Semoga info dari detikhealth ini bermanfaat buat pembaca yang mulia :)
Memar adalah luka yang sering dijumpai dan dialami oleh seseorang. Hal ini terjadi karena beberapa hal seperti terjatuh atau terkena pukulan ke badan yang menyebabkan beberapa pembuluh darah pecah di bawah permukaan kulit. Perubahan warna dan pembengkakan pada kulit timbul karena adanya rembesan darah ke dalam jaringan.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala memar adalah daerah yang terkena terasa sakit, kulit memerah lalu berubah warna menjadi biru atau hijau, terkadang timbul bengkak atau benjolan.
Memar biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, perlu dilakukan beberapa hal agar memar dapat sembuh lebih cepat, yaitu:
1. Sesegera mungkin kompreslah dengan menggunakan air dingin atau es pada daerah yang memar untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan.
2. Bila memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.
3. Setelah 24 jam, gunakan kompres hangat untuk membantu penyembuhan luka. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.
4. Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.
16.4.13
Pertolongan Pertama Pada Perdarahan Dalam
Para pembaca,semoga info dari detikhealth ini bermanfaat yaaa,monggo disimak :)
Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan
Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat
Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan
Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat
9.4.13
Bahaya!!!Bayi Minum Susu Botol Sambil Tidur !!!
Ini dia yang mungkin sering kita lakukan dengan buah hati kita,asal mereka nyaman kita sebagai orang tua terlena.....,mulai hari ini harus kita ubah pola kebiasaan yang salah pada buah hati kita yaitu minum susu botol sambil tidur...semoga bermanfaat info dari okehealth untuk saya dan Anda semuanya...monggo disimak :)
BANYAK orangtua yang sering membiasakan anak-anaknya tidur sambil minum susu dari dalam botol. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa membuat gigi anak Anda menjadi lebih cepat rusak.
Siapa sangka, botol bisa mengakibatkan kerusakan gigi anak di masa yang akan datang. “Susu termasuk salah satu bahan yang mudah merusak gigi. Anda bisa membayangkan susu yang diminum akan di fermentasi dalam mulut dan berubah menjadi asam,” kata drg. Zaura Rini, MDS, selaku Ketua PB PDGI, pada sebuah acara Pepsodent Rayakan Hari Kesehatan Gigi Sedunia, di Gandaria City Mall, beberapa waktu lalu.
“Kita tahu, asam bisa dengan mudah merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang, inilah mengapa sekarang banyak kita temui anak-anak yang giginya keropos dan muncul gigi yang kehitam-hitaman,” lanjutnya
Kebiasaan menidurkan anak sambil minum air susu juga termasuk para ibu yang memberikan ASI. Asam basa susu yang tinggi dapat menggangu kesehatan gigi termasuk bayi yang masih menerima ASI.
“Pada bayi, kebiasaan menidurkan sambil minum ASI ini bisa menggangu kesehatan gigi dimasa yang akan datang. Untuk mengatasi hal tersebut, biasakan bayi dan anak Anda untuk minum air putih sebagai pembilas usai minum ASI,” tegas drg. Rini.
BANYAK orangtua yang sering membiasakan anak-anaknya tidur sambil minum susu dari dalam botol. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa membuat gigi anak Anda menjadi lebih cepat rusak.
Siapa sangka, botol bisa mengakibatkan kerusakan gigi anak di masa yang akan datang. “Susu termasuk salah satu bahan yang mudah merusak gigi. Anda bisa membayangkan susu yang diminum akan di fermentasi dalam mulut dan berubah menjadi asam,” kata drg. Zaura Rini, MDS, selaku Ketua PB PDGI, pada sebuah acara Pepsodent Rayakan Hari Kesehatan Gigi Sedunia, di Gandaria City Mall, beberapa waktu lalu.
“Kita tahu, asam bisa dengan mudah merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang, inilah mengapa sekarang banyak kita temui anak-anak yang giginya keropos dan muncul gigi yang kehitam-hitaman,” lanjutnya
Kebiasaan menidurkan anak sambil minum air susu juga termasuk para ibu yang memberikan ASI. Asam basa susu yang tinggi dapat menggangu kesehatan gigi termasuk bayi yang masih menerima ASI.
“Pada bayi, kebiasaan menidurkan sambil minum ASI ini bisa menggangu kesehatan gigi dimasa yang akan datang. Untuk mengatasi hal tersebut, biasakan bayi dan anak Anda untuk minum air putih sebagai pembilas usai minum ASI,” tegas drg. Rini.
