6.4.15

Berbagai Penyebab Bayi Sulit Menelan Makanan




Hai bunda,... bayi anda sulit menelan makanan? Apa penyebabnya? Nah berikut ini penjelasannya, semoga bermanfaat...

Mengunyah makanan, mengisap lalu mengeluarkannya, menunjukkan adanya gangguan pada ketrampilan menelan anak. Ini menyangkut kondisi fisiologis karena anak tidak mampu menelan makanan.

Bayi sulit menelan makanan bisa dikarenakan beberapa penyebab ini:
  • Aktivitas lidah. Kegiatan menelan makanan menyangkut aktivitas lidah yang mendorong makanan hingga memasuki keorngkongan. Bila kegiatan menelan tidak dapat dilakukan anak, berarti lidah juga tidak dapat mengatur makanan yang berada di mulut untuk ditelan sedikit demi sedikit. Ketikan anak mencoba menelan, makanan terdorong keluar sehingga bayi ingin muntah.
  • Fungsi saraf otak dan motorik organ. Proses menelan membutuhkan kerja sama antara fungsi saraf dan motorik organ-organ yang terlibat dalam kerja tersebut, seperti lidah dan rongga mulut. Dalam hal ini setiap orang memiliki kepekaan fungsi saraf yang berbeda.
  • Gangguan pencernaan. Ada anak yang punya riwayat gangguan saluran pencernaan, seperti sering gumoh. Pada perkembangan makannya, anak-anak seperti ini lebih cepat menyukai makanan orang dewasa. Ketika makanan itu dimasukkan ke dalam mulut, anak akan mengeluarkannya.
  • Bayi sariawan. Jika anak baisanya mau makan dengan mudah tapi tiba-tiba gemar mengeluarkan makanan yang ada di mulutnya, mungkin saja ia sedang sariawan, atau luka di lidah maupun gusinya. Kondisi membuat anak merasa perih ketika harus mengunyah makanan sehingga mengeluarkan kembali makanannya.
  • Radang amandel (tonsillitis) seringkaloi juga menyebabkan anak melepeh makanannya. Hal ini karena anak mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.
  • Sensori terlalu peka.  Tanda-tanda anak mengalami gangguan makan yang disebabkan gangguan sensori, antara lain:
  1. Seperti mau muntah ketika harus makan makanan yang perlu dikunyah.
  2. Bisa menelan cairan dengan mudah.
  3. Dapat mengigit dna mengunyah makanan padat, tapi tak bisa menelannya.
  4. Langsung menelan makannya untuk menghindari mngunyah.
  5. Sangat peka sehingga  bisa menelan makanan padat tapi malah tak bisa menelan cairan.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

3.4.15

Tips Menghadapi Balita Yang Sangat Aktif


Hai bunda,... berikut ini tips menghadapi balita yang sangat aktif, semoga bermanfaat...

Balita tidak bisa diam, 'pekerjaannya' banyak sekali. Bagi dia, segala sesuatu adalah hal baru yang menarik untuk dipelajari. Dia merasa senang bila dia bisa menyebabkan sesuatu terjadi. Jangan banyak dilarang, beri dia kesempatan dan lingkungan yang aman.
Apa yang bisa kita lakukan menghadapi si "balita sibuk" ini?

1. Sediakan lingkungan aman. Bukan keputusan bijak untuk mengurung dia di satu ruangan saja. Anda perlu memberi ruang seluas-luasnya untuk dijelajahi. Singkirkan benda-benda yang membahayakan anak dari jangakauannya, seperti barang-barang pecah belah. Pasang alat child-lock di laci-laci yang berisi  benda tajam semacam pisau dan garpu. Atau membuka-tutup laci itu sendiri justru berbahaya karena bisa menyebabkan jarinya terjepit. Pilih stop kontak yang dilengkapi penutup.

