26.8.14

Jawaban Badan POM (Pengawas Obat & Makanan) RI atas Pelaporan Produk Herbalife yang diiklankan diberikan untuk bayi

Jawaban Badan POM (Pengawas Obat & Makanan) RI atas Pelaporan Produk Herbalife yang diiklankan diberikan untuk bayi

Masih ingat postingan heboh saya mengenai Tabayyun Produk Herbalife yang diberikan , diiklankan untuk bayi - anak di bawah usia 1 tahun ini ?

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203797070193084&set=pb.1409280466.-2207520000.1408365405.&type=3&theater

Tidak lama setelah saya posting hal tersebut dan mengumpulkan berbagai bukti, testimoni (bahkan dari dokter juga), website yang mengiklankan produk ini untuk bayi yang sayangnya para pengelola website2 tersebut kabur -mundur teratur alias menghapus website / postingannya (Alhamdulilah sudah saya capture), maka saya menulis laporan produk ini disertai referensi2 ilmiah mengenai ASI Eksklusif kepada Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI untuk diteruskan laporannya kepada Badan POM RI pada bulan Mei 2014.

Alhamdulilah surat Jawaban dari Badan POM sudah keluar, saya baru saja dikabari oleh pihak Kementrian Kesehatan RI tadi siang dan jawaban serta tindak lanjut yang sudah dilakukan Badan POM RI sangat melegakan.

Silahkan simak ini isi suratnya, siapa tau membaca dari Hp terlalu kecil, saya beri Huruf kapital bagian yang sangat penting  :

" Menindaklanjuti surat Saudara nomor KM.03.02/3/1064/2014 bulan Mei 2014 perihal laporan pengaduan produk makanan tambahan untuk bayi di bawah 1 tahun (Produk Nutritional Shake Milk yang berdasarkan bukti & testimoni diiklankan untuk diberikan pada bayi) dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Telah dilakukan pemeriksaan setempat ke PT Herbalife Indonesia selaku importir dari produk Nutritional Shake Milk, diperoleh Klarifikasi dari PT Herbalife Indonesia bahwa iklan tersebut dilakukan oleh Independent Distributor PT Herbalife Indonesia dan tidak berasal dari situs resmi PT Herbalife Indonesia.

2. PT Herbalife Indonesia memberikan informasi bahwa produk tersebut TIDAK DISARANKAN digunakan BAYI / konsumen dengan USIA di BAWAH 1 TAHUN, karena belum ada penelitian yang mendukung KEAMANAN produk jika digunakan oleh usia tersebut.

3. Badan POM telah melakukan tindak lanjut berupa surat peringatan iklan kepada PT Herbalife Indonesia sekaligus meminta agar yang bersangkutan melakukan EDUKASI kepada DISTRIBUTOR produknya dan bersurat ke Kementrian Komunikasi & Informatika untuk PENGHENTIAN IKLAN.

ttd. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik & Produk Komplemen -nama terlampir - "

Jadii.. tolong ya para distributor, dokter, konsumen yang di thread lama saya bertestimoni, menyarankan pemberian Herbalife untuk bayi, SEGERA HENTIKAN.
Sekali lagi saya tidak ada konflik kepentingan dengan PT Herbalife maupun kompetitor PT Herbalife. Tanggung jawab saya sebagai Pejuang ASI & hak-hak bayi yang membuat saya melakukan hal ini.

Sekali lagi mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.
Yuk lindungi hak-hak bayi kita
Salam #ASI

Sebagai tambahan, di dalam comment yang masuk, dari akun FB Riri Handayani Doloksaribu (comment masih ada, tidak saya hapus, dan saya hampir tidak pernah menghapus comment kecuali jualan atau kata2 yang kasar), mempertanyakan surat BPOM ini, begini commentnya :

" Dear mbak pemberi info...mohon infonya mb apakah itu surat asli dr bpom? Krn sy sering ke bpom kepala yg menangani mengenai kosmetik n obat tradisional itu bkn pak badar tp bu puji... nah setau sy jg hlerbalife itu bkn kosmetik apalg obat tradisional!!! Herbalife itu suplemen makanan jd sama sekali ga ada kaitannya dengan kosmetik dan obat tradisional...jd mohon infonya mengenai keabsahan surat bpom tersebut...sbg mommy bagi bayi kita...ya kita kan hrs smart jgn telan mentah2 smua info yg beredar...tks"

Dan jawaban saya :

" Sepertinya Mba yang salah / tidak update mengenai hal ini , Quote pernyataan Mba : " kepala yg menangani mengenai kosmetik n obat tradisional itu bkn pak badar tp bu puji.".

