan emosi, meletup-letup, kemurkaan, tertekan. Jika ingin menggunakan warna ini disarankan digunakan untuk anak dengan usia di atas satu tahun.

Warna ungu
Bisa memungkinkan anak tersebut menjadi sangat luar biasa dalam menghadapi sesuatu tidak pernah ragu dan tentunya yang terbaik warna ini sangat baik untuk kamar anak.

Warna biru
Jenis Warna biru memiliki beberapa karakter berbeda,seperti biru langit biasanya sangat santai menghadapi kehidupan dan juga sangat menyukai kesenangan sedangkan biru langit navy  (dimalam hari) menandakan orang yang serius dan konservatif

Kuning
Warna kuning menandakan selalu ingin menjadi pusat perhatian dan sangat tenang warna ini juga sangat atraktif,sporty dan juga pribadi yg hiperaktif

Orange
Bisa menjadikan pribadi yang terbuka, menyenangkan serta dinamis dijadikan sebagai teman, tetapi alaminya warna ini sangat flamboyan serta tidak membosankan untuk tampil berbeda

Warna putih

Warna cenderung menandakan tertutup sehingga sangat sulit menemukan teman untuk diajak bicara, tetapi warna ini sangat baik buat pendengar  teman temannya

Warna hijau
Menandakan sangat suka terhadap alam sehingga dapat menjaga lingkungan sekitarnya,

Warna pink
Warna ini identik dengan bayi perempuan dengan karakter feminim,


Sumber : Bidanku.com

3.8.15

Tips Mendidik Anak Agar Tumbuh Menjadi Anak Yang Cerdas



 Hai bunda,... berikut ini tips mendidik anak agar tumbuh menjadi anak yang cerdas, semoga bermanfaat ya?
Orangtua mana yang tidak menginginkan jika buah hati yang dimilikinya tumbuh menjadi seorang yang pintar dan cemerlang serta berani tampil dengan prestasi yang gemilang.
Sudah pasti ini menjadi anugerah terbesar yang membuat bangga setiap orangtua. Hanya saja, memiliki anak yang cerdas dan tumbuh menjadi seseorang yang cemerlang tidak didapat dengan mudah seperti menjentikan ibu jari dan jari tengah, semuanya perlu pengorbanan dan perjalanan panjang. Melalui didikan dan pola asuh orangtualah seorang anak yang hebat dengan kecerdasan yang cemerlang bisa lahir. Untuk itu, peran kedua orangtua terutama pola asuh anda adalah hal yang akan menentukan mau dibawa kemana masa depan anak anda dan karakter seperti apa yang ingin anda tumbuhkan pada diri anak-anak.
Ada banyak faktor yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak, baik tumbuh kembang secara mental ataupun etika dan moralnya dimasyarakat yang tentunya kesemua hal tersebut ditunjang dengan cara mendidik dan pola asuh anda sebagai orangtua. Walaupun nantinya kecerdasan dan perkembangan akademik seorang anak akan diasah disekolah, namun pendidikan dirumah sebelum anak-anak masuk sekolah akan menjadi hal yang sangat penting. Kemampuan ibu dan ayah dalam menumbuhkan ketertarikan anak dan interaksinya dilingkungan anak akan menentukan kemampuan sosialisasinya dimasyarakat.
Semua orangtua tentunya menginginkan jika anak yang dimilikinya adalah anak yang cerdas, cemerlang dan mampu bergaul dimasyarakat sehingga ia bisa diterima dilingkungannya dengan baik. Nah, untuk itu mendidik anak dengan beberapa hal berikut ini akan mampu menumbuhkan kecerdasan dan menjadikan anak tumbuh menjadi cemerlang.

Beberapa hal ini tentunya perlu diterapkan saat anak-anak masih bayi terutama di tahun kedua periode anak atau yang sering disebut dengan periode emas anak dimana periode inilah yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak secara optimak demi masa depan anak yang cemerlang. Dimasa ini, nutrisi yang lengkap akan dapat menunjang pertumbukan otak anak sebagai modal masa depannya. Namun, kendati demikian, stimulus juga tidak kalah mengambil peranan yang sangat penting untuk menunjang kecerdasannya.