2. Beri kesibukan:
  • Yang merangsang panca indera. Misalnya memberinya kesempatan untuk menyentuh, merasakan, mencium, mendengar dan melihat hal baru.  Ajak anak ke halaman dan merasakan tekstur daun, mencium harum bunga. Sediaka  beberapa macam buah untuk  dieksplorasi oleh anak, seperti rambutan, jeruk untuk mencium aromanya dan mencicipi rasa buah-buahan tersebut.
  • Mainan seperti puzzle atau balok kayu juga bisa memuaskan rasa ingin tahu anak. Sambil main balok kayu dia juga bisa belajar sebab-akibat, misalnya balok yang disusun tinggi akan rubuh.
  • Yang mengaktifkan otot besar. Ajak anak permainan menggerakkan kaki dan tangannya. Paling asyik dilakukan di luar ruangan, seperti bermain di playground. Bisa juga dengan menggunakan bola tiup berukuran besar, minta anak menendang atau melempar bola tersebut. Atau beri dia mainan dorong untuk membuatnya sibuk mendorong dan melupakan perkakas dapur untuk dieksplorasi.  Pada usia ini anak juga mulai meniru ketika bermain. Ajak anak bergerak menirukan gerakan binatang, seperti lompat kelinci atau berjalan seperti bebek. Tunjukkan caranya dan minta balita menirukan gerakan Anda, tapi ketika balita melompat jangan lupa pegang tangannya untuk membantu keseimbangannya. Anda bisa juga mengajak anak berjoget, putar lagu dan biarkan tubuh bergerak mengikuti lagu.
  • Yang mengasah kemampuan berbahasa. Pada usia ini anak sudah mengulang-ulang kata atau frase yang dia dengar. Gunakan kesempatan tersebut untuk kenalkan dia dengan kosa kata baru. Misalnya, saat anak menekan-nekan tombol mainan telepon sebutkan warna-warna tombol yang ditekan oleh anak. Lalu ajak anak untuk menirukan apa yang Anda ucapkan. Mengasah kemampuan berbahasa anak juga bisa Anda lakukan sambil mengajarkan anak untuk menentukan buah apa yang ingin dia makan. Apel atau jeruk.
  • Beri tugas sederhana. Menginjak usia 18 bulan, perbendaharaan kata anak sekitar 5-20 kata. Dia  sudah bisa mengerti perintah sederhana dan anak usia satu tahun suka sekali bila Anda meminta dia untuk melakukan sesuatu. Coba minta anak menaruh mainan ke tempatnya atau minta tolong mengambilkan buku untuk Anda, dia pasti mau melakukannya. Apalagi si kecil senang bisa melakukan sesuatu sendiri. Bantu anak memahami perintah Anda dengan menggunakan  gerak tubuh, misalnya dengan menunjuk benda yang ingin balita ambilkan. Dengan ucapan terima kasih yang tulus, balita akan senang melakukannya lagi.
3. Ikut baby class. Saat ini banyak prasekolah yang membuka baby class, atau kelas untuk anak-anak usia 1 tahun, bahkan anak usia kurang dari 1 tahun. Jangan samakan kelas ini dengan kelas yang dijalani oleh anak usia 3 tahun karena aktivitasnya disesuaikan dengan kemampuan anak usia 1-2 tahun. Di sana anak bisa mengembangkan keterampilan berpikir, motorik halus dan kasar. Selain itu, memasukkan anak ke sekolah juga memberikan kesempatan anak untuk belajar bersosialisasi. Namun, jangan bebankan anak dengan kegiatan yang terlalu berat. Setidaknya anak bersekolah 1-2 kali seminggu, sekitar 1-2 jam saja.
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Ketika Balita Tidak Mau Masuk Kelas, Ini Solusinya.....




 Hai bunda,... balita anda mogok ga mau masuk kelas? Berikut solusinya....
Karena terlalu cemas, takut guru, tak suka dengan teman, atau suasana kelas, balita Anda mogok di gerbang sekolah dan menolak masuk kelas. Lakukan langkah ini untuk mengatasinya:
  • Usahakan datang lebih awal ke sekolah, agar guru bisa memberi pergatian lebih.
  • Jangan adu argumen dan memaksa anak. Dengarkan keinginannya.
  • Jangan menyerah, 1-2 kali mungkin ia masih takut. Buat persiapan lebih baik lagi, misalnya dengan mengajaknya ngobrol soal kegiatan seru di sekolah, teman baru, dan permainan seru yang ada di sekolah. 
  • Ketika anak bolos karena tak mau masuk kelas, jangan mengajaknya jalan-jalan karena ia akan menganggap 'bolos itu menyenangkan'.
  • Pelan-pelan, ajak anak masuk kelas. Boleh mengintip dulu, berdiri di depan pintu atau masuk untuk makan snack saja.
  • Kalau setelah dua pekan masih gagal, konsultasi dengan pihak sekolah. Beri kesempatan pihak sekolah melakukan pendekatan khusus, misalnya mengganti aktivitas di kelas dnegan main di playground atau menunda sekolah sampai anak lebih siap.      
  • Beri pujian jika anak mau masuk kelas. 
(Sumber : ayahbunda.co.id)

