9.5.15

Tips Menghadapi Anak Yang Suka Berebut Mainan



 Hai bunda,... anak anda suka berebut mainan? Berikut ini tips menghadapinya, semoga bermanfaat...

Masih agak sulit memang meminta anak tiga tahun bermain bersama tanpa berebut. Meski, sebagai orang tua, Anda sudah berkali-kali melatihnya, dan membelikan mainan yang sama di antara anak-anak.

Fase egosentris. Konsep kepemilikan anak-anak usia ini masih pada tahap milikku milikku, milikmu milikku juga. Kalau sesuatu itu mirip punyaku, maka itu punyaku juga. Meski sebetulnya mereka sudah punya minat bermain bersama teman sebaya, "saya" dalam dirinya masih menjadi pusat dunia. Oleh karena itu, segala sesuatu diklaim menjadi miliknya. Perilaku demikian wajar saja dan orang tua tak perlu gusar saat mendapati anaknya berperilaku demikian. Tetapi bukan berarti orang tua boleh membiarkan. Anak perlu dibebaskan dari fase egosentris. Orang tua perlu melatih anak untuk berperilaku sesuai yang dikehendaki lingkungannya.

Beri pengertian. Menegur anak usia ini dengan mengatakan ia mencuri, bukan tindakan yang dianjurkan. Anak belum paham konsep kepemilikan, apalagi mencuri. Mengatakan "serakah" saat anak ingin menguasai seluruh mainan juga tidak tepat. Duduklah bersamanya, katakan dengan baik-baik bahwa mainan yang dibawanya itu bukan miliknya. Besok, saat ia bermain bersama temannya, ia harus mengembalikan mainan itu. Atau, saat anak bermain bersama kakaknya, Anda dapat berada di dekatnya. Ketika dia mulai merampas semua mainan sambil berkata, "Ini punyaku! Jangan Kakak, ini punyaku!" Katakan pada anak bahwa Anda membelikan mainan itu untuk ia mainkan bersama kakak atau teman lain. Kalau bersikap demikian terus, ia tidak akan punya teman bermain. Semua orang akan meninggalkannya.

Satu hal penting lain, Anda adalah model paling kuat yang dicontoh anak. Oleh karenanya, beri ia contoh dengan tidak mengambil atau meminjam sesuatu milik pasangan Anda tanpa lebih dulu minta izin.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Bebaskan Anak Bereksplorasi Namun Tetap Aman




Hai bunda, balita senang dan gemar bereksplorasi?  Meski membuat berantakan, bereksplorasi memberinya kesempatan untuk banyak belajar tentang dunia sekitar.  Perhatikan beberapa hal ini, agar anak aman bereksplorasi.

  • Amankan ruangan. Bagi balita, dapur, kamar mandi, laci-laci lemari adalah tempat menarik! Namun, tanpa pengawasan Anda, dia bisa terluka. Pastikan rumah adalah tempat yang aman untuk anak bereksplorasi.    Beri kesibukan bereksplorasi. Jangan terlalu banyak melarang, sejauh hal-hal yang dieksplorasi anak tidak berbahaya.  Sediakan material yang diperlukan. Tahan keinginan untuk selalu mengatur kecuali jika aktifitas tersebut memang perlu bimbingan.
  • Koreksi bila balita Anda sudah melakukan sesuatu yang berbahaya, tidak sehat atau merusak. Misalnya dia sudah mulai melemparkan mainan  atau memukul orang lain dengan sendok. Jelaskan padanya, “sendok itu untuk makan bukan untuk memukul orang.” Usahakan untuk tidak bereaksi berlebihan, tetap tenang ketika menghadapi hal tersebut. Jika dia tetap melakukannya, alihkan perhatiannya dengan aktifitas atau benda lainnya.
  • Ajak anak mengeksplorasi dunia luar, jangan hanya di dalam rumah. Seperti, taman, pantai, atau playground. Selain mengenal dunia luar, anak juga bisa bertemu dengan anak-anak lain dan belajar sosialisasi.
  • Ajak balita beraktifitas fisik. Menurut National Association for Sports & Physical Education, anak usia 1-2 tahun disarankan untuk melakukan kegiatan terstruktur selama 30 menit sehari. Kegiatan terstruktur adalah kegiatan yang dirancang dan  diarahkan oleh orang tua yang bertujuan mengasah keterampilan tertentu. Misalnya melompat  5 menit sehari untuk menguatkan otot batang tubuh. Bermain puzzle setiap hari selama 10 menit untuk mengasah keterampilan motorik halus. Bermain di taman selama 30 menit setiap sore untuk mengasah keterampilan sosial. Selain itu, anak juga perlu setidaknya 60 menit untuk aktivitas tidak terstruktur atau bermain bebas.
  • Sabar. Ikuti irama anak. Jangan paksa anak untuk melakukan berbagai hal dengan cepat sesuai waktu Anda, karena otak anak tidak mampu menyerap informasi yang diberikan dalam waktu singkat. Tak perlu mengomel saat  anak membuat berantakan. Dan tak perlu panik jika sesekali anak terbentur atau tergores karena jatuh. Jatuh dan sakit akan membuat anak lebih berhati-hati. 
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Cara Merangsang Otak Bayi