Nasi putih melawan nasi merah :)
Hmmmmmm.......bagusan mana ya nasi putih ato nasi merah untuk kita konsumsi sehari hari?berikut ini info menarik dari okehealth tentang kelebihan dan kekurangan dua jenis nasi tersebut...monggo disimak :)
TIDAK dapat dipungkiri bahwa menu utama masyarakat Indonesia adalah nasi. Namun, nasi putih sering dikaitkan dengan kalori yang cukup tinggi sehingga banyak orang beralih pada konsumsi sumber karbo lain.
Anda mungkin termasuk orang yang tidak bisa melakukan makan tanpa nasi putih. Tapi, apakah Anda tahu bahwa beras merah memiliki lebih banyak manfaat nutrisi yang dapat menjaga kesehatan Anda? Antioksidan dalam beras merah membantu melindungi Anda dari aksi radikal bebas, demikian yang dilansir Healthmeup.
Sederhananya, beras merah dikemas dengan nutrisi dan serat yang masih ada dalam nasi, meskipun sudah melalui beberapa proses pemasakan. Berbeda dengan nasi putih yang biasanya telah kehilangan sebagian besar nutrisi karena proses pemasakan.
Mineral seperti tiamin, niasin, kalsium, kalium, dan fosfor memperkaya kandungan gizi beras merah dan membantu dalam pembentukan tulang, kuku sehat, rambut yang kuat dan otot yang lentur.
TIDAK dapat dipungkiri bahwa menu utama masyarakat Indonesia adalah nasi. Namun, nasi putih sering dikaitkan dengan kalori yang cukup tinggi sehingga banyak orang beralih pada konsumsi sumber karbo lain.
Anda mungkin termasuk orang yang tidak bisa melakukan makan tanpa nasi putih. Tapi, apakah Anda tahu bahwa beras merah memiliki lebih banyak manfaat nutrisi yang dapat menjaga kesehatan Anda? Antioksidan dalam beras merah membantu melindungi Anda dari aksi radikal bebas, demikian yang dilansir Healthmeup.
Sederhananya, beras merah dikemas dengan nutrisi dan serat yang masih ada dalam nasi, meskipun sudah melalui beberapa proses pemasakan. Berbeda dengan nasi putih yang biasanya telah kehilangan sebagian besar nutrisi karena proses pemasakan.
Mineral seperti tiamin, niasin, kalsium, kalium, dan fosfor memperkaya kandungan gizi beras merah dan membantu dalam pembentukan tulang, kuku sehat, rambut yang kuat dan otot yang lentur.
6.4.13
Tips atasi Luka bakar
Berikut ini Tips pertolongan pertama ketika kita atau buah hati kita kena luka bakar parah ,monggo disimak dan moga bermafaat yaa :)
Peristiwa bencana kebakaran atau ledakan berisiko menyebabkan terjadinya luka bakar yang parah dan fatal. Sebelum membawa korban ke rumah sakit, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan tubuh yang terjadi.
Luka bakar parah atau luka bakar tingkat III adalah luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit. Kontak terlalu lama dengan sumber panas dan luka bakar akibat tersengat listrik adalah penyebab utama luka bakar tingkat III.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid,Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar tingkat III berupa daerah luka tampak berwarna putih, kulit hancur dan sedikit nyeri karena ujung saraf telah rusak.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan jika menemui kasus ini adalah:
1. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain. Jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka.
2. Terkadang korban mengalami kesulitan napas, khususnya bila luka terdapat pada leher, wajah dan di sekitar mulut, bisa juga akibat menghirup asap. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bisa bernapas.
3. Tempelkan kain basah atau air dingin untuk menurunkan suhu pada daerah luka. Jangan gunakan air es untuk luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebab dapat menyebabkan syok.
4. Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, popok bersih atau bahan lain yang dapat ditemukan. Tetapi jangan gunakan bahan yang mudah rontok seperti kapas atau kapuk. Jangan oleskan minyak atau ramuan lain pada luka.
5. Segera telepon ambulans. Korban perlu mendapat penanganan medis dengan segera.(sumber : detikhealth 2013)
Peristiwa bencana kebakaran atau ledakan berisiko menyebabkan terjadinya luka bakar yang parah dan fatal. Sebelum membawa korban ke rumah sakit, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan tubuh yang terjadi.
Luka bakar parah atau luka bakar tingkat III adalah luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit. Kontak terlalu lama dengan sumber panas dan luka bakar akibat tersengat listrik adalah penyebab utama luka bakar tingkat III.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid,Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar tingkat III berupa daerah luka tampak berwarna putih, kulit hancur dan sedikit nyeri karena ujung saraf telah rusak.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan jika menemui kasus ini adalah:
1. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain. Jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka.
