19.5.14

Sebagai anak pengen masuk surga?????...ini tipsnya ;)

Semoga artikel ini bermanfaat buat kita Bunda....monggo disimak

SEBAGAI manusia kita memiliki hak dan kewajiban. Begitu pula dengan seorang anak. Anak merupakan anugerah dari Allah SWT. Anak adalah titipan yang harus dpenuhi haknya oleh kedua orang tuanya. Namun, anakpun memiliki kewajiban tertentu yang harus dilakukan terhadap kedua orang tuanya.

Apa sih kewajiban anak terhadap orang tua? Sedikitnya ada 10 kewajiban anak terhadap orang tua, yaitu:
1. Memberi makan jika dibutuhkan.
Ada kalanya mereka mengalami kesulitan ekonomi, sehingga untuk mencari sesuap nasi pun mereka masih sungkan / malu meminta uluran dari kita, padahal mereka sangat mengharapkan uluran tangan kita, oleh karena itu kita harus rajin2 menjenguk / silaturahmi kepada mereka (apabila tempat tinggal kita berjarak), sehingga kita bisa tau apa yang sedang mereka butuhkan.
2. Memberi pelayanan jika diminta. Hal ini harus kita lakukan dengan ikhlas dan sabar.
3. Menyambut Jika dipanggil.
Sesibuk apapun kita, usahakan disempatkan untuk menjawab panggilan mereka, usahakan jangan sampai membuat mereka marah, karena murka orang tua adalah murka ALLAH juga.
4. Menaati jika diperintah.
Selama apa yang diperintahkan tidak melanggar perintah ALLAH, maka kita harus menjalankan perintah itu.
5. Berbicara dengan lemah lembut (sopan). Kita harus selalu berusaha melakukannya, minimal tingkah laku kita harus sopan kepada mereka.
6. Memberi pakaian jika diperlukan.
Harga mahal bukanlah suatu jaminan untuk membuat mereka senang, tapi perhatian dan keikhlasan kitalah yang mereka harapkan.
7. Apabila berjalan bersama, tidak boleh mendahului. Ini merupakan salah satu cerminan sikap hormat kita kepada mereka.
8. Menyukai baginya apa yang ia suka bagi dirinya sendiri. Termasuk memberitahukan kabar baik kita supaya mereka ikut merasakan senang.
9. Menjauhkan dari apa yang tidak disukainya. Salah satunya adalah jangan memberitahukan kabar buruk / kesedihan kita kepada mereka agar mereka tidak ikut bersedih.
10. Berdoa memintakan ampun baginya setiap kita berdoa untuk diri kita sendiri. Salah satu hal yang menghindarkan mereka dari api neraka kelak adalah doa dari kita meski mereka sudah di alam kubur.

Waspada pada tayangan televisi untuk buah hati kita adalah Wajib!!!!!!


SEBAGAI orang tua seharusnya mampu memberi arahan atau bimbingan kepada putra-putri kita. Khususnya dalam menonton Televisi. Virus televisi jika dibiarkan begitu saja akan membawa dampak yang buruk bagi puta putri kita. Karena otak si kecil masih mudah merekam peristiwa yang dilihatnya. Jangan biarkan adegan yang kurang pantas dilihat namun tidak sengaja terlihat oleh si kecil.
Anda bisa memperhatikan saluran televisi pada minggu pagi sampai siang, banyak sekali film kartun-kartun yang diputar pada hari itu. Lagi lagi kita sebagai orang tua dipaksa untuk jeli memilah milah mana kartun yang baik dan mana yang sebaliknya.
Masih saja ada kartun yang seharusnya sebagai tontonan orang dewasa, tetapi ditayangkan pada jam anak-anak. Sebut saja Crayon Shinchan. Awal kemunculannya sempat menimbulkan kecaman. Namun sampai hari ini kartun itu masih saja tetap tayang. Padahal di negara asalnya kartun ini dikhususkan untuk orang dewasa.
Karakter kartun tersebut tidak jarang menunjukan komentar-komentar pornografi. Selain itu ia juga sering kali membuat jengkel orang tua nya. Maka jangan heran sekarang timbul kasus-kasus pornografi dan kekerasan yang dilakukan oleh anak ataupun remaja. Nah salah satu yang mempengaruhinya adalah dari media hiburan.
Acara televisi harus benar-benar disensor agar layak ditonton oleh anak. Jika lembaga sensor negeri ini tidak mampu menyensornya, maka kita sebagai orang tua yang harus bergerak (sumber ; islampos)

Waspada Bunda!!!!Homophobia dan Pedophilia: Pengulangan Sejarah Gelap Barat

 Hmmm....benar benar prihatin dengan pemberitaan semakin maraknya pelecehan seksual terhadap anak anak di Indonesia...moga info ini bermanfaat buat Bunda....Mulai detik ini benar benar kita jaga dan perhatikan buah hati kita di dalam maupun di luar rumah...Harus!!!!!...W@aspada!!!....