Hai bunda,... berikut ini beberapa cara merangsang otak bayi, semoga bermanfaat...

Otak bayi baru lahir terdiri dari 100 milyar sel sebagian sudah terhubung sejak lahir dan akan berakhir di usia 3 tahun. Hingga usia 6 bulan, otak bayi 75% besar otak dewasa. Sampai usia 8 bulan, otak bayi cukup untuk menanggapi kejadian-kejadian di sekitarnya. Beri stimulasi yang tepat!
  1. Lakukan pijat bayi dengan santai. Setiap pijatan merangsang sel saraf otak untuk saling terhubung.
  2. Lakukan senam ringan untuk bayi, misalnya gerakkan tangan bayi menyilang di depan dada sebanyak 4 kali.gerakkan kaki sperti mengayuh, sebanyak 4 hitungan. Bayi senang menikmatinya, asalkan tidak terlalu lama.
  3. Bicaralah dengan bayi apapun yang sedang Anda lakukan, dia akan belajar bicara dan berbahasa. Dengan memberi jeda di akhir kalimat, Anda mengajarkan pola bicara dan percakapan.
  4. Bicara dengan intonasi yang berubah ekstrem untuk merangsang otak.
  5. Menyanyilah untuk bayi setiap hari lagu yang sama, dengan mengulang-ulang nyanyian ini, bayi belajar memprediksi dan menghafal lagu.
  6. Tunjukkan gambar-gambar dari buku bayi dengan warna-warna terang dan kontras, tetapi tidak lebih dari dua gambar supaya bayi tidak bingung.
  7. Ajak bermain ciluk ba untuk mengajarnya tentang objek permanen, meski dia tidak melihat Anda bukan berarti Anda tidak ada. Ini memberikan landasan kepercayaan bayi terhadap Anda.
  8. Tirukan ekspresi dan suara bayi supaya dia belajar bahwa dia bisa memberi pengaruh pada lingkunganya.
  9. Ubah posisi bayi setiap 30 menit agar dia dapat melihat sekeliling dari beberapa sudut pandang. Berdiri tegak, tengkurap dan telentang. Pangku dia di pangkuan, goyang dengan lembut kaki Anda untuk mengajarnya tentang terak.
  10. Untuk menguji pendengarannya, bunyikan rattle di dekat telinganya, kemudian kea rah belakang. Dia akan belajar memusatkan pendengarannya pada bunyi.
  11. Beri bayi benda-benda aneka tekstur untuk disentuh.
  12. Berikan mainan yang aman untuk digigit-gigit supaya bayi belajar mengenal tekstur lewat lidahnya.
  13. Bernyanyi dan bertepuk tanganlah supaya bayi menirukan gerakan tepuk tangan. Tepuk tangan penting untuk koordinasi kedua belahan otak bayi.
  14. Ajak anak keluar rumah, tunjukkan berbagai mahkluk hidup dan benda-benda di luar rumah.
  15. Beritahu bayi Anda mencintainya. Bayi akan segera belajar arti cinta Anda sebelum dia mampu membalasnya.
  16. Kenalkan bayi dengan anak lain, misalnya mengajaknya keluar rumah untuk melihat anak lain yang lebih besar sedang bermain, atau, seringlah bertemu saudara sepupunya.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

7.5.15

Tips Mengajarkan Pada Balita Supaya Menjadi Balita Yang Mandiri


 Hai bunda,... berikut ini tips mengajarkan pada balita anda supaya menjadi balita yang mandiri, semoga bermanfaat...

“Bangun tidur ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku…” lagu yang sudah pasti tak asing di telinga Anda. Tanpa Anda sadari, lagu ini mengenalkan ritual pagi pada anak, yaitu menggosok gigi dan membersihkan tempat tidur. Jika rutinitas ini dilakukan secara berkala, artinya anak sudah belajar disiplin. Tak hanya itu, anak juga sekaligus belajar menjadi anak yang mandiri. Ia tak lagi butuh bantuan Anda untuk merapikan tempat tidurnya.