Dari situs resmi BPOM : Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm , sesuai penandatangan surat.

Silahkan buka web resmi BPOM ini :http://www.pom.go.id/.../Komunikasikan-Hasil-Pengawasan... .

Dan jawaban dari Pihak Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI :

Bu Fatimah Berliana Monika...pada kronologis dapat dilihat surat ditujukan pada kepala BPOM dan dijawab oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen....

Surat tersebut ASLI dan SILAHKAN DI-CEK ke BPOM ...soal siapa yang ,menjawab dan menindaklanjuti hal tersebut adalah murni wewenang BPOM bukan Kemkes. Kami hanya meneruskan pengaduan saudara Fatimah Berliana Monika dan surat tersebut telah dijawab oleh BPOM secara resmi seperti adanya yang saudara Fatimah terima. "

Jadi Mba Riri.. silahkan meng crosscheck sendiri lebih lanjut sesuai saran Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI.

Riri Handayani Doloksaribu : Bila Mba masuk ke dalam daftar POM, maka Herbalife Nutritional Shake Mix di dalam database diregistrasi sebagai Obat traditional dan suplemen Makanan oleh Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika - BPOM.

Jadi sudah tepat ditindaklanjuti dan ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm .http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/0/SI044215941
 — with Kotiah Citra Myranti and 5 others inBandung.
Photo: Jawaban Badan POM (Pengawas Obat & Makanan) RI atas Pelaporan Produk Herbalife yang diiklankan diberikan untuk bayi

Masih ingat postingan heboh saya mengenai Tabayyun Produk Herbalife yang diberikan , diiklankan untuk bayi - anak di bawah usia 1 tahun ini ?

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203797070193084&set=pb.1409280466.-2207520000.1408365405.&type=3&theater

Tidak lama setelah saya posting hal tersebut dan mengumpulkan berbagai bukti, testimoni (bahkan dari dokter juga), website yang mengiklankan produk ini untuk bayi yang sayangnya para pengelola website2 tersebut kabur -mundur teratur alias menghapus website / postingannya (Alhamdulilah sudah saya capture), maka saya menulis laporan produk ini disertai referensi2 ilmiah mengenai ASI Eksklusif kepada Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI untuk diteruskan laporannya kepada Badan POM RI pada bulan Mei 2014. 

Alhamdulilah surat Jawaban dari Badan POM sudah keluar, saya baru saja dikabari oleh pihak Kementrian Kesehatan RI tadi siang dan jawaban serta tindak lanjut yang sudah dilakukan Badan POM RI sangat melegakan.

Silahkan simak ini isi suratnya, siapa tau membaca dari Hp terlalu kecil, saya beri Huruf kapital bagian yang sangat penting :) :

" Menindaklanjuti surat Saudara nomor KM.03.02/3/1064/2014 bulan Mei 2014 perihal laporan pengaduan produk makanan tambahan untuk bayi di bawah 1 tahun (Produk Nutritional Shake Milk yang berdasarkan bukti & testimoni diiklankan untuk diberikan pada bayi) dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Telah dilakukan pemeriksaan setempat ke PT Herbalife Indonesia selaku importir dari produk Nutritional Shake Milk, diperoleh Klarifikasi dari PT Herbalife Indonesia bahwa iklan tersebut dilakukan oleh Independent Distributor PT Herbalife Indonesia dan tidak berasal dari situs resmi PT Herbalife Indonesia.

2. PT Herbalife Indonesia memberikan informasi bahwa produk tersebut TIDAK DISARANKAN digunakan BAYI / konsumen dengan USIA di BAWAH 1 TAHUN, karena belum ada penelitian yang mendukung KEAMANAN produk jika digunakan oleh usia tersebut.