DALAM sebulan terakhir ini, kita disibukkan dengan berbagai kejadian baik dari dalam dan luar negeri. Sultan Brunie dikecam dunia internasional sebagai homophobic karena menerapkan hukum syari’at yang tegas menindak penyimpangan seksual. Sementara di Indonesia kita dikagetkan dengan kasus pelecehan seksual terorganisir di JIS dan puluhan korban anak-anak akibat perilaku menyimpang seorang Andri Sobari alias Emon.
Ketiga fenomena ini memiliki benang merah karena terhubung dengan satu isu yaitu penyimpangan seksual. Ketika Sultan Brunei di bully karena berani menghukum tegas pelaku penyimpangan seksual, Indonesia sudah lebih dulu merasakan pahitnya menjadi korban penyimpangan tersebut.
Uniknya, walau ancaman dan kerusakan yang ditimbulkan akibat penyimpangan ini sudah terlihat jelas. Aktivis liberal lewat berbagai jaringannya disaat yang sama justru makin gencar mengampanyekan isu-isu kebebasan lesbian, gay, bisesksual, dan transgender (LGBT). Di Universitas Indonesia sempat akan diadakan seminar bertajuk “Homopedia”. Sementara di Universitas Negeri Jakarta, seminar tentang LGBT dalam prespektif sosiologi digelar dengan hanya melibatkan pembicara liberal dan pro LGBT.
Manuver aktivis liberal dan LGBT ini dapat diduga merupakan trik “cuci tangan” dan pengelabuan publik agar masyarakat memisahkan antara perkara kriminal dan perkara penyimpangan seksua;. Padahal sudah jelas fakta lapangan menunjukkan keterkaitan erat antara perilaku penyimpangan dengan aktivitas kriminalnya.
Walau sama-sama bentuk penyimpangan seksual, para aktivis liberal dan LGBT berusaha memutus keterkaitan antara pelaku homoseksual, lesbian dan transgender dengan pelaku pedophilia. Padahal dalam sejarahnya, terutama di barat, penyimpangan-penyimpangan ini memiliki keterkaitan yang erat satu sama lainnya.