1. Merapikan tempat tidur

Ada yang mengatakan, terlalu dini menyuruh anak membereskan tempat tidurnya sendiri. Ya, hal ini memang masuk akal, mengingat kemampuan motorik halus anak belum terlatih secara maksimal. Sehingga ia belum bisa melipat selimut dan merapikan seprei selicin Anda. Namun, tak ada salahnya jika Anda libatkan si 2 tahun dengan kegiatan ini. Tak harus rapi seperti Anda, cukup dengan menata bantal dan guling, serta melipat selimut saja. Nilai yang perlu dikenalkan sebenarnya adalah kebiasaan merapikan kembali apa yang sudah dipakai.

Tips:
•    Awali dengan tugas ringan seperti merapikan letak bantal, guling, dan
melipat selimut yang ia pakai.
•    Hindari membiarkan si kecil melakukan hal ini sendiri pada tempat tidur Anda juga, apalagi jika ia sudah tidur sendiri.  Karena anak butuh contoh pada setiap kegiatan yang Anda ajarkan.

2. Memilih pakaian
Keterampilan melepas dan memakai baju sendiri biasanya muncul di usia 1,5 tahun. Usia 2 tahun, kemampuannya bertambah menjadi mau memilih baju sendiri, tidak mau dipilihkan lagi. Biarkan ia berkreasi dengan gayanya sendiri. Hal ini akan membantu anak Anda dalam berani mengambil keputusan. Namun bila pakaian yang ia pilih sangat tidak sesuai dengan momen yang akan dihadiri, segera berikan penjelasan.

Tips:
•    Pisahkan pakaian anak berdasarkan kegiatan, misalnya pakaian rumah, pakaian jalan-jalan, dan pakaian pesta. Kenalkan anak dengan pengelompokan pakaian ini, selebihnya, biarkan ia yang memilih.
•    Tahan keinginan Anda untuk menawarkan bantuan pada si kecil jika tidak diminta. Baginya, bantuan Anda adalah bentuk interupsi terhadap kemandiriannya.

3. Menyisir rambut
Berikan panduan pada anak untuk menyisir rambut setelah mandi. Mulailah dengan menarik rambut ke belakang lalu merapikannya sesuai dengan belahan rambut yang sesuai dengan gaya rambut anak. Dan lakukan di depan cermin untuk memudahkan anak.

Tips:
•    Pilih sisir khusus anak yang mudah digenggam, bergigi jarang, dan memiliki ujung yang lembut.
•    Agar rambutnya tidak susah disisir, gunakan sampo khusus balita dan tambahkan sedikit lotion rambut.

4. Sarapan
Sarapan dengan jumlah kalori yang tepat setiap pagi merupakan kebiasaan yang tepat sebab akan memberikan energi pada anak untuk menjalankan aktivitasnya sepanjang hari. Ada penelitian di Amerika Serikat terhadap anak-anak yang membuktikan anak yang tidak suka sarapan memiliki prestasi yang rendah, serta bermasalah dalam belajar dan berperilaku, dibandingkan dengan anak yang sarapan.

Tips:
•    Pilih menu makanan sehat yang cocok untuk usia balita dan sajikan sesuai dengan porsinya. Jangan lupa untuk memberikan kreasi menu, plus hiasan menarik, agar anak makin semangat melahap masakan Anda.
•    Temani si kecil sarapan karena makan sendiri tidak asyik, Bunda.

5. Sikat gigi
Si dua tahun sudah menyantap makanan seperti yang Anda makan, sehingga ia perlu dikenalkan dengan kegiatan menyikat gigi. Ia pun sudah bisa dipercaya untuk melakukannya sendiri. Sikat gigi dilakukan dua kali sehari, yaitu satu kali sesudah sarapan dan satu kali sebelum tidur malam. Berikan contoh gerakan menyikat gigi pada anak di depan cermin, dan lakukan kegitan ini bersama-sama dengan Anda agar ia lebih semangat.

Tips:
•    Pilih sikat gigi khusus anak, ciri-cirinya: ukuran kepala sikat kecil kira-kira 1,5 cm sama dengan panjang bulu sikat, bulunya halus, serta memiliki gagang cukup lebar dan tebal. Bila perlu, biarkan memilih warna atau gambar yang ia suka.
•    Cipta suasana yang menyenangkan selama gosok gigi, seperti sambil bernyanyi atau bercerita tentang sosok jagoan yang rajin sikat gigi.