3. Badan POM telah melakukan tindak lanjut berupa surat peringatan iklan kepada PT Herbalife Indonesia sekaligus meminta agar yang bersangkutan melakukan EDUKASI kepada DISTRIBUTOR produknya dan bersurat ke Kementrian Komunikasi & Informatika untuk PENGHENTIAN IKLAN. 

ttd. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik & Produk Komplemen -nama terlampir  - "

Jadii.. tolong ya para distributor, dokter, konsumen yang di thread lama saya bertestimoni, menyarankan pemberian Herbalife untuk bayi, SEGERA HENTIKAN.
Sekali lagi saya tidak ada konflik kepentingan dengan PT Herbalife maupun kompetitor PT Herbalife. Tanggung jawab saya sebagai Pejuang ASI & hak-hak bayi yang membuat saya melakukan hal ini.

Sekali lagi mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.
Yuk lindungi hak-hak bayi kita
Salam #ASI

Sebagai tambahan, di dalam comment yang masuk, dari akun FB Riri Handayani Doloksaribu (comment masih ada, tidak saya hapus, dan saya hampir tidak pernah menghapus comment kecuali jualan atau kata2 yang kasar), mempertanyakan surat BPOM ini, begini commentnya :

" Dear mbak pemberi info...mohon infonya mb apakah itu surat asli dr bpom? Krn sy sering ke bpom kepala yg menangani mengenai kosmetik n obat tradisional itu bkn pak badar tp bu puji... nah setau sy jg hlerbalife itu bkn kosmetik apalg obat tradisional!!! Herbalife itu suplemen makanan jd sama sekali ga ada kaitannya dengan kosmetik dan obat tradisional...jd mohon infonya mengenai keabsahan surat bpom tersebut...sbg mommy bagi bayi kita...ya kita kan hrs smart jgn telan mentah2 smua info yg beredar...tks"

Dan jawaban saya :

" Sepertinya Mba yang salah / tidak update mengenai hal ini , Quote pernyataan Mba : " kepala yg menangani mengenai kosmetik n obat tradisional itu bkn pak badar tp bu puji.". 

Dari situs resmi BPOM : Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm , sesuai penandatangan surat. 

Silahkan buka web resmi BPOM ini : http://www.pom.go.id/.../Komunikasikan-Hasil-Pengawasan... . 

Dan jawaban dari Pihak Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI : 

Bu Fatimah Berliana Monika...pada kronologis dapat dilihat surat ditujukan pada kepala BPOM dan dijawab oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen....

Surat tersebut ASLI dan SILAHKAN DI-CEK ke BPOM ...soal siapa yang ,menjawab dan menindaklanjuti hal tersebut adalah murni wewenang BPOM bukan Kemkes. Kami hanya meneruskan pengaduan saudara Fatimah Berliana Monika dan surat tersebut telah dijawab oleh BPOM secara resmi seperti adanya yang saudara Fatimah terima. " 

Jadi Mba Riri.. silahkan meng crosscheck sendiri lebih lanjut sesuai saran Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI.

Riri Handayani Doloksaribu : Bila Mba masuk ke dalam daftar POM, maka Herbalife Nutritional Shake Mix di dalam database diregistrasi sebagai Obat traditional dan suplemen Makanan oleh Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika - BPOM. 

Jadi sudah tepat ditindaklanjuti dan ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm . http://www.pom.go.id/webreg/index.php/home/produk/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/0/SI044215941

sumber : https://www.facebook.com/fbmonika?hc_location=timeline

20.6.14

Eits...klo makan buah dan sayur kulitnya sekalian dimakan yaa

Tahukah Anda kalau kulit dan daun yang terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki sejumlah nutrisi penting? Bahkan Ahli Gizi asal London, Inggris, Dr Sarah Schenker, menyebutkan, daun dan kulit tersebut jauh lebih bermanfaat ketimbang dagingnya.

Hanya saja banyak dari kita yang tidak menyadari itu, dan lebih memilih untuk membuangnya ke tempat sampah.

