4.12.14

Hati-hati!!! Pijat Bayi Jika Tidak Dilakukan Dengan Benar Bisa Berakibat Kematian....


 Hai bunda, hati-hati ya jika memijat bayi? karena jika tidak dilakukan dengan benar bisa berakibat kematian pada bayi, berikut ini penjelasannya, moga bermanfaat.

Pijat bayi dipercaya dapat menjaga kesehatan dan mampu merangsang dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Namun tanpa teknik pemijatan yang benar, pijat bayi justru membahayakan, bahkan dapat menimbulkan kematian pada bayi.
Setidaknya selama 5 tahun terakir 6 bayi telah meninggal dunia di RS Sardjito Yogyakarta karena perdarahan otak akibat kesalahan pijat bayi. Sementara yang mengalami Celebral Palsy atau terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf jauh lebih banyak lagi.
"Sebagai dokter anak di Sardjito, selama 5 tahun terakhir saya sudah menjumpai 6 kasus bayi meninggal dunia, dan puluhan kasus celebral palsy, hingga bayi lumpuh, lunglai, hanya bisa nela-nelo karena kesalahan teknik pijat yang dilakukan oleh para dukun bayi," kata Prof. dr. Sunartini Hapsara SpA (K), di sela acara pelatihan pijat bayi untuk awam yang diselenggarakan rumah sakit tersebut, Jumat ( 21/11/2014 ).
Lebih lanjut Sunartini mengatakan, pijat bayi yang benar sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi, terlebih jika dilakukan oleh ibu. Terapi sentuh dan pijat dapat menghasilkan efek fisiologis yang menguntungkan, berupa peningkatan pertumbuhan, peningkatan daya tahan tubuh, dan kecerdasan yang lebih baik bagi anak.
"Pijat bayi, terutama yang dilakukan oleh ibu, selain akan memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan, juga akan menumbuhkan ikatan batin yang sehat yang akan menentukan perkembangan kepribadian anak selanjutnya," kata Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM ini.
Sayangnya, lanjut Sunartini, hingga saat ini masih belum semua dukun bayi memahami teknik pijat bayi yang benar. Masih sering dijumpai, kepala bayi menjadi obyek pemijatan. Selain itu, karena pijat bayi biasanya menjadi satu paket dengan pertolongan persalinan, seringkali teknik pemijatan bayi hampir sama dengan pemijatan ibu bayi.
"Kepala bayi masih lunak, hingga tidak boleh dipijat. Selain itu teknik pijat bayi harus berbeda dengan pijat ibu bayi. Ibu habis melahirkan, biasanya perutnya diurut walik untuk mengembalikan posisi kandungannya, nah tehnik ini sering juga dilakukan pada bayi, hingga sering saya jumpai usus bayi dalam kondisi terpelintir, " ujarnya.
Pelatihan Pijat Bayi untuk awam itu sendiri merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh RSA UGM. Pelatihan yang dilakukan kali ini adalah angkatan ke-4, dengan masing-masing angkatan berjumlah 20 orang dukun pijat bayi yang tinggal di sekitar rumah sakit.
"Dengan pelatihan ini kita harapkan semakin banyak dukun pijat bayi yang memahami teknik memijat, hingga kecelakaan bisa diminimalisir," dr Ade Febriana Lestari M Sc, SpA dokter spesialis anak RSA UGM.
(Sumber : tribunnews.com)

Beberapa kiat membersihkan tangan bayi agar terhindar dari kuman



 Hai bunda, menjaga kebersihan tangan pada bayi sangat penting lho, berikut ini penjelasannya, moga bermanfaat.

