7.5.15

Tips Agar Balita Tumbuh Menjadi Anak Bahagia

 
 
 Hai bunda,... berikut ini tips agar balita tumbuh menjadi anak bahagia, semoga bermanfaat...

Senangnya balita tumbuh jadi anak bahagia. Senyumnya dapat Anda nikmati setiap saat, ia pun  menjalani hidupnya dengan penuh percaya diri. Namun, puncak bahagia buka pada tepuk tangan, tapi pada saat Anda dan buah hati dapat mengenali perasaan itu.

Bahagiakan diri Anak
  • Anak belajar dari orang tuanya, kerena itu Anda terlebih dulu harus bahagia, mampu mengenal rasa itu dan mengekspresikannya lewat senyum, tertawa atau nyanyian Anda.
  • Hindari obsesi menjadi orang tua yang sempurna. Pada dasarnya anak tidak lahir dengan buku petunjuk yang bisa Anda pelajari dalam semalam. Anda dan pasangan justru belajar tentang balita sebagaimana ia belajar tentang banyak hal dari Anda.
  • Pastikan cadangan energi Anda cukup ketika mengurus balita. Siasati kondisi ini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak potasium, seperti pisang, tomat, dan yoghurt tanpa rasa, yang rendah lemak. Fakta kesehatan menyatakan kekurangan potasium membuat seseorang mudah lelah.
  • Jangan hentikan hobi dan kesempatan menikmati me time Anda. Berbagilah peran mengasuh balita dengan pasangan, sehingga Anda masih punya waktu untuk mengurus dan menyanyangi diri sendiri.
Sehat pasti happy
  • Pastikan kebutuhan fisik anak terpenuhi. Cukup tidur, gizi sempurna, dan merasa nyaman adalah hal penting yang membuat anak senang dan tumbuh sehat.
  •  Anak sangat mudah rentan oleh perubahan menu. Waspada jika ia rewel setelah mencoba jenis makanan yang baru diperkenalkan padanya, karena hal itu bukan hanya pertanda ia tidak suka. Tetapi bisa jadi gejala alergi yang perlu diatasi secara tepat.
  • Atur ritem aktivitas pengasuhan atau waktu bermain anak dalam pola yang rutin. Anak lebih mudah mengikuti jadawal yang teratur karena terbiasa, dan hal ini membuatny anyaman.
  • Berikan balita cukup kesempatan untuk menyalurkan energinya, dalam bergerak bebas: merangkak, bermain dengan bola kesayangannya, atau sekedar bergulingan ke sana ke mari.
Senang bersamanya
  • Temani balita bermain sesering mungkin, karena hal yang menyenagkan bagi anak sebenarnya adalah Anda, orang tuanya.
  • Ajak balita bermain kreatif fengan benda-benda di sekitar.
  • Pastikan setiap aktivitas perawatan jadi saat  yang menyengankan bersama anak, misalnya bermain air saat sebelum mandi, ajak anak menata peralatan makan bersama menjelang makan, dan masih banyak lagi.
  • Setiap kali selesai beraktivitas, tanya anak tentang perasaannya. Anda akan menemukan kebahagiaan tak terkira saat ia mengangguk sambil tersenyum lebar, jika ia memang senang!
Realistis sejak dini.
  •  Agar bisa merasa gembira, akan perlu lebih dulu mengenal rasa sedih. Jadi, jangan mencegah anak dari pengalaman-pengalaman sedihnya.
  • Biarkan anak menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri. Buka berarti dia tidak boleh minta tolong, hal yang penting adalah, Anda hanya membantunya menemukan solusi, buka menyelesaikannya. Misalnya, mengambil sendiri mainannya yang jatuh, alih-alih berteriak minta tolong.
  • Sejalan bertambahnya usia, beri tugas rutin sederhana pada anak, seperti mengembalikan mainan pada tempatnya. Anak akan merasa bahagia jika ia terlibat dan berperan dalam aktivitas keluarga.
  • Ajari anak berterima kasih atas kesenangan yang dialaminya, sekecil apapun itu.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mengatasi Bayi Yang Rewel Dan Menangis Di Malam Hari

 
 
 
 
 Hai bunda,... berikut ini tips mengatasi bayi yang rewel dan menangis di malam hari, semoga bermanfaat...