Penyimpangan Seksual di Barat: Sejak Yunani Kuno hingga Renaissance
Barat modern saat ini mengakui dengan terbuka bahwa peradaban mereka berakar dari Yunani kuno. Walau tumbuh sebagai peradaban yang cukup mapan di zamannya, kehidupan Yunani kuno penuh dengan skandal. Skandal ini tidak hanya terjadi di kalangan manusia, tapi juga pada dewa-dewa sesembahan mereka.
Dalam kisah mythology yang diabadikan hingga kini, disebut bahwa Zeus, patron dewa-dewa Yunani, sampai rela menjelma menjadi elang untuk menculik Ganymede, bocah pengembala domba dari kota Troy yang terkenal dengan ketampanannya. Sebuah perilaku yang untuk ukuran zaman sekarang, dapat disamakan dengan tindakan homoseksual dan pedophilia.
Mythology Zeus dan Ganymede hanyalah fragment kecil dari kebiasaan tercela Yunani. Para Tutor (guru) di zaman tersebut, lazim melakukan pelecehan terhadap murid laki-laki dengan dalih “menyiapkan mereka menjadi dewasa”. Gymnasium Yunani, tempat umum untuk berolahraga, adalah tempat yang marak dimana pria-pria dewasa melecehkah pemuda dan anak-anak.
Romawi sebagai penerus peradaban Yunani memiliki track record yang tidak kalah bejat. Festival Lupercalian adalah contoh yang membuktikan bahwa dalam urusan seks, Romawi hampir tidak memiliki batas. Maka tidak heran jika homoseksual merupakan hal umum di Romawi, baik di kalangan masyarakat biasa maupun para pejabat.
Saking maraknya praktek homoseksual di Romawi, sejarawan Roberto de Mattei menyimpulkan bahwa homoseks adalah salah satu penyebab runtuhnya kekaisaran Romawi. Homoseksual dalam penilaiannya, adalah kebiasaan bururk menular yang menjangkiti orang-orang “baik” di Roma.
Tidak hanya itu, maraknya perbudakan hasil penaklukan Romawi membuat anak-anak yang memiliki paras menawan sebagai komoditi utama. Bahkan kebanyakan kaisar Romawi dicatat sebagai konsumen utama dari komoditas ini. Divus Julius, Divus Augustus, Tiberius, Caligula, dan Nero adalah pelaku pedophilia terbuka dengan melibatkan anak-anak dalam pesta nista mereka.
Saat Kristen mulai berkuasa di Eropa, praktek-praktek penyimpangan mulai banyak tereduksi. Terutama dengan dukungan kekuatan hukum dari negara. Corpus Juris Civilis of Justinian I (Hukum Jusatinian) pada tahun 529 memberi sanksi hukuman mati bagi pelaku homoseksual di Romawi. Sementara di Inggris, Raja Henry VIII menerapkan Buggery Act (1533) yang menghukum mati pelaku homoseksual.
Surutnya kekuasaan Gereja menjelang era Renaissance membuat praktik-praktik penyimpangan seksual kembali marak. Walau belum terbuka, perilaku homoseksual cukup berkembang dikalangan bohemian dan seniman zaman itu. Leonardo da Vinci adalah salah satunya.
Era Modern dan Potensi Pengulangan Sejarah Kelam Barat
Para pengusung ide-ide liberal dan LGBT lewat berbagai alat propagandanya menyatakan bahwa toleransi terhadap penyimpangan seksual seperti homoseksual dan lesbian adalah tanda kemajuan. Tidak jelas kemajuan macam apa yang dimaksud. Padahal jika kembali menilik sejarah, LGBT hanyalah bentuk pengulangan sejarah kelam.
Sadar bahwa mereka tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Para pengusung LGBT memainkan strategi propaganda. Stigma homophobia adalah salah satu senjata mereka.
Mengikuti logika manta Presiden AS, George Bush “you are either with us or against us”, pejuang liberal dan LGBT tidak segan menempelkan predikat homophobia atau homophobic kepada siapa saja yang menentang atau hanya sekedar mengkritisi gerakan mereka.
Padahal, secara bahasa, kata homophobia ini bermasalah. Jika phobia adalah permasalahan psikologis yang terkait dengan rasa takut dan dapat dibuktikan secara empiris, homophobia tidak pernah dapat dijelaskan secara empiris. Rata-rata mereka yang mendapat stigma homophobic adalah mereka yang anti terhadap homoseksual tanpa memiliki rasa takut yang spesifik dengan kaum homoseks.
Alih-alih bermakna takut, kata phobia dalam homophobia dirusak maknanya menjadi benci atau anti.Bukan cuma kata phobia yang mereka rusak. Terminologi seperti cinta, hak asasi, pernikahan, dan etika mereka buat ulang maknanya untuk mendukung klaim mereka.
Ketika aktivis liberal dan LGBT sibuk merusak konsep-konsep makna yang mempengaruhi cara berfikir kita, di sisi lain budaya permisif yang berkembang massif memberi dampak negative lainnya.
Penulis dan editor Newsweek.com, Abigail Jones dalam sebuah artikel memaparkan bahwa remaja Amerika dengan kisaran umur 10 sampai 12 tahun makin akrab dengan bahasan seksual yang vulgar .Menurut Abigail, kecenderungan ini sebagain besar disebabkan oleh efek media yang terus mengeksploitasi seksualitas demi keuntungan mereka.
Jika di Barat, icon remaja wanita seperti Miley Cyrus sudah berani tampil tanpa busana di depan publik, region asia, diwakili Jepang tampaknya tidak mau kalah.
Dengan dalih fans service, banyak sekali artis artis belasan tahun di Jepang menjalani sesi pemotretan dengan pakaian serba minim. Contoh paling nyata adalah idol grup AKB 48 yang sampai resmi meliris video klip para anggotanya hanya dengan mengenakan lingerie.
Kalau konsep-konsep pemikiran sudah rusak, perilaku anak-anak makin liar akibat media massa, dan kita yang memberi nasehat dan meluruskan dapat stigma macam homophobia karena dianggap anti kemajuan, bukan mustahil, perilaku macam menyimpang macam Emon dan petugas kebersihan di JIS akan dianggap normal 10 tahun kemudian.
Dari sejarah kita belajar, bahwa budaya hedonisme a la orang-orang Yunani dan kaisar-kaisar Romawi kini marak dipraktekan kembali. Walau terkesan wah dan mempesona, baik peradaban Yunani dan Romawi menyimpan kebobrokan moral yang luar biasa.
Akankah kita membiarkan anak-anak kita menjadi korban sekaligus pelaku penyimpangan seksual yang marak saat ini? Pertanyaan ini tentutnya tidak memerlukan jawaban lisan, sebab kenyataan lapangan membuktikan bahwa kita sebagai orang tua sering terlambat menyadari kerusakan zaman.
Mari kita tanamkan konsep-konsep akhlak dengan baik dan benar pada anak-anak kita, bentengi mereka dengan nasihat dan kasih sayang dari pengaruh buruk lingkungan dan media. Semoga kelak di akhirat, kita tidak termasuk sebagai orang tua yang lalai mengemban amanat bernama “anak”.(Sumber : Islampos.com)