Penting bagi orangtua untuk menjaga kebersihan tangan pada bayi. Terutama saat bayi mulai merangkak, maka dia akan mengandalkan tangan untuk bereksplorasi.
Di fase ini, umumnya bayi tak ragu untuk memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut. Untuk menghindari bayi Anda mengidap penyakit akibat bakteri serta kuman di tangannya, berikut ini beberapa kiat membersihkan tangan yang tepat:
1. Gunakan air hangat
Sehabis bayi bebas merangkak, cobalah rendam telapak tangan bayi di semangkuk air hangat. Tujuannya tentu saja untuk menghilangkan kuman yang menempel.
2. Menggunakan bola kapas
Rendam bola kapas di dalam air, lalu gosokkan tangan bayi dengan bola kapas agar selalu bersih.
3. Tisu basah
Cara paling praktis adalah menggunakan tisu basah khusus bayi untuk membersihkan tangan bayi. Ada beragam tisu basah di pasaran, carilah yang memiliki fungsi menghilangkan kuman.
4. Losion antiseptik
Gunakan losion antiseptik yang aman digunakan untuk bayi. Ketika tak ada air, seperti sedang berada di kendaraan, losion antiseptik bisa jadi alternatif yang baik untuk membersihkan tangan bayi.
5. Air rendaman sabun
Air rendaman sabun dengan busa-busa wangi akan membuat bayi senang saat tangannya dibersihkan dan mewangi sepanjang hari.
(Sumber : tribunnews.com)

Penyebab Batita mengalami sulit makan


 Hai bunda mempunyai batita yang susah makan? berikut ini penjelasannya, moga bermanfaat.

Di masa batita (1-3 tahun) anak wajar mengalami sulit makan. Lo kok bisa? Apa saja penyebab anak sulit makan?
Anak sulit makan kerap membuat orangtua bingung dan frustrasi. Hanya saja, perlu diingat, sulit makan pada anak, utamanya batita adalah hal wajar. Orangtua harus mencari penyebab anak sulit makan. Langkah selanjutnya, atasi penyebab anak sulit makan tersebut.

Yuk cek penyebabnya. Apakah buah hati Anda termasuk salah satunya?

1. Masa Peralihan
Umumnya, anak sulit makan dimulai di usia batita awal. Ini berkaitan dengan perkembangannya. Bukankah pola makan batita sedang dalam masa peralihan, dari yang cair atau lembek menjadi ke makanan padat? Artinya, dia harus mengunyah dan bukan lagi tinggal menelan seperti dulu. Inilah yang menjadi penyebab anak sulit makan.

2. Alami Penurunan Nafsu Makan
Pada periode usia 1-3 tahun, anak memang tengah mengalami penurunan nafsu makan. Itulah mengapa, di awal usia batita, si kecil hanya makan sedikit atau terlihat anak sulit makan. Terlebih, setelah berusia 1 tahun, pertumbuhan badan anak memang tak sepesat sebelumnya, sehingga makanan yang dikonsumsinya pun berkurang. Belum lagi daya tampung lambungnya memang relatif masih kecil. Bila dipaksa makan, kemungkinan ia akan muntah.

3. Masuk Periode Food Jag
Periode usia 1-3 tahun juga disebut sebagai usia food jag, yaitu anak cuma mau makan makanan yang ia sukai. Jika sejak awal dikenalkan pada sosis goreng, misal, si kecil langsung suka, maka esoknya dan esoknya lagi ia akan minta makan pakai sosis goreng lagi. Lama-lama, akhirnya si kecil mau makan hanya kalau “ditemani” sosis goreng. Pilah-pilih makanan menjadi penyebab anak sulit makan.

4. Faktor Turunan
Penyebab anak sulit makan juga disebabkan faktor keturunan. Sebagian anak, sejak bayi punya nafsu makan kurang baik yang memang disebabkan faktor bawaan. Ada beberapa bukti bahwa faktor genetik berpengaruh terhadap gangguan makan. Jadi, bila orang tua atau anggota keluarga lain punya riwayat sulit makan, kemungkinan besar hal itu menurun pada anak.

5. Alami Gangguan di Mulut dan Gigi
Anak sulit makan? Mungkin penyebabnya ia sedang sakit. Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang sedang tak sehat, umumnya akan menolak makanan. Terutama, jika kondisi itu disebabkan penyakit yang langsung berkaitan dengan proses mengunyah dan menelan seperti seperti sariawan, sakit gigi, dan radang tenggorokan. Semua gangguan dan penyakit itu menjadi penyebab anak sulit makan.
(Sumber : tribunnews.com)