1.  Jalin Ikatan Emosional yang Erat Sejak Anak Masih Bayi

Menjalin ikatan emosional dengan anak akan dapat memberikan naluri rasa yang aman dengan begini mereka akan merasa terlindungi tanpa merasakan ancaman bahaya yang mengancam diri mereka. Untuk itu, upayakan untuk menjalin ikatan emosional yang erat bersama dengan si anak sewaktu mereka masih bayi. Hal ini tentu saja bukan hanya berlaku bagi ibu, peranan ayah juga tak kalah pentingnya untuk memberikan sentuhan skin to skin contact kepada bayi. Berikan mereka belaian yang lembut dengan penuh kasih.
Selain sentuhan anda juga bisa mengaplikasikan kontak ini dengan cara memberikan pijatan yang lembut pada tubuh bayi, memakaikan pakaian bayi sendiri pada tubuhnya serta mengajak bayi berbicara sejak awal. Hal ini difungsikan ujntuk memicu rasa aman untuk naluri bayi. Dan satu hal yang penting adalah hindarkan pertengakaran dan segala bentuk perselisihan dihadapan bayi. Meskipun anda berpikiran tubuh bayi yang mungil dan jiwa mereka yang masih kecil tidak akan mengerti semua hal yang terjadi dihadapannya, namun kegaduhan dan ketegangan yang anda nampakan dihadapan mereka akan memberikan tekanan yang hebat sehingga membuat bayi anda shock dan naluri rasa aman tidak lagi mereka dapatkan dari anda.

2. Optimalkan Ekspresi Wajah Sewaktu Berkomunikasi dengan Anak Saat Masih Bayi

Meskipun mereka belum mengerti semua perkataan dan ucapan yang kita sampaikan pada bayi, namun bayi akan dapat menangkap ekspresi wajah yang ada disekitar mereka. Hal ini terjadi sewaktu bayi sudah menginjak usia 3 hingga 4 bulan dimana kemampuan membaca ekspresi wajah inilah yang disebut dengan dasar komunikasi non verbal pada anak. Dengan demikian ketika anda memunculkan ekspresi senang atau lucu pada bayi mereka akan cenderung terlihat gembira karena membaca ekspresi wajah anda meskipun mereka belum mengerti apa yang anda ucapkan. Untuk itulah, optimalkan memberikan ekspresi wajah pada bayi sewaktu anda berkomunikasi dengan mereka.

3. Seringlah Mengajak Anak Berbicara Bahkan Sewaktu Mereka Masih Bayi

Sewaktu anak masih bayi tidak ada salahnya jika ibu mulai 'cerewet'. Cerewet disini maksudnya bukanlah berarti negative, melainkan cerewet dengan sering mengajak ngobrol bayi anda. Meskipun mereka belum memahami semua ucapan dan perkataan yang anda sampaikan padanya, namun dengan semakin banyak kosa kata yang mereka dengan sejak awal, maka akan semakin dini untuk anak dalam mengembangkan kemampuan bicaranya. Selain itu, mereka juga akan dengan lebih cepat belajar segala hal yang baru termasuk ucapan dan ekspresi wajah ibu dan lingkungannya. Hal ini tetu saja akan membuat anak banyak belajar yang membuatnya tumbuh lebih cemerlang.

4. Hindari Terlalu Sering Menggunakan Stroller dan Car Seat

Kebanyakan ibu modern saat ini lebih memilih memberikan fasilitas stroller dan car seat sewaktu membawa serta buah hati mereka yang masih bayi untuk berpegian. Namun alangkah lebih baik jika ibu menggendong mereka dibandingkan dengan menggunakan peralatan ini. Menggunakan stroller dan car seat saat membawa buah hati berpergian memang terkesan lebih praktis dan lebih simple, namun dampak yang lebih baik akan lebih dirasakan bayi sewaktu ibu menggendong mereka. Dengan menggendong si bayi saat berpergian, mereka akan mampu berotasi sesuka hati mereka dan bergerak lebih leluasa serta dapat melihat ke banyak sisi seperti yang mereka inginkan dimana hal inilah yang tentunya akan membuat si bayi belajar banyak dari lingkungan sekitarnya dan membuatnya semakin cerdas dan cemerlang.

5. Membacakan Cerita Pada Anak

Umumnya anak-anak akan memiliki ketertarikan tertentu saat mereka sudah mulai mengerti dengan lingkungannya, hal ini biasanya berlangsung sejak anak berusia 3 atau empat tahun hingga sebelum remaja. Anak-anak diusia ini cenderung sudah mulai memiliki ketertarikan dan imajinasinya sendiri. Nah, dengan memberikan mereka cerita atau dongeng bukan hanya membantu mereka mengenal ketertarikan saja, namun juga ikut megembangkan imajinasi anak-anak dan memperkaya perbendaharaan katanya serta melatih keterampilan berbahasanya. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika ibu atau ayah membacakan cerita pada buah hatinya terutama saat mereka hendak tidur dimalam hari.
Nah, demikianlah beberapa kiat dan tips penting dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dengan kecerdasan yang cemerlang. Anak yang baik, penurut dan tumbuh menjadi seseorang yang berprestasi tentunya menjadi dambaan untuk orangtua. Untuk itulah, memberikan pendidikan yang baik adalah kewajiban yang harus senantiasa diberikan orangtua kepada buah hati tercintanya. Semoga kiat dan tips diatas bermanfaat untuk semua orangtua dan bunda dirumah.