Anak Anda Banyak Bergerak????...Berarti Anak Anda Cerdas !

 Coba Bunda,info berikut semoga membuat kita makin suka jika Buah hati kita banyak bergerak :)....

Ih, ini anak kok gak bisa diam sih?” seorang teman menggerutu seraya menggendong anak dua tahunnya yang bergerak lincah di halaman rumah.
“Kenapa digendong?” saya pun bertanya.
“Habis, ni anak lari-lari terus, saya takut dia jatoh, cape juga harus ngejar-ngejar,” jawabnya.
“Coba pakaikan sepatu, pake baju lengan panjang dan celana panjang supaya aman,” saya pun coba memberinya saran.
“Gak ah, nanti dia malah gak bisa diam, naik sana, lari sini pokoknya pusing deh, kalau digendong kan lebih aman…” ujarnya.
Beberapa waktu lalu, ada seorang anak yang dibawa ayahnya ke kantornya. Tiba di kantor, sang ayah berkata kepada anaknya “Diam di sini, duduk, jangan kemana-mana sampai ayah kembali ke sini.”
Anaknya hanya menganggukan kepala. Saya memperhatikan anak ini, usianya 6 tahun lebih, dia diam tak bergerak sedikitpun sesuai dengan perintah ayahnya selama satu jam lima puluh menit.
Hal yang tak jauh beda juga terlihat di lembaga prasekolah. Ibu guru berteriak, “Diam, duduk yang rapi, tangannya dilipat diatas meja, mulutnya dikunci lalu kuncinya dibuang, hap…!” Jika ada anak yang tidak melakukan yang dikatakanya, maka guru mencapnya sebagai anak nakal.
Ada sebagian orang tua berkata bahwa anak yang baik itu adalah anak yang diam, tidak banyak tingkah. Sedangkan kebalikannya, anak yang banyak bergerak sering disebut anak nakal. Ungkapan ini tentu tidak benar, karena pada dasarnya bergerak adalah fitrah manusia, dan bagi anak kecil bergerak adalah salah satu ungkapan dari apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diinginkannya.
Melalui bergerak anak juga bisa menolong dirinya sendiri, misal ketika menemukan hal yang menakutkan anak dengan refleks bergerak. Saat dikejar anjing ia akan berlari secepat mungkin untuk menghidarinya. Saat terpelest, ia berusaha mengantisipasinya dengan bergerak refleks, dan lain sebagianya. Dengan bergerak, anak akan membangun kesadaran tubuh dan konsep dirinya.
Dari perspektif medis, bergerak bagi anak adalah sangat baik bagi kesehatan tubuhnya, selain melatih otot-otot tubuhnya, juga akan melatih otot jantung agar kuat kelak sampai dewasanya.
Dari perspektif pendidikan, gerakan pada anak sangat penting untuk merangsang kecerdasannya.Howard gardner yang terkenal dengan teori Multiple Intelegence nya menjelaskan bahwa setiap anak harus dibangun bodily kinestetik intelegence-nya yaitu kemampuan menggunakan tubuh secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi, karena ada bagian otak yang mengurusi itu.
Latihan gerakan sangat penting bagi anak apabila dilatih dengan gerakan yang bermanfaat yang sesuai dengan tahap usianya sehingga organ-organ tubuh akan berfungsi dan berkembang secara sempurna.
Nah, Ayah-Bunda, yuk biarkan anak bergerak!!!....(sumber : islampos.com)