Bayi yang baru lahir "hobi" rewel dan menangis di malam hari. Ternyata ini sebabnya:
  • Lapar. Beri minum/susui menjelang tidur malam agar bayi kenyang dalam jangka waktu lama.
  • Buang air. Cium atau raba popoknya. Segera bersihkan alat genitalnya dengan kapas, keringkan dengan lap, lalu ganti popoknya dengan popok bersih.
  • Bajunya basah akibat keringat. Cepat bersihkan tubuhnya dengan lap, keringkan, dan ganti dengan baju yang menyerap keringat.  
  • Tangan atau kakinya dingin. Pakaikan kaus kaki dan selimuti agar hangat. Jika masih berumur dua atau tiga bulan, bedong dengan menggunakan selimut bayi. Perhatikan suhu ruangan. Jika menggunakan AC, pasang suhu antara 25-27 ÂșC.
  • Waktu tidurnya terganggu. Ninabobokan dengan bersenandung atau memutarkan lagu yang tenang sambil mengayun-ayun atau mengelus-elus punggung atau dahinya. Bisa juga dengan meredupkan lampu kamar bayi, serta usahakan ruangan cukup hangat dan tidak pengap. Uniknya, terkadang bayi merasa nyaman dengan suara-suara mesin, seperti generator atau mesin air yang berbunyi terus-menerus.
  • Kolik, ditandai dengan tangisan terus-menerus dan melengking seperti kesakitan.  Gendong bayi dalam posisi rebah di dada Anda dan elus-elus atau tepuk-tepuk punggungnya. Kadang-kadang, gerakan teratur ketika kita melangkah sambil menggendongnya, membuat bayi merasa nyaman dan tertidur kembali. Anda juga bisa meredakan kolik dengan melakukan memijatnya.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Merawat Mata Bayi Agar Selalu Berbinar

 
 
 Hai bunda,... berikut ini tips merawat mata bayi agar selalu berbinar, semoga bermanfaat...

Mata bayi Anda kelihatan kotor dan redup? Tak usah khawatir dulu. Asal tahu caranya, mata mungil bayi Anda bisa bersinar lagi!

Mata adalah jendela untuk melihat dunia. Jadi sudah sepatutnya Anda tidak mengabaikan kondisi mata bayi Anda. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Cari penyebabnya. Penyebab redupnya mata bayi bisa beragam. Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan dokter anak Anda. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan benar-benar tepat.

Siap-siap dulu sebelumnya.
  • Tangan Anda harus bersih. Ini untuk menjaga kuman-kuman yang nakal ikut-ikutan masuk ke mata mungilnya.
  • Gunakan kapas bulat yang lembut, sebab serpihan kapas tidak akan menempel di mata dan menimbulkan iritasi.
  • Celup kapas bulat dalam air hangat, agar tidak tidak terjadi iritasi.
  • Rajin-rajinlah membersihkan matanya, minimal berbarengan saat Anda membersihkan tubuhnya di pagi dan sore hari.
  • Ganti kapas setiap kali membersihkan mata bayi, agar kotoran mata yang sudah terambil tidak mengenai matanya lagi. Tindakan ini juga mencegah kontaminasi kuman dari satu mata ke mata lainnya.
Ini Dia Penyebabnya!
  • Sebelum berusia 48 jam. Biasanya akibat kontaminasi cairan ketuban atau darah seusai persalinan. Kotoran matanya akan berwarna kecokelatan, tapi tidak berbau.
  • Setelah usianya 48 jam. Ini karena infeksi. Umumnya, kotoran mata akan berwarna kuning kehijauan dan berbau. Infeksi bisa juga ditandai radang pada mata, berupa bengkak dan berwarna kemerahan.
  • Sumbatan pada saluran air mata . Terjadi karena ada sumbatan di saluran air mata, sehingga air mata menggenang dan debu yang beterbangan di udara lengket di mata.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Tips Mencuci Rambut Bayi Yang Aman


 
 
 Hai bunda,... berikut ini tips mencuci rambut bayi yang aman, semoga bermanfaat...