(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Menghadapi Balita Yang Suka Mengkhayal



Hai bunda,... balita anda suka mengkhayal? Nah berikut ini cara menghadapinya, semoga bermanfaat...

Balita usia  2-3 tahun mulai mengaktifkan daya imajinasinya. Bakat imajinasi ditambah dengan semakin akrabnya dia dengan lingkungan sekitar, membuat dia mulai berkhayal. Berkhayal melihat sesuatu, seperti santa claus di perapian, padahal di rumah tidak ada perapian, bahkan sampai punya teman khayalan. Bagaimana menghadapinya?
  • Dengarkan imajinasi anak. Biarkan anak menceritakan imajinasinya agar ia merasa dihargai. Biarkan dia mengarahkan respon Anda dengan menanyakan “apa yang terjadi selanjutnya?” Jangan katakan kalau ceritanya tidak bagus, aneh atau hal tersebut mustahil terjadi. Biarkan anak merasa nyaman berbicara mengutarakan pikirannya.  
  • Jangan mendramatisasi imajinasi anak. Jangan menambahkan ide cerita dalam plot imajinasinya agar anak tidak ‘terjerumus’ ke dalam dunia khayalannya.  Sebaliknya bawa dia ke dunia nyata.
  • Ajak main pura-pura. Dengan berpura-pura menjadi sesuatu, balita bisa puas berimajinasi tanpa ada yang membatasinya. Bebaskan anak melakukan aktivitas yang dia sukai dan biarkan dia menggunakan imajimasinya dengan barang-barang yang ada disekelilingnya.
  • Ada aturannya. Segala barang yang ada di sekeliling anak bisa jadi bahan imajinasinya. Namun, Anda tetap perlu menjelaskan dan menetapkan aturan tentang guna sebuah barang, bila anak menggunakan barang sebagai sarana khayalannya.
  • Tidak menyalahkan imajinasinya. Pada usia ini anak biasanya punya teman imajinasi. Namun, tidak jarang ketika dia melakukan kesalahan anak tidak mengaku kalau dia yang melakukannya, melainkan menyalahkan teman imajinasinya tersebut. Gunakan kesempatan tersebut untuk mengajarinya sesuatu yang baik. Misalnya, anak mengaku kalau teman imajinasinya, Rocket, yang menumpahkan jus. Katakan, “Setiap orang bisa melakukan kesalahan, yuk bantu Rocket membersihkan tumpahan jus ini.” Cara ini bisa membantu anak merasa lebih berani untuk mengatakan yang sejujurkan dan tidak menyalahkan pihak lain.
  • Alihkan khayalan yang menakutkan. Tidak selamanya khayalan anak adalah hal-hal yang menyenangkan. Saat khayalannya adalah sesuatu yang seram seperti monster, segera ganti sosok monster jahat itu dengan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Misalnya, katakan pada anak bahwa Anda melihat kelinci bukan monster. Jangan biarkan khayalan yang menakutkan berkembang berlarut-larut. Hindari juga mengajaknya menceritakan cerita seram pada anak. Rasa takut pada anak biasanya disebabkan karena dia tidak bisa mengatasi imajinasi tersebut.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Mengenal Sembilan Jenis Temperamen Bayi






Hai bunda,... berikut ini 9 temperamen bayi yang perlu bunda pahami, semoga bermanfaat...
Bunda perlu menerima dan  mengetahui temperamen bayi agar tahu cara mengasuh yang tepat.  Para ahli percaya bahwa sejak lahir bayi memiliki 9 temperamen yang perlu diterima, dipahami dan distimulasi agar bayi  bisa berkembang bahagia.