23.4.14

Gigitan nyamuk yang mendeteksi kanker

Bunda,info dari liputan 6 ini moga bisa bermanfaat yaa....selalu waspada dgn gejala yang ada pada buah hati kita.....monggo disimak....
 New York, Sebuah gigitan nyamuk menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil berusia 3 tahun, Connie McAughey. Sang ibu mencurigai gigitan tersebut karena tampak menghitam dan mencurigakan.

Saat berlibur selama seminggu di Ibiza, kaki Connie digigit nyamuk. Ketika kembali ke rumahnya di Kings Norton di Birmingham, noda dan sakit itu tak kunjung hilang. Akhirnya sang ibu, Hayley Williams (25) membawanya ke dokter.

Hayley berharap dokter meresepkan antihistamin (antialergi). Tapi, dokter begitu prihatin dengan kondisi Connie sehingga memintanya untuk tes darah di rumah sakit. Menurut dokter, jumlah darah Connie sangat rendah dan perlu melakukan tes lanjutan pada sumsum tulang belakang. Dari tes itulah terungkap bahwa Connie menderita leukemia.

Karena penyakit tersebut cepat terdiagnosa, kini Connie menjalani kemoterapi agresif. Orangtua berharap Connie bisa bebas dari leukemia pada Januari 2016, kurang dari dua tahun usai mendapat gigitan serangga.

"Gigitan itu adalah anugerah karena kita tak akan pernah mengetahuinya. Ini semua karena gigitan itu berakhir di rumah sakit," kata Hayley seperti dilansir Parentdish,  Rabu (23/4/2014),

Hayley menjelaskan, dirinya berpikir bekas gigitan di kaki Connie itu biasa. Tapi, tak sampai keesokan harinya bekas gigitan tersebut terlihat hitam dan menurutnya itu tak wajar. "Dokter kami pintar karena kami dipindahkan ke rumah sakit dnegan cepat di mana semua tes dilakukan.

"Ternyata gigitan menjadi hitam karena Connie tak memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melawan karena darahnya sangat rendah akibat kanker," kata Hayley.

Ketika dokter mengatakan putrinya mengalami kanker, Hayley merasa dunia berhenti. Tapi ia merasa bersyukur karena itu semua bisa cepat ketahuan.  "Connie sudah mulai rontok rambutnya tapi ia begitu berani.... Ia ceria menghadapi ini semua. Saya sangat bangga padanya," katanya.


30.3.14

Ups...Gejala Kanker Tulang Pada Anak Hampir Sama Dengan Infeksi,Waspada!!!!

Jakarta - Kanker tulang merupakan salah satu kanker yang kerap menyerang anak-anak. Kanker jenis ini termasuk agresif karena dapat menggerogoti tulang dan dapat berujung pada tindakan amputasi. Sayangnya, gejala kanker tulang justru sering salah dikira sebagai infeksi.

Osteosarkoma atau yang lebih dikenal sebagai kanker tulang, merupakan suatu tumor tulang ganas yang bersifat sangat agresif. Ia dapat menyerang semua kalangan usia, tetapi paling sering didapati menyerang anak pada rentang usia 10 hingga 20 tahun. Beberapa literatur menyebutkan osteosarkoma menduduki peringkat tiga sebagai kanker yang paling sering menyerang anak. Namun, beberapa literatur lain menyebutkan bahwa penyakit ini menduduki posisi delapan.

"Osteosarkoma adalah suatu tumor tulang ganas dan agresif, dan ini paling banyak didapatkan pada anak-anak. Di antara tumor tulang pada anak yang lain, osteosarkoma adalah yang paling banyak," terang dr Punto Dewo, dokter di Subbagian Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UGM, RSUP Sardjito Yogyakarta.