Jika rambut dan kulit kepala bersih, kerak kepala pun enggan muncul. Untuk ibu baru, tak perlu bingung bagaimana cara mencuci rambut (keramas) bayi yang aman, berikut tip-tipnya.

Sejak hari pertama, bayi sudah dikeramasi, dan dianjurkan dilakukan setiap hari. Tujuannya, agar sel-sel kulit mati dan kotoran tidak menumpuk menjadi kerak di kulit kepalanya. Keramas bisa dilakukan saat memandikan bayi.

Berikut langkah-langkah mengeramasi bayi:
  1. Siapkan sampo, washlap, sisir sikat bayi, lotion rambut, dan perlengkapan mandi lain di dekat bak mandi. Anda bisa memandikan bayi dulu sebelum mencuci rambutnya.
  2. Bilas kepala bayi dengan air hangat dari arah depan ke belakang. Ambil washlap, tuang sampo bayi di atasnya, dan remas-remas sampai berbusa. Usapkan washlap sambil beri pijatan ringan di kepala bayi.
  3. Bilas rambut dan kulit kepala bayi sampai bersih secara perlahan. Arahnya tetap dari depan ke belakang. Usahakan agar air bilasan tidak menetes ke wajah bayi. Walau samponya tidak membuat pedih mata bayi, namun bayi tetap tidak nyaman jika ada air yang masuk ke dalam matanya.
  4. Keringkan tubuh dan kepala bayi. Pakaikan baju seperti biasa. Kalau perlu, oleskan lotion rambut agar harum dan lembut, lalu sisir rambutnya.
Gunakan sampo yang memang diformulasi khusus untuk bayi, yakni yang terbukti secara klinis aman dan tidak membuat pedih mata bayi.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Hal-hal Yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Ingin Minum Obat Disaat Masih Menyusui




Hai bunda,... berikut ini hal-hal yang perlu anda pertimbangkan ketika ingin minum obat disaat masih menyusui si kecil, semoga bermanfaat...
 
Bingung saat sakit ketika menyusui. Ingin minum obat, tapi bagaimana dengan ASI? Jangan sampai efek dari obat mempengaruhi ASI yang akan diminum bayi Anda.

Walaupun dosis senyawa tertentu dalam obat yang Anda konsumsi hanya 1 persen, tapi tetap saja senyawa itu bisa menjadi bagian dari ASI yang diminum si kecil. Coba, pertimbangkan dulu beberapa hal berikut sebelum Anda minum obat.
  • Sebelum memutuskan minum obat, yakinkan betul apakah tubuh Anda benar-benar membutuhkan obat? Siapa tahu ada cara lain yang lebih aman yang bisa digunakan untuk meredakan sakit Anda.
  • Tanyakan kepada dokter apakah konsumsi obat masih dapat ditunda hingga masa laktasi berakhir?
  • Kalaupun terpaksa minum obat-obatan ringan, pilihlah yang lambat masuk ke dalam ASI.
Namun bila Anda memang tidak bisa menghindar dari konsumsi obat, dan harus dikonsumsi secara rutin, atur jadwal pemberian ASI dengan jadwal minum obat.
  • Berikan ASI sebelum Anda minum obat agar ASI tidak tercemar.
  • Pompa dan simpan ASI yang layak untuk dikonsumsi sebanyak mungkin sebelum minum obat.
  • Minum obat pada malam hari tepat sebelum bayi tidur lama sepanjang malam.
  • Bila bayi Anda haus dalam 3 – 6 jam berikutnya, berikan ASI simpanan yang sudah dipompa sebelum Anda minum obat.
  • Bila tetap harus menyusui setelah minum obat, pompa dan buang ASI beberapa kali sampai Anda yakin kadar obat di dalamnya sudah jauh berkurang.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Perkembangan Motorik Halus Balita Bisa dilihat Dari Cara Anak Memegang Pensil