Tips mengenalkan makanan baru ke batita


Hai Mam mempunyai batita yang suka pilih-pilih makanan? berikut ini tips mengenalkan makanan baru ke batita, moga bermanfaat.
Percaya atau tidak, anak-anak batita-termasuk anak Mama-memiliki indera bawaan soal besarnya porsi makan yang ia butuhkan untuk tumbuh dan sehat.
Selain itu, sebagai batita, ia juga merasa bahwa dialah sang pengambil keputusan soal makanan mana yang akan ia santap dan mana yang ia tolak.
Menghadapi batita yang sedang belajar mandiri, Mama dan Papa harus tetap tenang serta-khusus yang berhubungan dengan jam makan-menguasai sejumlah tips mengenalkan makanan baru ke balita pemilih, seperti berikut:
* Buatlah jadwal makan yang teratur sehingga si kecil memiliki 3 waktu makan utama dan 2 waktu makan camilan sehat di antara jam-jam makan.
Menurut para dokter, anak-anak batita yang suka pilah-pilih makanan seringnya memiliki porsi makan yang kecil di sepanjang hari. Dengan membuat jadwal makan yang teratur, Mama bisa memastikan si kecil akan makan saat dia lapar dan memperkecil kemungkinannya melahap camilan terlalu banyak.
* Variasikan jenis makanan sehat untuk disantap batita Mama di tiap jam makan.
Saat Mama menawarkan makanan baru, cukup letakkan makanan itu di depan kursi si kecil tanpa memaksanya untuk melahapnya. Selain itu pastikan kalau makanan yang Mama sediakan sesuai dengan umur si kecil.
* Perkenalkanlah jenis makanan baru satu demi satu dan dalam porsi yang kecil.
Jangan berikan menu yang semuanya tampak asing baginya. Lebih baik Mama memberi si kecil makanan yang biasa ia makan atau yang ia paling sukai, baru selipkan satu jenis makanan baru. Selalu sediakan setidaknya satu jenis makanan yang paling ia sukai di tiap waktu makan.
* Cobalah untuk menyediakan jenis makanan baru ketika Mama tahu kalau si kecil tengah lapar-beberapa iris mangga saat dia ingin makan camilan sore, misalnya.
  
* Jangan lupa untuk selalu memberinya porsi makan batita.
Porsi makan batita jumlahnya hanya sekitar ¼ porsi makan orang dewasa. Jika Mama ingin memperkenalkan daging untuk anak yang masih berumur satu tahun, beri ia yang berukuran sebesar telapak tangannya saja. Sementara untuk sayur-sayuran, porsi yang pas untuk batita adalah satu sampai dua sendok makan.
(Sumber : tribunnwes.com)