Sumber :Bidanku.com

Tips Agar Anak Menurut Pada perintah Orangtua



 Hai bunda, berikut ini tips agar anak menurut pada perintah orang tua, semoga bermanfaat ya?
Seringkali para orangtua dibuat frustasi sewaktu anak-anak mereka sulit sekali dinasihati dan dilarang melakukan sesuatu hal.
Dinasihati tidak mendengar, diberikan pengertian tidak masuk sama sekali,  apalagi sewaktu diberikan perintah, jangankan mendengar, mereka malah menolak mentah-mentah perintah kita dan berlalu begitu saja. Namun lagi-lagi, meski diperlakukan demikian seringkali sebagai orangtua kita kalah dengan ego anak yang begitu tinggi dengan alasan mereka masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Namun tahukah anda, jika pola asuh yang demikian terus-terusan anda terapkan pada anak-anak, hal ini bukannya menyelesaikan masalah dan membuat anak anda menjadi patuh. Sebaliknya, sikap anda yang terus-terusan memberikan kesempatan pada anak sewaktu mereka melakukan kesalahan dengan berharap suatu hari nanti mereka bisa berubah menjadi patuh dan penurut adalah hal yang keliru.
Memang benar, anak adalah buah hati tercinta yang kita lahirkan dengan susah payah yang sudah seharusnya kita cintai dan kita sayangi, namun ada begitu banyak cara yang tepat dalam mencintai anak dan menyayangi mereka. Memberikan mereka semua keinginannya dan terus-terusan mengalah pada anak bukanlah tindakan yang tepat dalam mencintai buah hati kita. Semua orangtua tentunya ingin jika anak yang dimilikinya tumbuh menjadi anak yang baik penuh kasih sayang, namun juga berbakti pada kedua orangtuanya. Untuk itulah, ada masaya dimana anda harus dengan tegas mendidik mereka menjadi anak yang baik seperti yang anda harapkan. Semua tahapan yang akan anda lalui tentu akan sangat melelahkan dan mungkin membuat anda susah payah mendidik mereka. Namun pada akhirnya nanti, ketika anak anda telah tumbuh menjadi seseorang yang baik seperti yang anda harapkan, maka masa depan yang cerahlah yang akan mereka dapatkan.
Tidak ada orangtua yang akan menjerumuskan anaknya pada lembah kesalahan, namun tentunya pola asuh dan cara mendidik anak harus anda perhatikan. Mendidik anak agar tumbuh menjadi seseorang yang patuh dan penurut tidak berarti harus dilakukan dengan keras seperti pola didikan para militer, yang terpenting adalah konsisten dan tegas. Buat anak bertanggung jawab dengan apa yang dimilikinya dan apa yang telah diperbuatnya. Dengan begini mereka akan mampu memelihara apa yang mereka miliki.

Namun juga tidak berarti dengan memberikan pola didikan keliru yakni dengan mengabulkan semua keinginan anak dan menghujaninya dengan harta benda mewah sebagai wujud kasih sayang anda yang tak terkira. Pola asuh yang seperti ini tentu saja tidak akan berhasil, sebab anak akan tumbuh menjadi seseorang yang manja dan merasa segala keinginannya harus dipenuhi, disamping itu sifat egoisme-nya juga akan semakin tinggi. Maka jangan heran jika ketika anda memberikan perintah atau meminta bantuan anda, mereka akan berlaku sesuka hati mereka dengan menolak atau mengabaikan anda.
Nah, cara berikut ini penting sekali diterapkan pada anak-anak ketika anda mendidik mereka agar bisa patuh sewaktu anda memberikan perintah.

1. Panggil Nama Mereka

Ketika anda membutuhkan bantuan anak-anak atau sewaktu anda hendak memberikan perintah kepada buah hati, hendaknya tidak usah berteriak atau mengomel dengan tidak jelas. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, hal ini tidak akan membuat anak anda seger menghampiri anda dan melakukan perintah yang anda berikan pada mereka. Sebaliknya, kondisi anak-anak malah akan terkejut, takut dan bahkan kesal dengan tidak mau menghampiri atau bahkan berpura-pura tidak mendengar. Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan? Nah, untuk itulah sebuah teriakan bukanlah cara yang baik mendidik anak.
Ada baiknya ketika anda membutuhkan mereka atau hendak memberikan perintah, segera hampiri mereka atau hampiri keluar saat mereka bermain diluar. Lalu dekati mereka dan katakan jika anda membutuhkan mereka dirumah. Ingatlah jaga citra anak-anak dihadapan teman mereka, jangan sampai anda memberikan perintah atau meneriaki anak-anak didepan teman-temanya. Hal ini akan membuat mereka malu dan malah jengkel pada diri anda. Ketika anak jengkel, maka bisa ditebak hal lain yang akan terjadi adalah pertengkaran dengan anak yang malah akan memperburuk suasana.