Gejala atau simtom yang menyertai kanker tulang, tutur dr Punto, biasanya berupa rasa nyeri pada anggota gerak. Rasa nyeri tersebut awalnya timbul hanya saat beraktivitas, tetapi seiring berkembangnya penyakit, rasa nyeri yang dirasakan akan semakin parah hingga mengganggu waktu beristirahat dan tidur. Terkadang osteosarkoma juga menyebabkan pasien berjalan pincang serta menimbulkan pembengkakan yang terus memarah.

Orang tua dan dokter harus mewaspadai patah tulang atau fraktur tanpa sebab. Menurut dr Punto, seorang anak yang mengalami patah tulang karena jatuh dari sepeda padahal si anak tidak melaju dengan kecepatan tinggi, harus diwaspadai. Kemungkinan kpenyebabnya adalah infeksi atau kanker.

Kehadiran osteosarkoma yang paling sering ditemui di sekitar lutut kerap membuat diagnosis menjadi rancu. Pasalnya ada berbagai sebab yang patut dipertimbangkan, antara lain congenetal atau cacat bawaan, inflamasi atau infeksi, neoplasma atau neuropatik atau kanker, trauma atau kecelakaan, faktor degeneratif, serta faktor metabolisme tubuh.

"Predileksi (tempat tersering) utamanya di sekitar lutut, di distal femur (tulang paha), proksimal tibia (lutut). Kebetulan juga untuk osteomelitis hematogenus akut (infeksi tulang) pada anak-anak predileksi utamanya juga di daerah metafisis terutama di daerah lutut sehingga sering disalahdiagnosiskan dengan infeksi," ujar Dr Punto dalam acara Sosialisasi Edukasi Kanker pada Anak yang dihelat di Aula Rumah Sakit Akademi UGM, dan ditulis pada Minggu (30/3/2014).

Mengingat keganasan kanker tulang, dr Punto menganjurkan para praktisi medis untuk lebih waspada. Menurutnya, penemuan sedini mungkin dapat memperbesar peluang pasien kanker tulang untuk bertahan hidup. Meski tidak mustahil menghindari tindakan amputasi, ujar dr Punto, biaya yang melangit membuat mayoritas pasien di Indonesia harus berujung dengan tindakan amputasi.

26.3.14

Ini dia cara Anak agar bisa mengelola keuangan sendiri

Semoga info dari islampos ini bermanfaat yaaa....
BAGAIMANA Anda memberikan uang saku kepada anak Anda? Per hari atau per pekan kah? Semua orang tua pasti sepakat bahwa mengajarkan masalah uang kepada anak adalah hal yang sangat penting dan harus dimulai sedini mungkin saat anak mulai mengerti akan fungsi uang.

Ada beberapa cara yang bisa disarankan untuk dipakai sebagai alat untuk mengajarkan fungsi uang kepada anak dan juga melatih mereka untuk memiliki manajemen keuangan yang baik.

Salah satu cara yang paling banyak direkomendasi oleh perencana keuangan dan pemerhati masalah anak adalah melalui pemberian uang saku secara periodik, umumnya sebulan sekali, untuk membiayai semua kebutuhan anak di luar rumah. Metode ini jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada memberi uang saku secara harian ataupun memberi saat anak meminta.

Ada beberapa alasan mengapa pemberian uang saku secara periodik kepada anak ini lebih disarankan, antara lain:

1.Anak bisa belajar untuk mengatur keuangannya sendiri.
2.Menumbuhkan kesadaran akan keterbatasan uang yang dimiliki sehingga memaksa anak untuk belajar membuat pilihan kebutuhan yang ingin dipenuhi dengan biaya yang paling efisien.
3.Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas semua keputusan keuangannya.
4.Menumbuhkan rasa penghargaan atas barang yang dibeli dengan uang sendiri.
5.Dapat mengurangi rengekan anak untuk selalu membeli barang-barang yang didinginkan saat berbelanja bersama orang tua.
6.Sebelum dan selama pemberian uang saku secara periodik ini dilakukan, orang tua juga harus melakukan tiga langkah penting berikut:
7.Menghitung dengan pasti kebutuhan anak dalam periode tertentu, meliputi hal-hal seperti uang jajan, porsi untuk ditabung, dan lain-lain. 8.Jangan sampai kurang ataupun berlebihan.
Ajarkan anak untuk mengalokasikan uangnya dalam tiga hal: belanja, menabung dan berbagi (sosial/keagamaan).
Berikan juga pemahaman bahwa anak dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui berbagai kegiatan untuk melatih daya kreativitas anak