"Daun dan kulit memiliki senyawa kuat seperti antioksidan. Selain itu, daun dan kulit pun dikemas dengan serat makanan juga," kata Sarah seperti dikutip Daily Mail, Kamis (19//6/2014)

Untuk itu, Sarah pun memberitahukan beberapa jenis dari kulit dan daun yang terdapat pada buah dan sayur-sayuran yang juga bermanfaat untuk tubuh kita;

29.5.14

Awasss.....kawinkan 2 bahan ini bisa berbahaya!!!!!

Sebaiknya para dokter kasih saran hal bahaya ini ke pasien saat memberikan resep obat.....,moga bermanfaat

Bukannya mengurangi gejala penyakit, kombinasi makanan dan obat mungkin dapat berbahaya bagi kesehatan. Seperti diungkapkan Konsultan Apoteker Farmasi, Jen Wolfe, Pharm.D bahwa ada beberapa jenis makanan obat dan makanan yang dampaknya bisa jadi racun bagi tubuh.

Lebih jelasnya, berikut kombinasi makanan dan obat yang berbahaya seperti dikutip laman Menshealth, Rabu (28/5/2014):

1. Jus jeruk dengan obat batuk

Anda mungkin pernah mendengar bahwa jus jeruk dapat memberikan dampak negatif pada lebih dari 50 obat, termasuk obat tekanan darah tinggi seperti statin. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin, dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil.

Seorang apoteker di Marshfield Clinic di Wisconsin, Mary Ellen Gullickson, Pharm.D mengungkapkan, jus jeruk yang diminum bersama obat juga akan meningkatkan efek samping obat dan ampasnya akan menumpuk di aliran darah. "Bila sampai terjadi, Anda akan merasakan halusinasi, mengantuk, serta kerusakan otot yang parah," katanya.

2. Susu dan antibiotik

"Beberapa antibiotik, termasuk Cipro sifatnya mengikat kalsium, zat besi, dan mineral lainnya. Artinya, semua jenis susu dan turunannya dapat mengganggu kinerja penyerapan antibiotik yang akhirnya melawan infeksi," kata Mary.

Mary menjelaskan, ketika Anda mendapatkan resep untuk mengatasi jerawat atau infeksi, tanyakan pada dokter atau apoteker apakah obat yang Anda terima termasuk tetrasiklin atau flouroquinolones. Jika demikian, hindari minum obat tersebut dengan susu, yogurt, dan keju 2 jam sebelum dan sesudah minum obat.

3. Daging dan antidepresan

Ayo, periksa obat yang Anda konsumsi apakah termasuk monoamine oxidase inhibitor atau MAOIs-merek Marplan, Nardil, Emsam, atau Parnate. "Ini penting! karena menggabungkan obat ini dengan makanan yang mengandung tyramine asam amino dapat mengancam jiwa," kata Mary.

4. Cokelat dan Ritalin

"Selain kafein, cokelat juga mengandung theobromine. Menggabungkan senyawa ini pada obat berbahan kimia dapat menyebabkan perilaku tak menentu seperti kejang," kata Direktur farmasi di Advocate Illinois Masonic Medical Center di Chicago, Tom Wheeler, Pharm.D., BCPS.

5. Jus apel dan obat-obatan alergi

Mary menyarankan, setelah minum pil antialergi, sebaiknya tunggu empat jam bila Anda ingin minum jus apel. Minuman ini diklaim dapat menghambat peptida yang mengangkut obat dari usus ke aliran darah.

6. Kayu manis dan warfarin

"Kayu manis memiliki senyawa yang disebut coumarin yang dapat mengencerkan darah dan berpotensi menyebabkan kerusakan hati, kata Eric Newman, MD, seorang dokter di Mercy Medical Center di Baltimore.

27.5.14

Olahraga itu bagus,tetapi jika olahraga saat demam?????....Berbahaya!!!!

 Olah raga saat demam,berbahaya...ini penjelasannya...:)
Olahraga mungkin disebut-sebut bisa membuat badan jadi bugar dan sehat. Tapi perhatikan juga kondisi tubuh Anda, salah-salah justru makin sakit jika berolahraga di saat yang salah, salah satunya saat sedang demam.