Metode Senam Otak Untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak


Hai bunda,... berikut ini metode senam otak yang ternyata sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi anak, yuk mari kita pelajari bersama, semoga bermanfaat...

Dr. Siegfried Lehr,  seorang ahli psikologi menemukan senam otak sangat baik untuk anak-anak, terutama bila dilakukan saat konsentrasi mereka sedang turun. Lakukan 5 menit, susudahnya konsentrasi anak akan terbit kembali sehingga berguna untuk proses belajar selanjutnya. Agar efektif, dampingi anak saat berlatih

Latihan Senam Otak (5 menit):
  • Baca sebuah teks, lalu sisipkan suku kata ‘og’ pada akhir suku kata. Suku kata sisipan dapat diubah setiap harinya dan akan menjadi lebih bervariasi. Misalnya: “Topi saya bundar” menjadi “Topiog sayaog bundarog”.
  • Buat garis pemisah pada akhir setiap kata. Teks yang dapat dikerjakan contohnya seperti ini:  LATIHANINISANGATBAIKUNTUK MENINGKATKANKONSENTRASIBELAJAR.LATIHDANCOBALAHLIHATPERBEDAANNYA.
  • Coret huruf atau angka yang tidak sama dengan pasangannya. Dalam latihan ini harus diperhatikan benar contohnya sebagai berikut:
              MO567JK    KP157RJ    TU286SH
              MO567JK    KP157PJ    TU186SH
  • Coretlah tanda yang tidak pada tempatnya. Pada soal yang dibuat, akan ada banyak tanda baca yang digunakan. Coret mana yang seharusnya tidak digunakan dan tandai mana yang memang sudah pada tempatnya.
Berbagai Teknik Bantuan  Belajar. Cara belajar yang cerdas, tidak hanya sekadar menjejalkan berbagai informasi ke dalam otak. Beri anak beberapa alat bantu yang dapat membantunya belajar dengan lebih menyenangkan!
   
RITME
  • Membantu belajar alfabet.
  • Saat anak belajar huruf K, kumpulkan kata-kata yang memuat huruf K yang bila dibaca akan beritme. Contoh: kuku kaki kakek kaku. Atau, semua huruf terakhir “r” saat belajar R, misalnya: Ular melingkar di atas pagar.
SINGKATAN
  • Membantu pelajaran ilmu alam.
  • Urutan atau istilah sulit, jadi lebih mudah diingat dengan menyingkat suku kata awal sehingga membentuk satu kata baru. Contoh: singkat urutan spektrum warna MErah, JIngga, KUning, HIjau, BIru, NIla, Ungu menjadi MEJIKUHIBINIU.
FANTASI
  • Membantu mengingat lokasi/daerah.
  • Yuk, belajar peta! Bantu dia dengan memintanya memilih sebuah benua, misalnya Australia, lalu menggambar sendiri benua tersebut. Lalu, ajak dia membayangkan seperti apa bentuk benua itu dan ajak dia berkhayal untuk menjelajahi benua itu, melihat lahan tandusnya, bertemu kanguru, wombat dan sebagainya.
MENYANYI
  • Membantu belajar fisika.
  • Contohnya saat memahami perbedaan lensa. Nyanyikan lagu lingkaran besar lingkaran kecil lalu “lengkung ke luar, lengkung ke luar namanya cembung. Lengkung ke dalam, lengkung ke dalam namanya cekung.”
(Sumber : ayahbunda.co.id)

2.4.15

Tips Mengatasi Fobia atau Ketakutan Pada Anak



Hai bunda,... berikut ini tips mengatasi fobia atau ketakutan anak pada sesuatu, semoga bermanfaat...