Bayi Aktif:
  • Cukup nyaman dengan dirinya karena bisa “sibuk” sendiri.
  • Senang menikmati dunia dari stroller-nya.  
  • Memiliki activitiy level atau tingkat aktivitas  tinggi, terlihat dari kesukaannya bergerak, sampai-sampai membuat Anda kesulitan mengganti diaper-nya.
  • Karena aktivitasnya tinggi, ia  mudah tidur lelap.
Bayi Teratur:
  • Tidur, makan dan BAB pada jam tertentu setiap hari.
  • Tidak menolak setiap usaha Anda menerapkan jadwal rutin.
Bayi Ramah:
  • Tersenyum kepada  orang yang baru yang ditemui.
  • Nyaman bertemu orang baru.
Bayi Adaptif:
  • Mudah menyesuaikan dengan segala sesuatu yang baru; tempat, suasana, orang.
  • Bisa tidur nyenyak di tempat tidur yang bukan miliknya, seperti di hotel, di ruah saudara atau di rumah nenek,sehingga mudah diajak bepergian.
Bayi Intensif
  • Menunjukkan perasaannya dengan menangis.
  • Merengek jika ada sesuatu yang mengganggunya.
Bayi Moody:
  • Jika sejak bangun tidur ia tersenyum  maka akan riang sepanjang hari.  Namun jika ketika bangun tidur rewel, kemungkinan begitu pula suasana hatinya seharian.
  • Saat bertambah besar, ketika ia belajar  untuk mengungkapkan perasaannya dengan lebih baik, maka frekuensi tangisnya akan berkurang.
Bayi Mudah Terganggu:
  • Saat mengamuk ia tidak mudah ditenangkan meski sudah diberi kegiatan lain.
  • Anda sering tidak tahu apa yang diinginkannya.
  • Mudah terganggu hanya oleh bunyi mesin blender.
Bayi Ulet:
  • Tidak mudah menyerah dan terus berupaya menarik atau meraih mainan.
  • Menangis bila usahanya diinterupsi –misalnya Anda menggendongnya saat ia sedang asyik merangkak “mengejar” mainan.
Bayi Sensitif: Mudah terganggu oleh suara berisik, diapers basah, atau kain seprai dingin.

(Sumber : ayahbunda.co.id)

Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Memperlancar ASI


Hai bunda,... berikut beberapa jenis makanan yang dapat memperlancar ASI, semoga bermanfaat...

Beberapa jenis bahan makanan dipercaya bisa melancarkan ASI. Ada yang pahit, manis, gurih dan segar untuk ibu menyusui. Agar ASI lancar dan deras. Pilih yang menurut Anda paling cocok dan disukai. Kemudian olah sesuai selera. 

Edamame/Kedelai. 
Kaya protein. Edamame atau kedelai Jepang ini memang sumbernya protein nabati. Edamame juga mengandung vitamin K, mangan, asan folat, vitamin C, riboflavin, zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian ibu menyusui yang mencapai 65 gr. Bila Anda sedang bosan makan ikan, unggas atau daging sebagai sumber protein, coba saja edamame. Kekurangan protein bisa membuat produksi air susu berkurang, bahkan cadangan protein dalam tubuh akan ikut berkurang.
Enaknya jadi camilan setelah direbus, atau sebagai bahan campuran telur dadar.


Daun katuk.
Kaya protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk juga terkandung 239 mg vitamin C, sudah jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yakni 95 mg. tak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang batas toleransinya adalah 2000 mg/hari. Hanya dengan melahap sayur daun katuk, Anda tak perlu lagi minum suplemen vitamin C.
Baik untuk memperlancar ASI karena mengandung asam seskuiterna. Penelitian Sa’roni, Tonny Sadjimin, Mochammad Sja’bani dan Zulaela di Slmena, Yogyakarta (2004) menunjukkan bahwa setelh mengonsumsi daun katuk, volume ASI bisa meningkat hingga 50%.
Enaknya disayur bening atau sayur bobor.

Bunga Pepaya.
Kaya vitamin A dan vitamin C. Bunga yang berwarna kuning pucat ini juga mengandung kalsium dan fosfor.
Baik untuk mempercepat proses pencernaan protein karena adanya enzim papain, yang tidak hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di buah dan daunnya.
Enzim itu berguna untuk memecah protein yang Anda makan, apalagi saat menyusui dibutuhkan protein sekitar dua kali lipat dibanding kebutuhan normal. Bunga papaya juga bisa merangsang nafsu makan.
Enaknya ditumis, direbus atau disiram air mendidih untuk lalap.

Bayam hijau/merah.
Kaya vitamin B6, za besi, protein, thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K.
Baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat. Ini didapat dari vitamin B6. saat menyusui, kebutuhan vitamin B6 Anda satu kali lebih tinggi dibanding wanita yang tidak menyusui atau hamil. Jadi, konsumsi bayam lebih banyak dari biasanya akan menambah kandungan vitamin B6 dalam ASI. Bayam rendah kalori, sama sekali tidak mengandung lemak, tapi kaya nutrisi. Pilih bayam yang warna pekat, hijau atau merah. Kepekatan warna, salah satu ciri kandungan karoten yang lebih banyak, bermanfaat untuk melawan radikal bebas.
Enaknya disayur bening, menu sederhana kesukaan semua orang. Buat dalam porsi sekali makan karena sayur bayam tidak boleh dipanasi ulang.
(Sumber : ayahbunda.co.id)