Saat tubuh sedang mengalami demam atau ketika suhu tubuh sedang meningkat, Anda mungkin berpikir dengan melakukan latihan ringan akan membantu membuat Anda berkeringat dan suhu tubuh menurun. Benarkah demikian?

"Tidak dianjurkan olahraga saat demam. Kenapa? Karena olahraga dapat meningkatkan suhu inti tubuh," papar dr Grace Tumbelaka, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga, kepada detikHealth saat ditemui di sela-sela acara 'Exercise is Medicine' yang diselenggarakan di The Sultan Hotel, Jl Jend Gatot Soebroto, Jakarta, dan ditulis pada Sabtu (26/4/2014).

Menurut dr Grace, saat tubuh sedang sehat pun olahraga dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan memicu keringat. Nah, jika Anda berolahraga saat demam, maka suhu tubuh bukannya menurun tetapi justru akan meningkat. Akibatnya, demam tak kunjung mereda dan Anda mungkin akan semakin lemas.

"Perhatikan dulu penyakit penyebab demamnya. Beberapa penyakit mengharuskan Anda untuk istirahat. Kalau memang demamnya karena Anda butuh istirahat, ya istirahat total, jangan olahraga dulu," pesan Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga (PDSKO) tersebut.

Jika Anda sedang demam, beberapa saran yang lebih dianjurkan adalah untuk minum lebih banyak air putih agar Anda terhindar dari dehidrasi. Selain itu, perbanyaklah istirahat dan kurangi aktivitas berlebihan sebisa mungkin.

Ayooo semangat berolahraga Bunda,minimal 30 menit sehari! Kematian Cepat Tidak Menghantui

Makin banyak kampanye untuk hidup sehat dan rutin berolahraga ternyata tidak serta-merta mendorong orang untuk berhenti hidup sedenter atau bermalas-malasan. Padahal efeknya terhadap kesehatan sudah jelas di depan mata.

Sebuah studi baru pun memastikan kurang olahraga merupakan faktor risiko terbesar bagi wanita berusia di atas 30 tahun untuk terserang sakit jantung.

Jadi setelah mengamati kondisi kesehatan lebih dari 30.000 wanita yang lahir di tahun 1920-an, 1940-an dan 1970-an, tim peneliti dari University of Queensland Australia menemukan kebiasaan merokok paling berdampak pada kesehatan jantung wanita berusia di bawah 30 tahun.

Akan tetapi bagi wanita yang lebih tua, faktor risiko ini ditentukan oleh kurangnya aktivitas fisik yang mereka lakukan. Dengan asumsi, semakin menua kebiasaan merokok wanita-wanita ini terus berkurang atau malah dihentikan.

Dari situ peneliti merasa upaya atau kampanye untuk mendorong agar orang-orang mau berolahraga harus lebih digencarkan daripada kampanye anti-merokok.

"Kita butuh usaha lebih untuk mendorong agar para wanita tetap aktif, bahkan hingga usianya senja," papar Prof Wendy Brown dari pusat riset olahraga, aktivitas fisik dan kesehatan, University of Queensland seperti dikutip dari BBC, Senin (12/5/2014).

Menurutnya, bila seorang wanita mau berolahraga sedikitnya 30 menit atau yang paling ideal 45 menit, maka kesehatannya akan terdongkrak dan risiko sakit jantung yang menghantuinya bisa menurun hingga separuh.

Sayang tidak dijelaskan mengapa wanita lebih rentan terkena sakit jantung bila malas beraktivitas, dan bagaimana pengaruh kurangnya aktivitas fisik ini pada pria. Padahal menurut studi lain dari Stanford University Medical School, pria lebih cepat terkena serangan jantung atau meninggal dunia karenanya dibanding wanita.

Berdasarkan rekomendasi dari National Health Service (NHS) UK, orang dewasa berusia 19-64 tahun disarankan untuk melakukan aktivitas selama 150 menit atau lima hari seminggu, masing-masing selama 30 menit.