 
 
 

Hai bunda,...ternyata perkembangan motorik halus balita, bisa dilihat dari cara anak Anda memegang pensil. 
Simak urutannya : 

1 tahun
Anak berusia satu tahun dapat memegang pensil dengan cara menggenggamnya dalam telapak tangan. Untuk melatih motorik halusnya, Anda bisa mengajak anak belajar menjumput benda kecil—misalnya benang wol, dengan cara menjepitnya dengan ibu jari dan telunjuk, mengupas pisang, dan menyusun menara dari balok. “Memindahkan biji-bijian dengan cara menjumputnya juga bisa menjadi kegiatan menarik bagi si satu tahun. Tetapi awasi ya, jangan sampai biji-bijian tersebut masuk ke dalam hidung atau telinga si kecil,” Alzena mengingatkan. 

2 tahun
Sebagian anak berusia dua tahun sudah dapat memegang pensil di antara ibu jari dan telunjuk, meski ada pula yang masih melakukannya dengan cara menggenggam. “Anda bisa mengajak si dua tahun melatih kekuatan lengan bagian atasnya dengan cara bermain panjat-panjatan atau bermain bola. Selain itu, ajak pula ia bermain plastisin (play dough) dengan cara mencubit-cubit, menggulung plastisin menjadi sosis atau bakso, dan melakukan aktivitas berpakaian sendiri. Kegiatan tersebut akan membantu si kecil melatih ketrampilan motorik halusnya,” jelas Alzena.

3 tahun
Mayoritas anak berusia tiga tahun sudah mampu memegang pensil dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian menggambar bentuk-bentuk  yang diinginkannya. “Si tiga tahun juga biasanya sudah mulai suka mewarnai bentuk-bentuk dalam bidang kosong dengan menggunakan satu warna. Tidak apa-apa, tak perlu memintanya menggunakan aneka warna. Arahkan saja dengan kata-kata ‘Yang penuh ya, mewarnainya. Tidak ada putih-putihnya,’ Yang penting, ajak ia untuk latihan mewarnai sampai penuh,” kata Alzena.

4 tahun
Kemampuan motorik halus anak berusia empat tahun hingga menjelang lima tahun pada umumnya sudah semakin baik sehingga mulai dapat melakukan kegiatan “menggambar” huruf. Untuk melatih kemampuannya, Anda bisa mengajak si kecil berlatih mewarnai dengan tidak mengenai tepi gambar. Ini berguna untuk mengajarinya cara mengendalikan dan mengarahkan ujung pensil kelak.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

4.5.15

Beberapa Perbedaan Anak Laki-laki Dan Anak Perempuan




 Hai bunda,... berikut ini beberapa perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan, semoga bermanfaat...
Ada yang merasa energinya terkuras untuk mengasuh anak-laki-laki yang energik, lalu membayangkan punya anak perempuan yang manis? Berhenti membandingkan, inilah keunikan masing-masing yang perlu Anda tahu.   