Apakah anak Anda takut atau fobia pada serangga atau sesuatu? Inilah tip yang bisa membantunya untuk menghadapi rasa takut ala Dr. Morgyn Beckman, psikiater di  University of Illinois, Peoria:

- Jangan hanya fokuskan pada masalahnya. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya menghadapi fobia, jangan paksakan anak untuk menghadapi rasa takutnya. Paling baik, sih, membiarkannya mengatasi masalahnya sesuai kemampuan dirinya.

Pikirkan bagaimana rasanya ketika Anda dipaksa melakukan sesuatu. Mungkin saja, Anda akan berurusan dengan hal ini untuk waktu yang cukup panjang dan Anda tidak menyukainya. Kalau Anda secara perlahan memaparkan anak pada rasa takutnya, ia akan lebih mudah untuk ikut mengatasinya dan pada akhirnya melalui rasa takut tersebut.

- Lakukan secara bertahap. Dr. Beckman menyarankan untuk secara perlahan membantunya menghilangkan rasa takutnya. Misalnya, kalau ia takut serangga, perkenalkan melalui dongeng. Bisa juga, Anda belikan buku cerita atau membuat games tentang binatang tersebut sehingga ia tahu bahwa serangga yang ditakutinya ternyata tidak seseram yang dibayangkan.

- Jangan remehkan rasa takutnya. Ingat, jangan mentang-mentang hal itu bukan sesuatu yang menakutkan bagi Anda (sebagai orang dewasa!), itu berarti tidak menakutkan bagi anak kecil. Coba berbagi cerita pada anak Anda tentang bagaimana Anda menghadapi rasa takut dan cara mengatasinya.

- Dengarkan anak. Biarkan anak bercerita tentang apa yang ditakutkannya, tanpa Anda potong pembicaraannya. Kadangkala, rasa takut itu tidak seperti yang kita bayangkan. Misalnya, ia sebenarnya takut pada serangga yang bisa terbang dan bukan takut pada lebah. Jika Anda langsung menyimpulkan apa yang terjadi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya anak lakukan. Yang penting, cari tahu penyebab di balik rasa takutnya.

- Beri pujian. Jika anak berhasil mengatasi rasa takutnya tahap demi tahap, beri pujian dan juga umpan balik yang positif. Jangan beri hadiah setiap kali ia berhasil melakukannya, sebab perhatiannya nanti bukan pada kesuksesan yang dilakukan melainkan pada hadiah yang didapat.

- Minta bantuan. Menurut Dr. Beckman, “Ingat, Anda tidak harus melakukan semua ini sendiri. Ada banyak buku baik untuk orang tua mau pun anak untuk mengatasi masalah ini. Bila perlu, Anda ajak anak ke psikolog untuk mencari solusi terbaik.”
(Sumber : parenting.co.id)

Tips Mengajari Anak Untuk Bisa Menunda keinginannya

 
 
 Hai bunda,... tidak semua keinginan anak harus kita turuti. Nah berikut ini tips mengajari anak untuk bisa menunda keinginannya, semoga bermanfaat...
Menangis selalu jadi senjata andalan anak saat keinginannya tidak dituruti. Orang tua mana, sih, yang tega mendengar anaknya menangis? Apalagi jika tangisannya semakin keras, ditambah raungan, teriakan, hingga berguling-guling di lantai. Hati pun menjadi luluh seketika.

Sayang anak tidak berarti mengabulkan semua keinginan atau permintaannya. Ada kalanya Anda perlu mengatakan “tidak” kepada si kecil. Hal ini bukan tanpa alasan, lho. Terbiasa dituruti semua permintaannya, bisa menyebabkan si kecil tumbuh menjadi pribadi yang manja dan keras kepala. Sebagian anak, akibat pemanjaan yang berlebihan, akhirnya tumbuh dengan daya juang yang rendah, dan memiliki daya tahan terhadap stres yang rendah pula.

Akibatnya, ia menjadi mudah tertekan saat keinginannya tidak tercapai, merasa orang tuanya tidak lagi peduli dan menyayanginya seperti dulu (ketika keinginannya dituruti!).

Nah, untuk itulah, sejak dini, anak harus diajarkan bahwa segala sesuatu yang kita inginkan, meski hal yang berguna sekalipun, seringkali membutuhkan kesabaran dan perjuangan untuk mendapatkannya. Bagaimana caranya?

Belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan

Tak mudah bagi anak, terutama balita, untuk memahami apa itu keinginan dan kebutuhan. Pengaruh teman, sering kali membuatnya  meminta sesuatu yang nampak menarik baginya. Anda perlu menjelaskan apa saja yang masuk dalam kategori keinginan atau kebutuhan. Misalnya, “Adik butuh pensil, kan, untuk menulis? Nanti Mama belikan, ya. Tapi, kalau Adik minta pensil dengan hiasan boneka di atasnya, itu namanya keinginan. Mama tidak bisa memberikan pensil seperti itu sekarang, karena harganya lebih mahal dibanding pensil biasa.”

Berikan alasan mengapa Anda tidak memenuhi keinginannya
Katakan padanya bahwa sikap Anda ini didasari oleh perasaan sayang dan bertanggung jawab terhadapnya. Misalnya, “Mama bisa saja membelikanmu pensil boneka. Tapi nanti teman-teman di kelas kamu pasti juga ingin punya pensil bagus seperti itu. Kasihan, kan, kalau mereka menangis dan merengek minta dibelikan pensil itu juga kepada mamanya?” Anda sekaligus mengajarkannya untuk menjadi anak yang berempati pada sesamanya.

Membuat daftar prioritas
Dalam satu periode tertentu, ada kalanya Anda diperkenankan untuk berkata “ya”, misalnya sebulan sekali, sehabis pembagian rapor, atau setelah ia mengerjakan tugas tertentu. Meski begitu, tetap harus ada aturannya. Anda bisa mengajak si kecil  membuat skala prioritas keinginan. Minta ia menyebutkan apa saja keinginannya, urutkan mulai dari yang paling diinginkan sampai yang paling tidak diinginkan. Dari daftar itu, Anda dan si kecil bisa berkompromi mengenai keinginan mana yang bisa ia dapatkan dalam waktu dekat ini.
(Sumber : parenting.co.id)

Tips Menghadapi Balita Yang keracunan Obat


Hai bunda,... berikut ini tips mengatasi balita yang keracunan obat, semoga bermanfaat...  

Ketika balita sudah mulai pintar membuka lemari dan botol, bunda harus sangat berhati-hati meletakkan obat-obatan. Obat penurun panas yang biasa diminum  pun bisa membahayakan jika banyak tertelan.

Pertolongan pertama:
  1. Bila balita pingsan, segera longgarkan bajunya, periksa napas dan nadinya serta baringkan dia agat nyaman.
  2. Bila sampai muntah, bawa bekas muntahannya agar diperiksa di laboraturium untuk menentukan penanganannya. Tapi jangan coba-coba menguasahakan agar balita muntah, karena dikhawatirkan makan akan lebih mencelakannya.
  3. Segera hubungi Sentar Informasi Keracunan (SIKer) untuk mendapatkan informasi penanganan yang cepat dan tepat.
Bunda perlu menginformasikan kepada SIKer:
- Usia korban.
- Berat badan.
- Gejala yang diperlihatkan.
- Jangka waktu kejadian.
- Bila Anda tahu, obat apa yang terminum oleh balita.
- Apakah balita memiliki masalah kesehatan lain.
- Apakah balita sedang dalam pengobatan.
- Lokasi keracunan.
- Lokasi dan nomor telepon rumah Anda.

SIKer Nas BADAN POM RI
Telp. 021-4259945 (setiap hari kerja)
HP: 0813 1082 6879 (di luar jam kerja)
Fax: 021-42889117
Jl.Percetakan Negara No.23 Jakarta 10560
E-mail: informasi@pom.go.id atau pusatiomker@cbn.net.id

Informasi yang dapat ditanyakan:
  • Bahaya keracunan yang disebabkan bahan kimia atau bahan alam penyebab keracunan, seperti petsisida ruamh tangga, pestisida pertanian, bahan kimia, makanan/minuman, obat-obatan tradisional, kosmetika, tumbuhan dan binatang beracun.
  • Pertolongan pertama pada keracunan.
  • Pencegahan keracunan.
Bila Anda membawa balita ke rumahs sakit. Bawa pula botol obat yang terminum untuk diketahui penangannya.
(Sumber : ayahbunda.co.id)