Makanan Instant????Buang jauh jauh...!!!

 Ayooo.....hati hati dengan makanan instant.....saya,Anda kita....lebih waspada....moga info dari detikhealth ini...bermanfaat yaaa....


Remaja, khususnya yang tinggal di daerah perkotaan, saat ini seakan sudah bergantung pada makanan instan. Konsumsi makanan jenis ini bahkan sudah biasa dijadikan menu makanan setiap hari. Waspada, kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk di kemudian hari.

"Dalam sebungkus makanan instan, mi instan misalnya, terdapat sekitar 1.200-1.500 mg natrium, sementara yang dibutuhkan 500 mg sehari. Natrium kan fungsinya mengatur keseimbangan cairan, kalau berlebihan prosesnya jadi mengganggu kerja ginjal," terang Rita Ramayulis, DCN, MKes, pakar nutrisi, saat ditemui detikHealth dan ditulis pada Jumat (16/5/2014).

Selanjutnya fungsi ginjal akan menurun, pembuluh darah juga jadi tak elastis dan kaku. "Nanti lama-lama bisa menimbulkan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke dan berujung pada kematian," lanjutnya.

Rita menyayangkan tren hidup masa kini para remaja yang sudah tak sehat. Menurutnya kebiasaan mengonsumsi jajanan berupa junk food dan makanan instan, ditambah dengan soft drink, bisa membuat mereka lebih cepat mengalami penyakit degeneratif, seperti hipertensi, penyakit jantung, kanker dan diabetes.

Makanan instan seperti kornet dan sosis mengandung lemak tinggi, terutama lemak jenuh dan lemak rantai panjang. Keduanya menurut Rita relatif sulit dicerna, sehingga juga akan memberatkan kerja organ-organ pencernaan. Soft drink mengandung fosfat yang bisa menimbulkan risiko osteoporosis.

"Kalau sejak SMA sudah terbiasa makan makanan seperti ini tiap hari, nanti bisa-bisa usia 35 tahun saja sudah kena penyakit. Makanan instan begini kan lemak jenuhnya tinggi, gula dan garamnya juga tinggi, tapi rendah serat," papar dosen jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II tersebut.

MSG Boleh,Asal........


Ini Bunda,ada info menarik...moga bermanfaat yaaa.....


Meskipun kandungan Monosodium glutamat (MSG) disebut dapat merusak jaringan otak dan membuat kemampuan konsentrasi menurun, bukan berarti penggunaan bumbu penyedap dilarang sama sekali. Lantas seberapa banyak penggunaannya untuk masuk ke dalam kategori 'aman'?

Dijelaskan oleh Rita Ramayulis, DCN, MKes, bahwa berbagai penelitian menjelaskan bahwa glutamat yang dikonsumsi dalam keadaan terikat dengan makanan lain akan lebih lama dimetabolisme oleh tubuh, sehingga tidak berisiko menimbulkan efek negatif.

Jika bumbu penyedap digunakan dalam masakan sehari-hari, Rita menegaskan tidak lantas akan membuat anak menjadi bodoh seperti yang sering dikhawatirkan oleh para ibu.

"Yang membuatnya berbahaya adalah jika si anak mendapatkannya dari jajanan di luar sekolah, karena penggunaan MSG-nya sangat tinggi. MSG sebenarnya termasuk bahan tambahan pangan atau BTP yang diperbolehkan. Tapi ya itu, selama digunakannya tidak berlebihan," pungkas Rita.

Penggunaan MSG atau bumbu penyedap yang disarankan oleh Rita adalah maksimal seperempat sendok teh dalam setiap penggunaannya.

"Misalnya mau masak untuk 5 orang, pakai seujung atau sekitar seperempat sendok teh masih boleh. Itu kan berarti sekitar setengah gram, tidak berbahaya kalau penggunaannya sebanyak itu," terang dosen jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II tersebut kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (26/5/2014).

Jurnal Nutritional Science tahun 2000 menjelaskan bahwa asam glutamat dalam darah meningkat setelah seseorang mengonsumsi MSG 30 mg/kg BB/hari (sumber : detikhealth)