Beberapa cara yang harus dilakukan ketika anak mengalami kejang demam


 Hai bunda, mempunyai anak yang pernah mengalami kejang demam? jangan panik bunda, berikut ini beberapa cara yang harus bunda lakukan ketika anak anda mengalami kejang demam, moga bermanfaat.
Kejang demam bisa dialami anak ketika demam. Tubuh anak kejang-kejang dan tampak kaku, napasnya terganggu, bola matanya berputar atau mendelik ke atas, dan anak tak berespons dalam beberapa saat.
Namun, tidak semua anak mengalaminya. Ada anak yang suhu demamnya mencapai 41 derajat Celsius masih tak apa-apa, tetapi ada juga yang baru 38,5 derajat Celsius saja sudah kejang demam. Jadi, tak ada patokan suhu tubuh yang menyebabkan anak menjadi kejang.
Biasanya, kejang demam bersifat turunan atau genetik. Bila ibu/bapaknya pernah mengalami kejang saat kecil, kemungkinan besar kejang demam dapat terjadi pada anaknya.
Lama berlangsungnya kejang demam sekitar 1—3 menit, ada juga yang terjadi hanya beberapa detik. Kejadiannya bisa hanya satu kali, bisa juga berulang beberapa kali bergantung pada penyakitnya. Pada kejang demam sederhana, kejang hanya terjadi sekitar 30 detik. Selesai kejang, anak tetap sadar. Sementara pada kelainan/gangguan pada otak, kejangnya terjadi lebih kompleks,  misalnya, dapat berulang, waktunya pun lebih lama (10—30 menit). Setelah kejangnya berhenti, anak dalam kondisi tidak sadar.
Kejang demam sederhana tak berdampak apa-apa pada anak. Lain hal bila kejang hingga berkali-kali, bisa menyebabkan sel-sel otak menjadi rusak. Pasalnya, saat kejang, otak mengalami kekurangan oksigen. Maka itulah, penting bagi orangtua untuk mencegah agar anak tidak kejang. Jikapun anak mengalami kejang demam, cukup terjadi satu kali dan tidak berulang.
Bila memang ada riwayat kejang dalam keluarga atau anak pernah mengalami kejang demam, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian orangtua.
Berikut tip menangani kejang demam;
* Lakukan antisipasi.
Saat anak demam, segera berikan obat penurun panas, meski demamnya baru 38 derajat Celsius. Jika tak ingin ambil risiko kejang, bisa juga memberikan obat antikejang lewat oral. Untuk itu, Mama Papa mempunyai persediaan obat antikejang yang ditaruh di kulkas. Obat ini bisa digunakan sewaktu-waktu saat anak kejang.
* Saat anak kejang, bersikaplah tenang.
1. Letakkan anak di tempat tidur dengan lingkungan sekeliling yang aman, tidak ada benda keras atau tajam yang bisa membahayakan.
2. Miringkan bagian kepalanya agar bila muntah atau ada ludah, tidak sampai tertelan dan membuatnya tersedak.
3. Jangan masukkan sesuatu ke dalam mulutnya, seperti makanan, minuman atau obat penurun panas sekalipun, karena tindakan itu bisa membuatnya tersedak. Kalaupun ada makanan di dalam mulut, segera keluarkan.
4. Usahakan anak bisa bebas bernapas. Longgarkan ikatan bajunya atau buka bajunya.
5. Kompres hangat tubuhnya. Jika ada persediaan obat antikejang, berikan lewat rectal (dubur).
6. Segera mencari pertolongan dengan membawanya ke dokter terdekat.
* Perhatikan usia anak saat terjadi kejang.
Bila kejang terjadi pada anak sebelum usia 6 bulan, biasanya ditemukan kelainan-kelainan pada otak. Kondisi ini perlu pemeriksaan lebih spesifik, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter untuk mengetahui penyebab kejang.
(Sumber : tribunnews.com)

Tips cara menyimpan ASI perahan agar tidak cepat rusak

 

 Hai bunda masih memberikan ASI perahan pada bayi anda? berikut ini tips cara menyimpan ASI perahan agar tidak cepat rusak, moga bermanfaat.
Air susu ibu (ASI) memiliki sejuta manfaat untuk bayi, tak hanya menyehatkan dan baik untuk perkembangan dan pertumbuhan otak, tapi juga membuat bayi lebih kuat, lincah dan semangat.
Namun dilemanya sebagai seorang ibu bekerja, pastinya Anda tak bisa setiap saat memberikan ASI segar secara langsung pada si kecil. Akhirnya, Air Susu Ibu Perahan, yaitu ASI yang disimpan dalam lemari pendingin menjadi solusi yang diterapkan oleh sejumlah ibu aktif, apakah salah satunya Anda?
ASI perahan yang dipompa dan dibekukan ini,  biasanya hanya boleh digunakan hingga beberapa jam ke depan, dengan catatan cara serta tempat penyimpanannya tepat dan kondusif.
Berikut beberapa aturan menyimpan ASI yang aman, seperti dikutip dari situs MayoClinic :
Aturan wadah dan tempat menyimpan ASI
Sebelum memompa ASI, seorang ibu wajib membersihkan tangan mereka hingga benar-benar bersih dan steril. Hal lain yang tak kalah penting, ibu juga harus cermat dalam memilih tempat untuk menyimpan ASI. Pilihlah yang bermaterial dasar kaca atau plastik kedap udara. Sebelum berangkat kerja, periksa kembali tempat penyimpanan ASI, apakah masih dalam keadaan tertutup rapat atau renggang.
Ingat, jangan sekali-kali menyimpan ASI di dalam botol susu sekali pakai dan plastik yang digunakan untuk keperluan umum rumah tangga lainnya.
Aturan menempelkan label
Biasakan untuk menempelkan label yang memuat keterangan waktu kapan ASI dipompa dan disimpan. ini sangat berguna untuk mengindentifkasikan sudah berapa lama ASI berada dalam freezer. Sehingga, Anda bisa mengalkulasikan secara akurat, apakah ASI masih layak untuk dikonsumsi bayi atau tidak. 
Aturan suhu dan temperatur
Sebelum membekukan ASI, ibu wajib mendinginkannya dahulu di dalam kulkas. Setelah dingin, baru pindahkan ke dalam freezer. Disarankan untuk menyimpannya di bagian paling dalam, di mana temperatur berada di suhu paling dingin. Tujuannya, supaya ASI dapat bertahan lama saat dibekukan dan tidak terkontaminasi unsur atau partikel lain yang terdapat di sekitarnya. Suhu penyimpanan dalam kulkas harus bersuhu 4 derajat celcius dan maksimum lima hari.
Aturan mencairan ASI perahan
Pilih ASI yang paling beku dan lama tersimpan, lalu satu malam sebelum ASI digunakan, pindahkan ASI dari freezer ke dalam bagian kulkas yang tidak terlalu dingin.  Jika tidak merepotkan, bisa juga dengan memindahkannya ke dalam baskom berisi air hangat  Sesaat sebelum diberikan kepada bayi, aduk gumpalan krim ASI yang berada di bagian atas botol dengan lembut hingga merata. Jangan sesekali mengocok botol ASI, mencairkannya dalam microwave atau dipanaskan dalam kompor. Karena menurut beberapa penelitian, proses pemanasan yang instan dapat mematikan khasiat antibodi pada ASI.
Segera berikan ASI yang telah mencair ini pada bayi Anda, waktu kadaluarsanya adalah 24 jam. Bila bersisa, segera buang karena dilarang keras untuk kembali membekukan sisa ASI perahan!
(Sumber : tribunnews.com)