2. Dengarkan Anak-Anak Anda

Meski anda memberikan perintah pada anak-anak atau pada saat anda benar-benar membutuhkan mereka, ini bukan berarti anda harus mengabaikan mereka dan tidak mendengarkan keluahannya. Perilaku anak-anak yang menolak atau tidak mengabulkan perintah anda bisa dilatarbelakangi karena mereka capek sepulang sekolah, tidak enak hati dengan lingkungannya atau merasa tidak enak badan. Untuk itu, sebaiknya maklumi dan berikan perintah sesuai dengan kapasitas anak.

3. Kondisikan Perintah dengan Waktu Anak-Anak

Sewaktu anda memberikan perintah dan anak-anak terlihat malas melakukannya, jangan terlalu dini menghakimi bahwa anak anda malas dan sulit diberikan perintah. Kondisikan terlebih dahulu dengan waktu anak, apakah kala itu anda memberikan perintah saat anak baru saja pulang sekolah, pulang les atau saat anak lelah pulang bermain. Hal ini tentu saja akan menguras tenaga anak sewaktu anda memberikan perintah. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk beristirahat sejenak dan meminta mereka saat tenaganya sudah kembali pulih. Selain itu, mintalah dengan sopan, kondisi lelah pada anak akan membuat segala hal yang membebaninya menjadi sebuah tekanan untuk dirinya. Dengan meminta lewat cara yang sopan akan membuat tekanan dalam diri anak memudar dan membuat mereka lebih mungkin mau melakukan perintah anda.

4. Tatapan Mata Anda Pada Mereka

Sebuah tatapan matamemiliki kekuatan untuk menunjukan sebuah perasaan. Ketika orangtua menatap mata anaknya, maka mereka akan melihat bahwa kita memberikan perhatian, bukannya amarah dan perintah yang telak yang mendikte mereka. Dengan menatap mata anak, mereka akan paham betapa anda membutuhkan mereka dan ingin anak anda memberikan bantuannya. Selain itu, tatapan mata akan membuat anak merasa dipedulikan dan diperhatikan. Untuk itu, jangan lupa tatap mata anak dan letakan tangan anda dibahunya sewaktu anda ingin memberikan perintah pada mereka.

5. Bercermin Diri

Terkadang orangtua lupa bahwa mereka pun sebenarnya sering ingkar janji entah pada lingkungan atau anak-anak mereka sendiri. Dari semua teori cara mendidik anak, introspeksi diri atau bercermin diri seringkali menjadi hal yang terabaikan. Bagaimana mungkin seorang anak mau mendengarkan perintah orangtua dan patuh pada semua perintahnya, jika orangtua mereka seringkali tidak tegas dan konsisten terhadap ucapannya. Apalagi diperparah dengan sikap orangtua yang seringkali memarahi anak-anaknya atas hal yang sebenarnya sering mereka lakukan sendiri. Untuk itu, penting sekali memperbaiki sikap dan perilaku sendiri sebagai orangtua sebelum mengajarkan anak tentang sesuatu hal.
Memiliki anak yang penurut dan patuh pada perintah orangtuanya tentu saja menjadi kebahagiaan yang tak terhingga untuk orangtua itu sendiri. Dan cara diatas diharapkan mampu membantu orangtua mendidik anaknya.

Sumber : Bidanku.com

3.7.15

Cara-cara Yang Efektif Memberikan Puijan Pada Anak



 Hai bunda... berikut cara-cara memberikan pujian pada anak  anda yang tepat, semoga bermanfaat ya?....

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal:
  1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti “anak baik”, akan disalah artikan oleh anak.  Bagi anak, pujian “anak baik” terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, “Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.” Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan.
  2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; “Kamu tidak  merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.”
  3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda  bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah  wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; “Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.”  Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; “Kamu pintar, makan tidak berantakan.”
  4. Gunakan standar yang nyata, misalnya “Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.”  Bukannya, “Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.” Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu.
  5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan.  Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; “Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.”  
  6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, “Ih, kamu ganteng lho.” Atau, “Cantiknya kamu pakai baju princess itu.”  Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain.  Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh.
  7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. “Kamu pasti cantik dengan baju ini.” Pujian Anda akan terdengar tidak tulus.
  8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. “Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.”  Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. “Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.”
Pujian yang salah
1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
  • Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.  
  • Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian.
  • •Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.
2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
  • Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.
3. Pujian yang berlebihan:
  • Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis.
  • Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak.
  • Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja.
  • Tidak realistis menilai diri sendiri.
  • Sombong, merasa diri paling hebat.
  • Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.
4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah.
5. Untuk membandingkan  dengan anak lain. “Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.”
(Sumber : ayahbunda.co.id)