2. Terkadang korban mengalami kesulitan napas, khususnya bila luka terdapat pada leher, wajah dan di sekitar mulut, bisa juga akibat menghirup asap. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bisa bernapas.
3. Tempelkan kain basah atau air dingin untuk menurunkan suhu pada daerah luka. Jangan gunakan air es untuk luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebab dapat menyebabkan syok.
4. Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, popok bersih atau bahan lain yang dapat ditemukan. Tetapi jangan gunakan bahan yang mudah rontok seperti kapas atau kapuk. Jangan oleskan minyak atau ramuan lain pada luka.
5. Segera telepon ambulans. Korban perlu mendapat penanganan medis dengan segera.(sumber : detikhealth 2013)
Tips Pertolongan Pertama Sakit Diare
Bagaimana ya,jika kita atau buah hati kita tiba tiba sakit diare dan terjadi malam hari?...jauh dokter pula...semoga tips pertolongan pertama untuk diare dari detikhealth berikut bermanfaat yaaa :)
Diare adalah gangguan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali dalam 24 jam. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan diare, misalnya karena keracunan makanan, mengkonsumsi makanan tertentu, salah minum obat, stres, minum alkohol, infeksi bakteri dan lain-lain.
Bila penderita masih dapat minum, maka cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan. Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan terjadilah gejala dehidrasi.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', diare berkepanjangan bisa berakibat fatal, terutama apabila dialami bayi.
Untuk menangani diare, dapat dilakukan pertolongan pertama sebagai berikut:
1. Berikan banyak air minum untuk mengganti cairan dan zat kimia tubuh yang hilang. Minumlah cairan setiap 2 jam sekali sebanyak kurang lebih 2 ons atau 60 mL.
2. Bila diare berlangsung lama, misalnya 1 -2 hari dan kencing berkurang jumlah dan frekuensinya, segera bawa penderita ke rumah sakit karena ada kemungkinan terkena dehidrasi.
3. Hindari makanan padat.
Diare adalah gangguan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali dalam 24 jam. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan diare, misalnya karena keracunan makanan, mengkonsumsi makanan tertentu, salah minum obat, stres, minum alkohol, infeksi bakteri dan lain-lain.
Bila penderita masih dapat minum, maka cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan. Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan terjadilah gejala dehidrasi.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', diare berkepanjangan bisa berakibat fatal, terutama apabila dialami bayi.
Untuk menangani diare, dapat dilakukan pertolongan pertama sebagai berikut:
1. Berikan banyak air minum untuk mengganti cairan dan zat kimia tubuh yang hilang. Minumlah cairan setiap 2 jam sekali sebanyak kurang lebih 2 ons atau 60 mL.
2. Bila diare berlangsung lama, misalnya 1 -2 hari dan kencing berkurang jumlah dan frekuensinya, segera bawa penderita ke rumah sakit karena ada kemungkinan terkena dehidrasi.
3. Hindari makanan padat.
Simak Yaaa 6 Kondisi Ibu Hamil yang Berpengaruh Pada Bayinya :)
wah wah,bagi ibu yang sedang hamil,moga ifo daru detikhealth ini bermanfaat yaaa :)...monggo disimak :)
Seperti apa wajah bayi dan bagaimana tingkah lakunya akan ditentukan oleh gen-gen yang diwariskan dari kedua orang tuanya. Tapi lingkungan di mana si anak tinggal juga memainkan peran tersendiri untuk membentuk kepribadiannya. Bahkan perilaku ibu juga mempengaruhi bayinya lho.
Biasanya ibu hamil dilarang untuk merokok atau makan makanan yang tak sehat karena dikhawatirkan akan memberikan konsekuensi serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan si calon jabang bayi. Namun ada beberapa cara lain di mana ibu hamil mempengaruhi kesehatan bayinya seperti dilansir myhealthnewsdaily, Kamis (4/4/2013) berikut ini.
1. Berat badan sebelum hamil
Obesitas yang terjadi saat hamil (maternal obesity) meningkatkan risiko seorang wanita untuk terserang diabetes gestasional atau menjalani persalinan prematur, termasuk memberikan risiko obesitas dan diabetes pada si anak. Sebuah studi terbaru juga telah mengaitkan antara berat badan wanita pra-kehamilan dengan risiko asma pada anaknya.