Perbedaan biologis
  • Kromosomnya berbeda (anak laki-laki XY, anak perempuan XX)
  • Jenis hormon berbeda (anak laki-laki memiliki hormon testosteron anak perempuan hormon esterogen)
  • Struktur alat kelamin berbeda, antara penis dan vagina
  • Ada perbedaan tinggi dan berat badan: anak laki-laki akan lebih tinggi dan berat dibanding perempuan, terutama setelah melewati masa pubertas.
  • Ada  perbedaan usia pubertas: anak perempuan lebih cepat puber dibanding anak laki-laki.
Perbedaan motorik
  • Anak laki-laki lebih mengembangkan kemampuan motorik kasar karena pengaruh hormon testosteron, ditambah minat dan dorongan budaya.
  • Sebaliknya, anak perempuan lebih ke arah pengembangan motorik halus.
  • Jenis gerakan dan level aktivitas lebih tinggi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan, sehingga anak laki-laki terkesan lebih kasar, sedangkan anak perempuan lebih halus.
Perbedaan kognitif
  • Jenis kecerdasan berbeda,  meskipun secara umum kecerdasan anak laki-laki dan anak perempuan kurang lebih sama.
  • Daya ingat jangka panjang anak perempuan lebih baik, sedangkan anak laki-laki lebih baik dalam ingatan jangka pendek.  
  • Anak perempuan lebih cepat belajar berbicara, kata-katanya lebih bervariasi, struktur kalimatnya lebih teratur.  Hal ini disebabkan karena anak perempuan memiliki kebutuhan afeksi lebih tinggi, yang dapat terpenuhi lewat komunikasi.
  • Anak laki-laki lebih pintar secara spasial. Mereka lebih cepat ingat rute menuju rumah atau tempat favorit mereka. Mereka juga lebih cepat menangkap perbedaan bentuk dan perbedaan ukuran dari dua benda yang dibandingkan.
  • Kecerdasan dan nalar matematika anak laki-laki dan perempuan relatif sama.  Namun anak perempuan cenderung mengerjakan soal seperti yang diajarkan guru, sedangkan anak laki-laki lebih inovatif dan kreatif dalam memecahkan masalah matematika.  Ini juga disebabkan karena anak laki-laki jarang hafal apa yang diajarkan gurunya, sehingga mencari cara pemecahannya sendiri.
Perbedaan emosi
  • Anak perempuan lebih ekspresif menunjukan emosi sedih/kecewa, misalnya dengan menangis.
  • Anak laki-laki lebih ekspresif dalam mengungkapkan kemarahan, misalnya dengan membanting barang atau menendang mainannya.
  • Cara mengatasi stress berbeda.  Perempuan dengan menjalin relasi, laki-laki dengan segera mencari solusi.
  • Anak perempuan lebih sensitif terhadap perasaan orang, dibanding anak laki-laki.
Perbedaan perilaku
  • Anak perempuan lebih mudah berempati, sehingga lebih mudah mengulurkan bantuan dibanding anak laki-laki.
  • Anak laki-laki lebih banyak melakukan permainan fisik, dibanding anak perempuan.
  • Dalam pengambilkan risiko,  anak laki-laki lebih agresif. Anak laki-laki diuntungkan dengan kemampuannya melakukan permainan fisik ditambah pengaruh hormon testosteron. Tuntutan lingkungan juga mengakibatkan anak laki-laki lebih berani mengambil risiko.
  • Anak laki-laki dan anak perempuan kenakalan yang sama, namun anak perempuan lebih mengekspresikannya ke ekspresi verbal, misalnya menjelekkan orang lain, sedangkan anak laki-laki lebih ke perilaku.
Perbedaan kepribadian
  • Anak perempuan lebih banyak lahir dengan temperamen easy going atau mudah, sementara anak laki-laki lebih banyak masuk ke kategori difficult atau sulit.  Lihat saja waktu menyusui, anak perempuan lebih mudah dipuaskan, sedangkan anak laki-laki lebih rewel.
  • Beberapa gangguan psikologis lebih banyak diderita oleh anak laki-laki dibanding anak perempuan, seperti tuna grahita, atau spektrum autisme.  
  • Kesulitan belajar (learning disabilities) lebih banyak dialami laki-laki, misalnya  hambatan membaca (disleksia), hambatan menghitung (diskalkulia ) dan hambatan menulis (disgrafia).
(Sumber : ayahbunda.co.id)