Cara menyapih atau menghentikan pemberian ASI tanpa menimbulkan frustasi pada bayi




Hai bunda jika Anda berniat menghentikan pemberian ASI namun si anak tampaknya tidak mau berhenti, bersabarlah dan berikan waktu lebih lama. Lakukanlah penghentian ASI secara bertahap dan konsisten ASI secara bertahap dan konsisten. Berikut ini adalah cara menghentikan pemberian ASI kepada batita seperti ditulis di dalam Buku Pintar Mengasuh Batita.
1. Berikan susu dari gelas pada siang hari
Jika Anda masih memberikan ASI di siang hari, mulailah berikan susu pada siang hari dari gelas dan alihkan perhatiannya bila anak menginginkan ASI. Walaupun terkadang hal ini sulit, tidak mustahil untuk dilakukan bila Anda konsisten dan sabar.
2. Ganti ASI dengan susu di pagi hari
Tahap berikutnya setelah anak bisa dan terbiasa tanpa ASI di siang hari, mulailah mengganti ASI pagi hari dengan susu di gelasnya. Ini biasanya lebih mudah dilakukan, karena di pagi hari anak memulai hari dengan berbagai kesibukan bermain.
3. Menghentikan pemberian ASI malam hari butuh kesabaran
Biasanya menghentikan pemberian ASI malam hari sebelum tidur memerlukan waktu dan kesabaran ekstra. Ini dikarenakan ASI malam hari juga menjadi sesuatu yang memberi ketenangan dan kesenangan pada anak sebelum dia tidur – seperti empeng. Bantulah si anak mengatasinya dengan memberikan rutinitas tidur yang menyenangkan. Berikan pelukan hangat dan kasih sayang yang akan tetap menjaga kedekatan Anda berdua.
4. Beri anak pelukan dan kasih sayang
Saat Anda menjelaskan kepada anak bahwa dia sudah besar dan tidak diberikan ASI lagi namun Anda berdua akan tetap saling memberi pelukan, bersiaplah untuk menghadapi tangisannya. Hadapilah semua itu dengan kesabaran, berikan anak pelukan dan kasih sayang. Walaupun sulit, tetaplah konsisten pada pilihan Anda.
Bila Anda berubah pikiran dan kembali memberikan ASI karena tangisannya, Anda akan lebih sulit menghentikan ASI karena tangisannya, Anda akan lebih sulit menghentikan ASI di kemudian hari. anak akan belajar dari sikap konsisten Anda. Setelah beberapa waktu, biasanya dia sudah dapat menerima keadaan.
Nah, itu tadi beberapa cara menghentikan pemberian ASI kepada batita. Semoga bermanfaat.
(Sumber : tribunnews.com)