Menurut studi yang dipublikasikan pada bulan Januari 2013 tersebut 12 persen dari 1.100 anak yang terlahir dari ibu yang obesitas akan sering mengalami asma pada usia 14 bulan dibandingkan bayi yang terlahir dari ibu dengan berat badan normal (empat persen).
Hal ini dapat ditanggulangi dengan olahraga rutin. "Bahkan jika ibunya tidak aktif sebelum hamil, mereka harus membiasakan diri untuk jalan kaki setidaknya selama 20 menit, empat kali seminggu," tandas Dr. Jennifer Wu, seorang dokter spesialis ob-gyn di Lenox Hill Hospital, New York.
2. Asupan kafein ibu
Para dokter dan peneliti telah lama mengetahui bahwa asupan kafein yang tinggi selama masa kehamilan dapat membahayakan janin, tapi seberapa banyak kafein yang dianggap berbahaya itu masih diperdebatkan hingga kini.
American College of Obstetricians and Gynecologists pun merekomendasikan agar wanita hamil membatasi asupan kafeinnya sebanyak 200 milligram perhari atau sama dengan dua cangkir kopi.
Kendati begitu sebuah studi yang dipublikasikan bulan lalu menemukan asupan kafein yang terlalu sedikit juga erat kaitannya dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan lebih kecil dari bayi normal.
"Jadi jika Anda diharuskan untuk meminum kopi, usahakan tak lebih dari enam ons perhari," kata Wu.
3. Asap rokok dari lingkungan sekitar
Tinggal di lingkungan yang sarat perokok telah lama diketahui dapat menyebabkan asma dan gangguan pernafasan pada anak-anak, namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa paparan rokok pada ibu hamil juga dapat menimbulkan masalah bagi anak nantinya.
Studi yang dilakukan di China tersebut mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari ibu yang terpapar asap rokok selama masa kehamilan berisiko dua kali lebih tinggi mengalami gangguan perhatian dan cenderung agresif ketika mencapai usia lima tahun.
4. Konsumsi antidepresan
Lebih dari 13 persen wanita mengonsumsi antidepresan saat hamil. Padahal berdasarkan review terhadap sejumlah studi diketahui jika konsumsi antidepresan selama hamil akan memberikan efek jangka panjang terhadap janin.
Lagipula studi lain juga menemukan mengonsumsi salah satu jenis antidepresan yaitu selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) ketika hamil dikaitkan dengan tingginya risiko keguguran, lahir cacat, persalinan prematur dan gangguan perilaku pada bayi, termasuk autisme. Padahal 3 persen wanita yang mengonsumsi antidepresan selama hamil dilaporkan menggunakan SSRI.
"Untuk itu, terapi perilaku kognitif yang melibatkan konseling sebaiknya jadi pengobatan lini pertama yang direkomendasikan untuk wanita hamil dengan mengalami gangguan mental, bukannya obat-obatan," saran Alice Domar, seorang psikolog yang bekerja di sebuah klinik kesuburan di Boston.
Namun antidepresan memang memberikan manfaat nyata bagi wanita dengan gangguan kesehatan mental. "Hanya saja konsultasikan dulu dengan dokter tentang obat-obatan yang sebaiknya mereka konsumsi sebelum memutuskan untuk hamil," saran Wu.
5. Kadar vitamin D dalam tubuh
Menurut sebuah studi dari University of Calgary, wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya memperhatikan kandungan vitamin D di dalam tubuhnya terlebih dulu.
Pasalnya rendahnya kadar 'vitamin sinar matahari' selama hamil akan menyebabkan gangguan kesehatan, baik pada sang ibu maupun si anak.
Selain itu, berdasarkan review terhadap 30 studi diketahui jika rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh seorang ibu dikaitkan dengan tingginya risiko diabetes gestasional, pre-eclampsia dan berat lahir yang rendah.
6. Paparan polusi udara
Menghirup polusi udara yang disebabkan oleh lalu lintas, industri hingga debu selama masa kehamilan akan meningkatkan risiko berat lahir bayi rendah.
Padahal banyak wanita yang tak dapat mencegah polusi karena tak dapat berpindah rumah atau tempat kerja, maka menghindari jam-jam macet dan berada terlalu dekat dengan sumber polusi seperti kendaraan bermotor mungkin cukup membantu.
Beruntung sebuah studi yang baru dipublikasikan tahun lalu menemukan bahwa penambahan asupan buah dan sayuran selama masa kehamilan dapat membantu melindungi janin dari efek polusi.
Subscribe to:
Posts (Atom)


